Anemia sebagai faktor risiko penurunan kekuatan genggaman tangan pada usia lanjut di Panti Werdha Propinsi DIY
HIDAYAT, Ganda, dr. I Dewa Putu Pramantara, Sp.PD-KGer
2010 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran KlinikMenurut WHO pada akhir abad ke-20 dengan makin bertambahnya jumlah penduduk dunia, maka akan bertambah pula jumlah populasi usia lanjut. Daerah Istimewa Yogyakarta menunjukkan prosentase tertinggi (13,72%) dalam jumlah usia lanjut di Indonesia. Anemia meningkat prevalensinya seiring dengan bertambahnya usia. Proses menua mengakibatkan penurunan kekuatan otot. Tes kekuatan genggaman tangan merupakan alternatif yang valid dan konsisten serta sederhana untuk menilai kekuatan otot yang menurun pada usia lanjut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah anemia merupakan faktor risiko terhadap penurunan kekuatan otot yang diukur dengan tes kekuatan genggaman tangan pada populasi usia lanjut di Panti Werdha. Penelitian menggunakan rancangan penelitian potong lintang (Cross-Sectional) pada usia lanjut di Panti Werdha Provinsi DIY. Waktu penelitian pada agustus 2010. Usia lanjut yang memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi, dilakukan pemeriksaan fisik, pemeriksaan darah rutin dan pengukuran kekuatan genggaman tangan. Seratus delapan belas orang usia lanjut ikut serta dalam penelitian, terdapat perbedaan rerata kekuatan genggaman tangan pada; umur (14.52 kg vs 19.64 kg; p=0.001), jenis kelamin (13.39 kg vs 22.47 kg; p=0.001), tingkat aktifitas (7.94 kg vs 16.75 kg; p=0.001), dan status anemia (13.60 kg vs 17.84 kg; p=0.001). Pada kelompok wanita, anemia ringan sekalipun menyebabkan perbedaan rerata kekuatan genggaman tangan dengan kelompok yang tidak anemia (12.36 kg vs 14.68 kg ; p=0.027). Pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa anemia merupakan faktor risiko penurunan kekuatan genggaman tangan pada usia lanjut, untuk wanita usia lanjut dengan anemia yang dikelompokkan dalam anemia ringan sekalipun, secara statistik terdapat perbedaan yang bermakna dengan kelompok wanita yang tidak mengalami anemia.
According to the WHO, by the end of 20 th century, the more the world population grow, the more the elderly population will be. Yogyakarta province has a 13.72% of Indonesian elderly. The anemia prevalence increased as the age added. Aging process resulted in strength muscle reduced. Handgrip strength test is a valid and consistent as well as simple alternative to value the muscle strength decreased advanced age. Purpose of this study is to know whether anemia is a risk factor against muscle strength decreased measured by handgrip strength test on elderly population in nursing house. This study used cross sectional study design to the advanced ages in DIY province’s nursing house. The study time was in August 2010. The advance ages fullfilling the inclusion and exclusion criteria were conducted physical examination, routine blood test and handgrip strength measurement. This study involved 118 elderly participants. There was difference of mean handgrip strenght in: age (14.52 kg vs 19.64 kg; p=0.001), gender (13.39 kg vs 22.47 kg; p=0.001), activity level (7.94 kg vs 16.75 kg; p=0.001) and anemia status (13.60 kg vs 17.84 kg; p=0.001); for women even in mild anemia group, there was difference with non anemia group (12.36 kg vs 14.68 kg ; p=0.027). In this study, it was conclude anemia is a risk factor of handgrip strength decreased in elderly, for women even in mild anemia, there was statistically significant different with non anemia group.
Kata Kunci : Usia lanjut, Kekuatan genggaman tangan