Kajian potensi pengembangan objek wisata bahari di Pulau Hoga Kabupaten Wakatobi
UTINA, Ryna Puspawaty, Dr. M. Baiquni, MA
2010 | Tesis | S2 Magister Kajian PariwisataIndonesia merupakan salah satu Negara kepulauan (Archipelagic State) dan memiliki keindahan panorama alam bahari yang mempesona serta memiliki keanekaragaman hayati dan budaya bahari. Kekayaan sumberdaya alam bahari dan keanekaragaman budaya bahari merupakan potensi sebagai komoditi objek wisata bahari yang perlu dikelola serta dikembangkan sebagai sumber pendapatan masyarakat dan pendapatan asli daerah sekaligus meningkatkan devisa negara. Pulau Hoga merupakan salah satu pulau di Kabupaten Wakatobi yang memiliki potensi objek wisata bahari, baik yang berada di dasar/bawah laut, permukaan laut, maupun panorama pantai serta keunikan budaya bahari. Perpaduan antara wisata alam bahari dan wisata budaya bahari akan memiliki daya tarik bagi wisatawan, baik wisatawan domestik maupun mancanegara. Kegiatan atraksi wisata alam bahari dan atraksi wisata budaya bahari merupakan salah satu potensi objek wisata bahari yang perlu dikembangkan oleh pemerintah daerah Kabupaten Wakatobi. Dalam konteks pengembangan potensi objek wisata bahari di Indonesia perlu pengelolaan dan penataan dengan membangun paradigma pengelolaan dan pengembangan potensi objek wisata bahari yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan. Penelitian tentang pengembangan potensi objek wisata bahari Pulau Hoga dilaksanakan dengan tujuan mengetahui karakteristik potensi objek wisata bahari dan budaya masyarakat bahari serta strategis pemerintah daerah dan pusat dalam mengembangkan potensi objek wisata bahari. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan dua metode, yaitu metode survei pendekatan deskriptif kuantitatif dan metode partisipatori (wawancara) dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil analisis data secara kuantitatif diperoleh nilai koefisien determinasi (r Square) sebesar 0,891. Hal ini menunjukkan bahwa aksesbilitas dan prasarana transportas;akomodasi;kunjungan wisatawan; keamana; kondisi masyarakat lokal; sosial-ekonomi; dan sosial-budaya berpengaruh terhadap pengembangan potensi objek wisata bahari Pulau Hoga sebesar 89,1 persen. Hasil wawancara peneliti dengan responden, strategi pemerintah Kabupaten Wakatobi dalam pengembangan potensi objek wisata bahari Pulau Hoga telah melakukan langkah strategi terutama promosi wisata bahari baik secara nasional maupun mancanegara dan memberikan peluang kepada investor swasta untuk membangun sarana infrastruktur objek wisata bahari Pulau Hoga. Hasil penelitian ditemukan ada tiga aset potensi objek wisata bahari Pulau Hoga yang perlu dikembangkan, yaitu: (1) wisata alam, (2) wisata pendidikan, dan (3) wisata bahari. Pengembangan potensi objek wisata bahari yang cocok di Pulau Hoga adalah pengembangan potensi objek wisata bahari terpadu dengan memperhatikan kelestarian sumberdaya alam dan dapat menciptakan keserasian secara harmonis antara unsur-unsur lingkungan fisik, sosial-ekonomi, dan sosial-budaya dan agama di masyarakat
Indonesia is one of Archipelagic States and has fascinating maritime nature panorama as well as biodiversity and maritime culture. The assets of maritime natural resources and maritime culture diversity offer potenstials for the commodity of maritime tourism object and need to be managed and developed as society’s income resources and regional revenue as well as to increase the foreign reserve. Hoga island is one of islands in Wakatobi Regency that has potential of maritime tourism object’s, either undersea, sea surface, or beach panorama and uniqueness of maritime culture. The combination of maritime natural tourism and culture tourism offers an attraction for tourists, either domestic or foreign tourists. The activities of maritime natural tourist attraction and cultural tourist attraction are examples of the maritime tourist object potentials that need developing maritime tourism object potentials in Indonesia, management and arrangement are necessary by developing the paradigm of management and development of maritime tourism object potentials that are environment-friendly and sustainable. The research on the development of the potentials of Hoga Island’s maritime tourism object was conducted to aim at identifying the characteristic of the potentials of maritime tourism object and maritime society’s culture as well as the strategy of the local and central government in developing the potentials of maritime tourism object. This research was conducted by applying survey method and descriptive quantitative approach. The research data were collected by employing questionnaires. The questionnaires were given to three respondent groups, that are government, private, and informal leaders to have their responses regarding the development of the potentials of Hoga Island’s maritime tourism object’s. The research results indicates that there are three potentials assets of Hoga Island’s maritime tourism object that needs to be developed, that are: (1) natural tourism, (2) maritime tourism, and (3) education tourism. The appropriate development of the potentials of Hoga Island’s maritime tourism object is the development of integrated maritime tourism object potentials by considering the preservation of the natural resources and creating harmony between the elements of physical, socio-economical and social-cultural environment in the society.
Kata Kunci : Pengembangan potensi wisata,Atraksi wisata bahari,Atraksi budaya bahari,Panorama wisata bahari, development of tourist potentials, attraction of maritime tourism, attraction of maritime culture, panorama of maritime tourism, characteristic of maritime tou