Laporkan Masalah

Pemberdayaan masyarakat kampung komodo dalam penegmbangan ekowisata di Loh Liang Taman Nasional Komodo

ASRI, Antonius, Dr. M. Baiquni, MA

2010 | Tesis | S2 Magister Kajian Pariwisata

Pemberdayaan masyarakat merupakan aspek penting dalam pengembangan ekowisata. Hal ini karena pengembangan ekowisata selain banyak menggunakan sumber daya yang dimiliki masyarakat juga dapat menjamin pelestarian sumber daya pariwisata atau keanekaragaman ekosistem kawasan dengan tetap mempertimbangkan dan memberi manfaat sosial ekonomi bagi masyarakat. Pengembangan ekowisata yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dapat memberi motivasi bagi masyarakat untuk melakukan konservasi berbagai sumber daya alam yang ada di dalam kawasan tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang bertujuan menjawab tiga rumusan masalah penelitian. Hal pertama adalah mendeskripsikan dan menganalisis program-program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh Tim Kolaborasi PT. Putri Naga Komodo (PNK) dan Balai Taman Nasional Komodo (BTNK). Kedua, adalah mengidentifikasi dan menganalisis partisipasi masyarakat dalam pengembangan ekowisata, dan ketiga menganalisis dampak pengembanagan ekowisata di Loh Liang bagi masyarakat Kampung Komodo. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dimana prosedur penelitian ini menghasilkan data-data deskriptif berupa kata-kata tertulis dan lisan dari orang yang diamati, melakukan kajian pustaka (dokumen) terhadap program-program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh Tim Kolaborasi PT. PNK dan BTNK dan menidentifikasi persepsi masyarakat Kampung Komodo terhadap program pemberdayaan dan partisipasi mereka dalam pengembangan ekowisata. Teknik pengumpulan data adalah kajian pustaka (dokumen), wawancara mendalam (indept – interview), observasi nonpartisipatif dan kuisioner. Dari hasil analisa dan interpretasi terhadap data yang terspesifikasi dan setelah dihubungkan satu dengan yang lainnya maka ditemukan bahwa motivasi pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh Tim Kolaborasi PT. PNK dan BTNK adalah untuk meminimalisir berbagai resistensi (konflik) dan menciptakan peluang usaha alternatif berbasis konservasi bagi masyarakat nelayan sebagai dampak dari kebijakan Zonasi Taman Nasional Komodo. Dalam upaya pemerdayaan masyarakat, Tim Kolaborasi PT. PNK dan BTNK melakukan beberapa program pemberdayaan masyarakat antara lain bantuan modal, penguatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan keterampilan, pembangunan sarana dan prasarana desa, pendidikan dan penyadaran konservasi, pengembangan budidaya ikan kerapu dan hortikultura. Dari hasil kajian ditemukan bahwa program pemberdayaan masyarakat dalam sektor pariwisata sangat minim. Program pemberdayaan masyarakat dalam sektor pariwisata terbatas pada usaha pemandu wisata (naturalist guide) dan usaha kerajinan belum adanya difersifikasi usaha-usaha pariwisata. Hal ini menyebabkan dampak pengembangan ekowisata di Loh Liang hanya dinikmati sekelompok orang yang bergerak dalam usaha pemandu wisata dan guide, belum menyentuh sebagian besar masyarakat Kampung Komodo yang miskin dan tidak berdaya. Disisi lain, belum optimalnya pemberdayaan masyarakat dalam usahausaha pariwisata berdampak pada rendahnya partisipasi masyarakat Kampung Komodo dalam pengembangan ekowisata. Partisipasi masyarakat dalam perencanaan hanya 1%, partisipasi dalam pengelolaan dapat dikategorikan sebagai Karyawan Taman Nasional 4%, tenaga buruh ( harian) 35% dan sebagai pemandu wisatawa 61% sedangkan dalam hal monitoring keterlibatan mereka hanya 32%. Pada perpektif yang lain Program-program pemberdayaan tersebut tidak dilakukan secara partisipatif dimana masyarakat cenderung dijadikan konsumen program sehingga hal ini berdampak pada efektifitas, sustainabilitas dan rendahnya partisipasi masyarakat dalam program-program tersebut. Rekomendasi yang mau diberikan kepada Pengelola (Tim Kolaborasi PT. PNK dan BTNK) adalah optimalisasi pemberdayaan masyarakat Kampung Komodo dalam kegiatan pariwisata berbasis konservasi dengan model ekowisata berbasis masyarakat dan pengembagan Desa Komodo sebagai desa wisata. Pemberdayaan masyarakat dalam usaha-usaha pariwisata akan mendorong kesejahteraan masyarakat dan menjamin kelestarian dan upaya konservasi terhadap keanekaragaman ekosistem Kawasan Taman Nasional Komodo.

