Laporkan Masalah

Pengaruh inisiasi dini terhadap jumlah perdarahan persalinan

SUMARAH, Prof. dr. M. Hakimi, SpOG(K), PhD

2010 | Tesis |

Latar Belakang: Mortalitas dan morbiditas pada wanita hamil dan bersalin merupakan masalah yang besar di negara miskin dan berkembang termasuk Indonesia. Dari seluruh persalinan terdapat 2-11% kejadian perdarahan postpartum. Perdarahan postpartum merupakan penyebab utama kematian ibu di Indonesia sebesar 28%. Kematian ibu sebagian besar terjadi dalam 4 jam pertama setelah melahirkan. Kontraksi uterus setelah bayi lahir sangat berperan mengurangi risiko perdarahan. Dengan inisiasi menyusu dini terjadi perangsangan pada kelenjar hipofise bagian belakang yang dapat mengeluarkan oksitosin yang berfungsi memacu kontraksi otot rahim sehingga risiko terjadi perdarahan postpartum dapat dicegah. Tujuan: Diketahuinya pengaruh inisiasi menyusu dini terhadap jumlah perdarahan pasca persalinan Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan kohort prospektif. Subjek penelitian adalah ibu bersalin normal di RSUD Sleman yang dipilih secara non probability dengan consecutive sampling, besar sampel sebanyak 62 subjek. Analisis data yang digunakan analisis univariabel dengan distribusi frekuensi dan persentase, analisis bivariabel menggunakan uji-t independen dan analisis multivariabel menggunakan regresi llinier. Hasil Penelitian: Rerata jumlah darah pasca persalinan pada ibu yang melakukan IMD lebih sedikit dibandingkan dengan ibu yang tidak melakukan IMD. Rata-rata jumlah perdarahan pada ibu yang melakukan IMD sebesar 77,26 + 33,6 cc, sedangkan pada ibu yang tidak melakukan IMD sebesar 115,4 + 31,0 cc. Perbedaan rerata jumlah perdarahan kedua kelompok sebesar -38,1 cc. Perbedaan tersebut signifikan secara statistik dengan nilai p < 0,05 (p=0,0000), 95%CI = -54,6 - -21,7. Analisis terhadap variabel luar, baik umur, paritas maupun pendidikan ibu, tidak ada yang signifikan terhadap jumlah perdarahan pasca persalinan dengan nilai p> 0,05. Kesimpulan: IMD mempengaruhi jumlah perdarahan pasca persalinan. Rata-rata jumlah perdarahan pasca persalinan pada ibu yang melakukan IMD 38,1 cc lebih sedikit dibandingkan dengan rata-rata jumlah perdarahan pasca persalinan pada ibu yang tidak melakukan IMD.

Background: Mortality and morbidity among women during pregnancy and labour are a major problem in poor and developing countries including Indonesia. The prevalence of postpartum hemorrhage is between 2-11% out of all childbirth. Postpartum hemorrhage is the main cause of maternal mortality (28%). Maternal mortality mainly occurs within the first 4 hours after childbirth. Uterus contraction after childbirth greatly minimizes the risk of hemorrhage. Early breastfeeding initiation stimulates the back of hypofiche gland to produce oxytoxin that ignites womb muscle contraction so that the risk for the prevalence of postpartum hemorrhage can be minimized. Objective: To identify the impact of early breastfeeding initiation to the amount of postpartum hemorrhage. Method: The study was observational with prospective cohort design. Subject of the study were normal partum mothers at Sleman Hospital taken using non probability with consecutive sampling technique (62 samples). Data analysis used univariate with frequency distribution and percentage, bivariate with independent t-test and multivariate with linear regression. Result: Average amount of blood in postpartum mothers that practised early breastfeeding initiation (EBI) was lower than those without EBI. The average amount of hemorrhage in mothers that practice EBI was 77.26 +33.6 cc, and in mothers that did not practiced EB was 115.4 +31.0 cc. Average difference in the amount of hemorrhage in the two groups was -38.1 cc. This difference was statistically significant with p<0.05 (p=0.000), 95%CI=-54.6- -21.7. External variables, either age, parity or education of mothers, had no significant association with the amount of postpartum hemorrhage with p>0.05. Conclusion: EBI affected the amount of postpartum hemorrhage. Average amount of postpartum hemorrhage in mothers that practiced practised EBI was 38.1cc less than in those that did not practise EBI.

Kata Kunci : Perdarahan pasca persalinan,Inisiasi menyusu dini, postpartum, early breastfeeding initiation, skin to skin contact


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.