Laporkan Masalah

Kualitas hidup anak dengan epilepsi di RSUP Dr. Sardjito :: Perbandingan antara anak epilepsi terkontrol dan anak bukan epilepsi

WIRASTUTI, Fita, dr. Suryono Yudha Patria, Ph.D, Sp.A

2010 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran Klinik

Kualitas hidup merupakan salah satu parameter penting dalam menilai efikasi intervensi medis, sementara epilepsi merupakan penyakit kronis yang mempunyai dampak terhadap kualitas hidup. Epilepsi pada masa kanakkanak berhubungan dengan pencapaian prestasi yang rendah di sekolah, keterbatasan fisik, dan fungsi sosial yang terganggu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat kualitas hidup anak dengan epilepsi terkontrol dibanding anak bukan epilepsi. Penelitian ini dilakukan dengan desain potong lintang, pada responden berusia 5-18 tahun. Seluruh responden merupakan anak yang datang di Poliklinik Anak RSUP DR. SARDJITO selama bulan Maret 2010 sampai dengan Juni 2010. Pengukuran dilakukan dengan pengisian kuesioner PedsQL laporan anak secara langsung didampingi oleh orangtua. Tingkat kualitas hidup anak dengan PedsQL menunjukkan kualitas semakin baik dengan skor total semakin rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ratarata tingkat kualitas hidup anak dengan epilepsi terkontrol lebih rendah dibandingkan dengan anak bukan epilepsi dengan nilai 38,31 (1,60) vs 8,84 (0,90). Rasio prevalens epilepsi terkontrol dalam penelitian ini adalah 2,69 (CI 95%: 2,01-3,58). Simpulan: anak dengan epilepsi terkontrol mempunyai tingkat kualitas hidup yang lebih rendah dibanding anak bukan epilepsi dan faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas hidup anak dengan epilepsi terkontrol adalah lama menderita epilepsi dan usia saat terdiagnosis sebagai epilepsi.

Quality of life is one important parameter in assessing the efficacy of medical interventions, while epilepsy is a chronic disease that has an impact on quality of life. Epilepsy in childhood associated with low achievement in school, physical limitations, and disturbed social functions. The purpose of this study is to determine the level of quality of life differences in wellcontrolled epilepsy children compared to non epilepsy children. This research was conducted with a cross-sectional design, the respondents aged 5-18 years. All respondents are children who arrived at the Pediatric Polyclinic RSUP DR. SARDJITO during the month of March 2010 until June 2010. Measurement is done by filling out the questionnaire PedsQL child report directly accompanied by a parent. Lower total score PedsQL shows better quality of life in children. The results showed that mean total score PedsQl in well-controlled epilepsy children lower than non epilepsy children, 38.31 (1.60) versus 8.84 (0.90). Prevalence ratio controlled epilepsy in this study was 2.69 (95%CI: 2.01-3.58). Conclusion: well-controlled epilepsy children have lower quality of life compared with non epilepsy children. The factors that affect quality of life for well-controlled epilepsy children are a long duration suffering from epilepsy and age at diagnosis as epilepsy.

Kata Kunci : kualitas hidup, epilepsi terkontrol, PedsQL, quality of life – well-controlled epilepsy - PedsQL


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.