Seromarker immunoglobulin a epstein barr nuclear antigen 1 (EBNA 1) dan viral caspid antigen (VCA) p18 sebelum dan sesudah terapi karsinoma nasofaring
KASIM, Muslim, Dr. dr. Bambang Hariwiyanto, Sp.THT-KL(K)
2010 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran KlinikKarsinoma nasofarings (KNF) adalah keganasan asal epitelial yang terjadi di epitel saluran pernafasan daerah nasofarings. Faktor risiko terjadinya KNF adalah: infeksi Epstein Barr Virus (EBV), predisposisi genetik, dan faktor lingkungan. Infeksi EBV dapat mempengaruhi transformasi maligna pada sel limfoid dan sel epitel. KNF dapat dikarakterisasi dengan tingginya respon IgG dan IgA terhadap antigen litik dan laten EBV. Kini telah dikembangkan IgA EBV ELISA untuk diagnosis primer KNF dengan menggunakan kombinasi multiepitop EBNA1 dan viral capsid antigen (VCA)-p18 dalam satu sumuran ELISA. Kombinasi kedua antigen untuk deteksi IgA EBV menunjukan sensitivitas dan spesivisitas tinggi (>90%), dan diajukan untuk digunakan sebagai metode skrining dan monitoring KNF yang sederhana. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan penurunan seromarker Ig A EBNA 1- VCA p18 sebelum dan sesudah terapi kemoradiasi pada pasien KNF. Desain penelitian ini adalah Before and after clinical trial, dan uji hipotesis yang akan digunakan adalah uji T berpasangan. Prosedur Penelitian dilakukan dengan cara mengambil data titer antibodi spesifik EBV (IgA EBNA-1 dan VCA-p18) pasien karsinoma nasofarings sebelum dan sesudah terapi kemoradiasi dan data hasil biopsi pasien karsinoma nasofarings sebelum dan sesudah terapi kemoradiasi di bagian THT RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta
Nasopharyngeal Cancer (NPC) is an epithelial malignancy occurring at the nasopharyngeal area of the respiratory tract. Several risk factors for NPC include Epstein Barr Virus (EBV) infection, genetic predisposition, and environmental factors. EBV infection can influence malignant transformation of lymphoid and epithelial cells. Nasopharyngeal Cancer can be categorized with the high response of IgG and IgA towards lytic and latent EBV antigens. Currently IgA EBV ELISA is being developed to diagnose primary NPC with a combination of multiepitop EBNA1 and viral capsid antigen (VCA)-p18 in one ELISA kit. The combination of both antigens to detect IgA EBV shows high sensitivity and specificity (>90%) and is recommended to be used as a simple screening and monitoring method for NPC. The purpose of this study is to observe the decrease of IgA EBNA 1-VCA p18 seromarker before and after chemoradation therapy for NPC patients. This study implements a before and after clinical trial with a paired T test to analyze the hypothesis. The procedure for this study initiated with the collection of EBV specific antibody titer data (IgA EBNA-1 and VCA-p18) from NPC patients before and after chemoradiation therapy along with biopsy data results from NPC patients before and after chemoradiation therapy in the Department Otorhinolaryngology Dr. Sardjito Hospital Yogyakarta.
Kata Kunci : Karsinoma nasofarings,Epstein barr nuclear antigen 1,Viral capsid antigen p18