Laporkan Masalah

Perkembangan motorik kasar dan motorik halus pada anak-anak stunted usia 1-3 tahun di permukiman kumuh Kota Surakarta

WANI, Yudi Arimba, Prof. dr. Hamam Hadi, MS.,Sc.D

2010 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Diperkirakan lebih dari 200 juta anak-anak di bawah umur lima tahun mengalami kegagalan dalam mencapai potensi perkembangan kognitif karena kemiskinan, tingkat kesehatan dan gizi yang rendah, dan pola asuh yang kurang. Pada tahun 2007, prevalensi gizi kurang dan buruk pada balita di Indonesia sebesar 18,5% dan pada tahun 2009 terdapat 13,5% balita mengalami malnutrisi di Surakarta. Tujuan: Mengkaji perbedaan perkembangan motorik antara anak stunted dan tidak stunted usia 1-3 tahun. Metode: Penelitian ini merupakan bagian dari penelitian Randomized Controlled Trial (RCT) manfaat pemberian suplemen multimikronutrien dengan menggunakan data at antrance yang dianalisis secara cross sectional. Jumlah subyek penelitian adalah 90 anak usia 1-3 tahun dari semua anak yang memenuhi persyaratan penelitian RCT. Hasil: Rata-rata skor perkembangan motorik kasar pada kelompok stunted (6,46 ± 2,72) hampir sama dengan kelompok tidak stunted (6,43 ± 2,18). Ditemukan hasil yang kontras bahwa kelompok stunted secara marginal mempunyai rata-rata skor perkembangan motorik halus yang lebih tinggi (6,09 ± 2,20) dibandingkan dengan kelompok tidak stunted (5,29 ± 1,49). Kesimpulan: Tidak ada perbedaan perkembangan motorik kasar dan motorik halus antara anak stunted dan tidak stunted pada anak usia 1-3 tahun.

Background: It was estimated that over 200 million children under 5 years fail to reach their potential in cognitive development due to poverty, low health and nutrition status, and poor rearing pattern. In 2007, the prevalence of undernourishment and malnutrition in children under 5 years in Indonesia was 18.5% and in 2008 as much as 13.5% of children under 5 years were malnourished in Surakarta. Objective: To investigate the difference of motor development between the stunted and the non stunted children 1-3 years of age. Method: This study was a cross sectional analysis of data at entrance of the randomized controlled trial (RCT) study of the effects of multimicronutrient supplementation. Subject consisted of 90 children 1-3 years of age that were aligible to requirements of RCT study. Result: Average score of gross motor development in the stunted group (6.46 +2.72) was nearly the same with the non stunted group (6.43 + 2.18). There was a contrasting result whereby the stunted group marginally had higher average score of fine motor development (6.09 +2.20) than the non stunted (5.29 +1.49). Conclusion: There was no difference between the stunted and the non stunted children 1-3 years of age in gross and fine motor development.

Kata Kunci : Perkembangan motorik,Stunted,Anak usia 1,3 tahun, motor development, stunted, children 1-3 years of age


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.