Laporkan Masalah

Hubungan manajemen aktif tiga dengan inisiasi menyusu dini di Kabupaten Sumedang

ASMARA, Ade Ana, Prof. dr. Djaswadi D, SpOG(K), MPH,PhD

2010 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Manajemen aktif kala tiga merupakan intervensi yang bertujuan untuk mempercepat kelahiran plasenta, mencegah dan mengurangi kehilangan darah pada kala tiga persalinan. Inisiasi menyusu dini merupakan proses memfasilitasi bayi untuk mulai menyusu sendiri segera setelah lahir, bertujuan merangsang refleks menyusu pada bayi sehingga dapat meningkatkan produksi ASI. Hal ini dapat menurunkan risiko kematian karena hipotermi dan juga infeksi pada bayi di bawah 1 bulan. Ada beberapa hambatan dalam implementasinya, baik dari kebijakan, provider maupun klien, maka keduanya penting diimplementasikan sehingga akan meningkatkan kesehatan ibu dan bayi sesuai standar. Tujuan Penelitian: Meningkatkan implementasi manajemen aktif kala tiga dan inisiasi menyusu dini di Kabupaten Sumedang Metode Penelitian: Merupakan penelitian observasional, dengan rancangan cross sectional. Jumlah sampel yang digunakan adalah 166 ibu postpartum dan bayi baru lahir di rumah sakit umum dan puskesmas dengan tempat perawatan Kabupaten Sumedang. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariabel menggunakan distribusi frekuensi, analisis bivariabel menggunakan Chi square dan analisis multivariabel menggunakan regresi logistik. Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan keberhasilan inisiasi menyusu dini setelah dilakukan manajemen aktif kala tiga, dengan nilai OR:3,1 (95%CI=1,12-8,49). Faktor lain yang berhubungan signifikan antara dukungan petugas (OR: 3,3) dan dukungan klien (OR: 3,5) dengan inisiasi menyusu. Kebijakan yang kurang mendukung belum tersedia sepuluh langkah keberhasilan menyusui dan petugas kurang terlatih menyebabkan perbedaan persepsi, serta kurangnya petugas memotivasi dan memberikan informasi yang jelas, menyebabkan klien tidak memahami pentingnya kedua prosedur tersebut dilakukan. Kesimpulan: Keberhasilan inisiasi menyusu dini lebih banyak pada ibu yang dilakukan manajemen aktif kala tiga apabila mendapat dukungan secara komprehensif dari pembuat kebijakan (Policy side), pemberi pelayanan (support side) dan penerima pelayanan (deman side)

Background: Intervention in active management of the third stage of labor (AMTSL) is aim to accelerate the birth of placenta, prevent and minimize hemorrhage during of the third stage of labor. Early Breastfeeding initiation (EBI) is the process to facilitate newborn baby to seek mothers' breastmilk on self immediately after delivering birth. Aim to stimulate the refleks milk of baby so that can increase product the this breastmilk matter can decrease the infant mortality risk of because hypotermi as well as infection of baby under 1 month. However, there are some constraints in the implementation, either in aspect of policy or provider and client, therefore both need to be implemented in order that mothers and infants of according to standard. Objective: To increase implementation of AMTSL and the success of EBI practice. Method: The study was observational with cross sectional design. There were 166 samples of postpartum mothers and newborn baby in hospitals and health centers at District of Sumedang. Data analysis used univariate with frequency distribution, bivariate with chi square and multivariate with logistic regression technique. Result: There was significant association in the success of EBI after the practice of AMTSL with OR=3.1 (95%CI=1.12-8.49). Others factors contribution were support from staff (OR: 3,3), support from the client (OR: 3,5) with early breastfeeding initiation. Less supportive policy, in availability of guide on 10 steps of successful breastfeeding and limited skill of staff caused differing perception, lack of motivation from staff and unclear information made the client ignorant about the importance of AMTSL and EBI. Conclusion: The success of early breastfeeding initiation more in mother who performed AMTSL when there was comprehensive support from the policy makers (policy side), service providers (support side) and service recipients (demand side).

Kata Kunci : Manajemen aktif kala tiga,Inisiasi menyusu dini,Dukungan sistem kesehatan, active management of the third stage of labor, early breasfeeding initiation, health system support


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.