Society empowerment is an important aspect in ecotourism development. It is because ecotourism development not only much uses the resources belong to the society, but also can ensure the conservation of tourism resources or regional ecosystem diversity by still considering and giving socio-economic benefits to the society. The ecotourism development giving economic benefits to society can motivate the society to conduct the conservation of various natural resources existing in the region. This research is a descriptive research aiming at answering three research problem statements. The first thing is to describe and to analyze the society empowerment programs conducted by The Collaboration Team of PT. Putri Naga Komodo (PNK) and Komodo National Park Authority (BTNK). The second is to identify and to analyze the society’s participation in ecotourism development, and the third is to analyze the effect of the ecotourism development in Loh Liang for Kampung Komodo society. This research uses descriptive qualitative approach, which research procedures produce descriptive data in the form written and spoken words from the people observed, which conducts a literature (document) review toward the society empowerment programs conducted by The Collaboration Team of PT. PNK and BTNK, and which views the perception of Kampung Komodo society toward empowerment program and their participation in ecotourism development. The data collection technique used is literature (document) review, in-depth interview, non-participative observation and questionnaire. From the analysis result and the interpretation toward the specified data and after it is related one to the others, it is found that the motivation of the society empowerment conducted by The Collaboration Team of PT. PNK and BTNK is to minimize various resistances (conflicts) and to create conservationbased alternative business opportunities for fishermen society as an effect of the zonation policy of Komodo National Park. In the efforts of society empowerment, The Collaboration Team of PT. PNK and BTNK conducts some society empowerment programs such as capital aids, civil society strengthening through skill trainings, rural infrastructure development, conservation awareness and education, The development of Kerapu fish pond and horticulture. From the review result, it is found that the society empowerment program in tourism sector is very minimal. The society empowerment program is limited in natural guide business and handicraft business, the absence of tourism business diversification. It causes the ecotourism development in Loh Liang is only enjoyed by a group of people moving in tourist guide, have not been touching most of Kampung Komodo society which is poor and helpless. In the other side, the non optimum society empowerment in tourism businesses affects in the low participation of Kampung Komodo society in ecotourism development. The society participation in planning is only 1%, the participation in the management as the employees of the national park is only 4%, as laborers (daily) is 35% and as tourist guides is 61%, while in the monitoring, their participation is only 32%. In the other perspective, the empowerment programs are not conducted participatively in which the society tends to be the program consumers so that it affects the effectiveness, sustainability and participation of the society in the programs. The recommendation which will be given to the Manager (The Collaboration Team of PT. PNK and BTNK) is the optimization of the Kampung Komodo society empowerment in the conservation-based tourism activities with the society-based ecotourism model and the development of Komodo Village as a tourism village. The society empowerment in tourism businesses will encourage the society’s prosperity and ensure the preservation and the conservational efforts toward the ecosystem diversity of The Komodo National Park Area.

Kata Kunci : Ekowisata berbasis masyarakat,Pemberdayaan yang partisipatif


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.