Faktor-faktor yang berpengaruh terahdap kolestasis pada bayi baru lahir yang mendapat nutrisi parenteral
LESTARI, Ade Febrina, dr. Nenny Sri Mulyani, Sp.A(K)
2010 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran KlinikLatar Belakang. Kolestasis merupakan salah satu komplikasi dari pemberian nutrisi parenteral(NPE) pada bayi baru lahir (BBL). Insidensi kejadian kolestasis pada BBL yang mendapat NPE bervariasi antara 7,4 hingga 84 %. Hingga kini etiologi kolestasis akibat NPE masih diduga multifaktorial, begitu pula dengan onset terjadinya kolestasis. Faktor-faktor yang diduga berperan terhadap onset kolestasis pada bayi baru lahir yang mendapat nutrisi parenteral adalah prematuritas, dan kejadian yang melibatkan hipoksia seperti asfiksia, meconeum aspiration syndrom (MAS), penyakit membrane hyaline (PMH), dan necrotizing enterocolitis (NEC), Tujuan Penelitian. Untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan onset kolestasis pada bayi baru lahir yang mendapat nutrisi parenteral di RSU dr Soeradji Tirtonegoro Klaten. Bahan dan Cara. Sebanyak 50 bayi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi yang mendapatkan nutrisi parenteral diikuti secara prospektif. Pemantauan kadar bilirubin total dan direk dilakukan sebelum, selama dan sesudah pemberian nutrisi parenteral. Jenis kelamin,cara persalinan, berat badan lahir, usia kehamilan morbiditas penyakit seperti MAS, PMH, asfiksia,NEC, dianalisis sebagai faktor-faktor yang mempengaruhi onset kolestasis. Data dianalisis dengan Kaplan Meier dan Cox Regression. Hasil. Sebanyak 56% bayi mendapatkan komposisi NPE asam amino (AA), karbohidrat (KH), dan lipid (L), sisanya hanya mendapatkan AA dan KH. Rerata onset kolestasis adalah 7 (SE 1,2) hari. Bayi dengan berat badan lahir cukup(BBLC), aterm, menderita MAS dan tidak PMH memiliki onset kolestasis lebih dini yang bermakna secara statistik dengan berturut-turut 6 hari dibanding 10 hari; 6 dibanding 10 hari, 5 dibanding 9 hari, dan 6 dibanding 10 hari (p<0,05). Analisis multivariate menunjukkan usia kehamilan preterm berperan sebagai faktor protektif terhadap kejadian kolestasis pada 7 hari pertama pemberian NPE (RR 0,067; KI 95% 0,007 sampai dengan 0,664). Bayi preterm dengan outcome kolestasis mendapatkan rata-rata asam amino (AA) dan karbohidrat (KH) yang lebih tinggi dibandingkan kelompok tidak kolestasis (p<0,05). Kesimpulan. Bayi aterm, BBLC, mengalami MAS dan tidak PMH mengalami onset kolestasis lebih dini. Bayi dengan usia kehamilan preterm bersifat protektif terhadap kejadian kolestasis pada 7 hari pertama pemberian nutrisi parenteral. Bayi preterm yang menderita kolestasis mendapatkan AA dan KH lebih tinggi dibanding outcome tidak kolestasis.
Background. Cholestasis was known as complication from parenteral nutrition administration in newborns. Incidence of cholestasis in newborn with parenteral nutrition is varies from 7,4 up to 84%, also onset of cholestasis. Until now the etiology of parenteral nutrition associated cholestasis (PNAC) assumed cause by multifactorial, include prematurity, low birth weight,and hypoxia condition like asphyxia, meconeum aspiration syndrome (MAS), hyaline membrane disease (HMD), and necrotizing enterocolitis (NEC), Objective. To study factors associated with onset of cholestasis in newborns with parenteral nutrition in dr. Soeradji Tirtonegoro Hospital, Klaten. Method. Total number of 50 newborn was include in this study which have parenteral nutrition, and follow prospectively. Total bilirubin and direct bilirubin serum was collected before, durante, and after parenteral nutrition was given. Sex, birthweight, gestational age, meconeum aspiration syndrome (MAS), hyaline membrane disease (HMD),asphyxia, and necrotizing enterocolitis (NEC), were analyzed as factors associated with onset of cholestasis. Kaplan Meier and Cox Regression were used for drawing the survival graph and calculate the risk Result. Fifty six percent newborns have amino acids, dextrose and lipid, and others only have dextrose and amino acid. Median onset of cholestasis is 7(SE 1,2) days. Newborn with normal birthweight, aterm, MAS and HMD have earlier oset of cholestasis with 6 vs 10, 6 vs 10, 5 vs 9, and 6 vs 10 respectively (p<0,05). Multivariate analysis shows preterm newborns have protection function for incidence of cholelestasis in first 7 days of parenteral nutrition administration ( RR 0,067; 95% CI 0,007 up to 0,664).Preterm newborn whose become cholestasis have higher rate of amino acid and dextrose (p<0,05) than non cholestasis group. Conclussion. Newborns with normal birthweight, aterm, have MAS and HMD will have earlier onset of cholestasis. Preterm newborns will have protection function for incidence of cholelestasis in first 7 days of parenteral nutrition administration. Amino acid and dextrose in preterm newborns with cholestasis have higher rate than non cholestasis group.
Kata Kunci : Kolestasis yang berhubungan dengan nutrisi parenteral,Bayi baru lahir,Faktor risiko, parenteral nutrition associated cholestasis, newborn, risk factors