Laporkan Masalah

Pengaruh musik klasik dan musik Jawa terhadap fungsi kognitif pada penderita stroke iskemik akut

HATI, Farida Niken Astari Nugroho, Prof. Dr. dr. Samekto Wibowo, P.FarK,Sp.FK(K),Sp.S(K)

2010 | Tesis |

Insidensi gangguan kognitif pada bulan ketiga pasca stroke adalah sebesar 44,4%. Gangguan kognitif pasca stroke akan mempengaruhi kelangsungan hidup jangka panjang yang pada akhirnya mempengaruhi kualitas hidup penderita dan keluarganya. Musik dikembangkan sebagai terapi non invasif untuk meningkatkan fungsi kognitif baik pada individu sehat maupun penderita stroke iskemik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh paparan musik klasik dan Jawa terhadap fungsi kognitif pada penderita stroke iskemik akut. Penelitian ini menggunakan rancangan kohort prospektif eksperimental pada penderita stroke iskemik akut yang di rawat inap di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta selama kurun waktu April 2010 sampai Juli 2010 serta memenuhi kriteria eligibilitas. Selama rawat inap, kelompok musik klasik dan Jawa diperdengarkan musik setiap hari yang telah ditentukan selama lebih kurang 1 jam tiap harinya, sedangkan kelompok kontrol tidak mendapat paparan musik. Semua pasien diperiksa fungsi kognitifnya menggunakan Mini Mental State Examination (MMSE) pada saat awal dan sebelum pasien keluar dari rumah sakit. Seratus satu penderita stroke iskemik berpartisipasi dalam penelitian ini, dan dibagi secara random menjadi 3 kelompok. Prosentase frekuensi jenis kelamin lakilaki pada penelitian ini sebesar 60,4%. Rerata umur subjek penelitian adalah 61.55 ± 8.36 tahun dan lebih dari sepertiga subjek mengenyam pendidikan SD. Data karakteristik dasar demografik, variabel klinis dan laboratorium tiap kelompok tidak menunjukkan perbedaan bermakna. Jumlah subjek pada kelompok musik klasik dan Jawa yang fungsi kognitifnya membaik lebih banyak dibandingkan kelompok kontrol pada domain rekol/memori, atensi, bahasa dan skor MMSE total. Domain atensi menunjukkan perbedaan nilai atensi yang signifikan secara statistik (p<0,05) pada kelompok musik jawa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa paparan musik jawa dapat memperbaiki domain atensi pada fungsi kognitif. Paparan musik, baik musik jawa maupun klasik, dapat memperbaiki fungsi kognitif lebih besar daripada bila tidak diperdengarkan musik.

The incidence of cognitive impairment after three months post-stroke is 44.4%. Cognitive impairment after stroke will affect long-term survival, which in turn affects the quality of life of patients and their families. Music was developed as a non-invasive therapy to improve cognitive function in both healthy individuals and patients with ischemic stroke. The aims of this study is determining the effect of exposure to classical and Javanese music on cognitive function in patients with acute ischemic stroke. This study used an experimental prospective cohort design in patients with acute ischemic stroke in-patient at Dr. Sardjito Yogyakarta during the period April 2010 to July 2010 and meet eligibility criteria. During hospitalization, in classical and Javanese music groups, music was played every day that have been determined for approximately 1 hour each day, while the control group received no exposure to music. All patients were examined cognitive function using the Mini Mental State Examination (MMSE) at the beginning and before the patient left the hospital. One hundred and one patients with ischemic stroke participated in this study and divided randomly into 3 groups. Percentage frequency of male gender in this study amounted to 60.4%. The mean age of study subjects was 61.55 ± 8:36 years and more than a third of subjects had elementary education. Data base demographic characteristics, clinical and laboratory variables for each group showed no significant difference. The number of subjects in the group of classical music and Javanese cognitive function improved more than the control group on the domain recall/memory, attention, language and total MMSE score. Domain attention showed a difference of attention was statistically significant (p <0.05) in the group of Javanese music. The results of this study indicate that exposure to Javanese music fixed attention on the cognitive function domain. Exposure to music, both Javanese and classical music, can improve cognitive function greater than when no music is played.

Kata Kunci : Fungsi koqnitif,Stroke iskemik,Musik klasik,Musik Jawa


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.