Laporkan Masalah

Peranan cedera kepala terhadap kejadian insomia

DEWI, Poppy Chandra, Prof. Dr. dr. Sri Sutarni, Sp.S(K)

2010 | Tesis |

Latar belakang : Keluhan insomnia sering di dapatkan pada pasien dengan riwayat cedera kepala. Etiologi insomnia akibat cedera kepala karena adanya lesi fokal atau difus pada otak, terutama struktur batang otak dapat mengganggu sistem neuronal yang terlibat dalam regulasi tidur. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan cedera kepala terhadap kejadian insomnia. Metode: Penelitian ini menggunakan metode case control. Subjek penelitian total 164 responden yang terbagi menjadi 54 pasien insomnia dan 110 pasien tanpa insomnia yang berobat jalan di poli saraf RS.DR.Sardjito dan poli bedah saraf antara bulan April – Juli 2010. Data diambil melalui wawancara tatap muka menggunakan Indeks Severitas Insomnia. Hasil : Proporsi subjek insomnia lebih besar ditemukan pada kelompok pasca cedera kepala dibandingkan tanpa riwayat cedera kepala (90.7% vs 30.0%), sedangkan proporsi subjek tanpa insomnia lebih besar pada kelompok tanpa riwayat cedera kepala dibandingkan kelompok pasca cedera kepala (70.0% vs 9.3%). Hasil analisis multivariat menunjukkan cedera kepala sangat berperan terhadap kejadian insomnia dengan p = 0.004, OR: 12.3 (95% CI: 2.27 – 66.86). Kesimpulan: Cedera kepala sangat berperan terhadap kejadian insomnia

Background: Patients with a history of head injury frequently complained of insomnia. insomnia due to head injury occurs due to a lesion in the brain either focal or diffuse, especially in the brain stem structures that can engage and disrupt the neuronal systems responsible for sleep regulation. Objective: to determine the role of head injury on the incidence of insomnia. Methods: design of this study using case control. The samples consisted of 164 patients, divided into two groups: 54 patients suffering from insomnia and 110 patients without insomnia attending to the neurosurgical outpatient and neurological outpatient between April and July 2010. Data were collected by face-to-face interviews using Insomnia severity index. Results: The proportion of subjects who suffer from insomnia obtained greater in posthead injury group compared with no history of head injury group (90.7% vs 30.0%), while the proportion of subjects without insomnia was found greater in the group without a history of head injury compared to post-head injury group (70.0% vs 9.3%). Through multivariate analysis showed that head injury has a role to the occurrence of insomnia with p = 0.004, OR: 12.3 (95% CI: 2.27 – 66.86). Conclusion: head injury contribute significantly to the incidence of insomnia.

Kata Kunci : Cedera kepala,Insomnia,Case control,Indeks severitas insomnia, Traumatic head injury, insomnia, case control, insomnia severity index


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.