Laporkan Masalah

Hubungan kalsium serum dan kalsium urin dengan densitas massa tulang pada wanita premenopause dan postmenopause

KUSUMA, Riswan Hadi, dr. Windarwati, Sp.PK(K)

2010 | Tesis | S2 Ilmu Kedokteran Klinik

Defisiensi estrogen yang terjadi pada wanita premenopause dan postmenopause dapat menyebabkan penurunan densitas massa tulang. Osteoporosis adalah penyakit tulang sistemik yang ditandai oleh penurunan densitas massa tulang dan perburukan mikroarsitektur tulang sehingga tulang menjadi rapuh dan mudah patah. Gold standard penegakan diagnosis osteoporosis menggunakan metode dual x-ray absorbtiometry (DEXA) untuk menilai bone mineral density (BMD), namun terdapat keterbatasan untuk mengaksesnya. Kalsium adalah penanda biokimiawi osteoporosis, khususnya penanda resorpsi tulang, yang paling murah dan paling mudah didapatkan. Kalsium ion merupakan bentuk yang sangat penting untuk sebagian besar fungsi kalsium dalam tubuh yang meliputi efek pada jantung, sistem saraf dan pembentukan tulang. Kalsium ion dapat diukur menggunakan sampel serum dan urin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kalsium serum dan kalsium urin dengan BMD. Penelitian ini menggunakan desain potong lintang. Subjek penelitian adalah wanita usia >45 tahun baik yang sudah menopause maupun yang belum. Kalsium ion serum dan urin diukur menggunakan metode elektroda ion selektif (ISE) sedangkan kreatinin serum dan urin diukur menggunakan metode Jaffe. Pengukuran BMD menggunakan metode DEXA

Estrogen deficiency occurred in premenopause and postmenopause women can decreasing bone density. Osteoporosis is a systemic bone disease marked by decrease of bone density so that the bone is more likely to brittle and breakable. The dual energy x-ray absorptiometry (DEXA) is a gold standard for diagnose osteoporosis by measure bone mineral density (BMD), but there are several limitedness to access it. Calcium is a cheapest and most easy to be got biochemical marker, especially for bone resorption. Ionized calcium is an important form of calcium for a calcium function in the body, include effect on cardiac system, nerve system and bone formation. Ionized calcium can be measured in serum and urine. The aim of this study is to evaluate correlation between serum and urinary calcium with BMD. This is a cross-sectional study. The subject are women more than 45 years old, both postmenopause and also premenopause. Serum and urinary ionized calcium measured by ion selective electrode (ISE) method, while serum and urinary creatinine measured by Jaffe method. The DEXA method is used for measure BMD.

Kata Kunci : Osteoporosis,Kalsium,Serum,Urin,Ion, osteoporosis, calcium, serum, urine, ionized


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.