Laporkan Masalah

Kesediaan membayar pengunjung wana wisata Kedungombo di Perum Perhutanui Unit I Jawa Tengah

IRWANTO, Giri, Prof. Dr. Ir. Chafid Fandeli, MS

2010 | Tesis | S2 Magister Kajian Pariwisata

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesediaan membayar biaya masuk oleh pengunjung dan untuk mengetahui faktor-faktor apakah yang mempengaruhi besarnya tambahan biaya masuk pengunjung Wana Wisata Kedungombo Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah Objek penelitian di Wana Wisata kedungombo, Jawa Tengah. Kesediaan membayar pengunjung untuk mendapatkan manfaat jasa rekreasi didekati dengan metode survey dengan menanyakan secara langsung kepada responden. Penerapan metode ini didasarkan pada karakteristik jasa rekreasi hutan sama dengan jasa lingkungan sebagai barang milik umum (public goods) yang merupakan sumber kegagalan pasar (market failure).Untuk mengetahui Faktorfaktor individu dan tempat rekresi yang berpengaruh digunakan analisis regresi binari logistik. Tingkat kesediaan membayar pengunjung diperoleh angka probabilitas 0,58. Dari dasar pembagian dengan dua kriteria yaitu rendah untuk probabilitas 0,50 kebawah dan tinggi untuk 0,51 keatas maka tingkat kesediaan membayar ini tergolong tinggi. Faktor yang mempengaruhi tingkat kesediaan membayar adalah pendapatan,atraksi dan amenitas. Faktor yang paling besar pengaruhnya adalah atraksi. Hal ini karena wana wisata Kedungombo mempunyai kelengkapan atraksi dengan adanya kombinasi antara rekreasi hutan dengan genangan air waduk kedungombo. Pengunjung masih bersifat lokal dengan didominasi responden yang berasal dari kabupaten grobogan. Pengunjung yang berasal dari daerah kabupaten Grobogan didominasi oleh kelas sosial menengah kebawah, lebih banyak jenis kelamin laki-laki yang berumur 21 tahun sampai 26 tahun dengan penghasilan diantara 1 juta sampai 1,5 juta rupiah. Pengelola dapat meningkatkan penerimaan dengan meningkatkan harga karcis sekarang mengingat responden yang bersedia membayar diperoleh nilai rata-rata kemungkinan 0,58 apabila dibandingkan nilai netral yaitu 0,50 maka ada perbedaan dengan responden yang tidak bersedia membayar sebesar 0,8.. Kenaikan harga karcis ini harus disertai dengan peningkatan daya saing produk baik atraksi wisata dan amenitas. Pendapatan pengelola dapat ditingkatkan juga melalui pengembangan pengelolaan yang terprogram dengan baik, diskriminasi harga dan promosi yang tepat.

The research aims to find out the level of willingness to pay for the entrance fee and explore the factors contributing to the amoùnt of additional entrance fee paid by the visitors of Wana Wisata Alam (The Natural Recreational Forest) Kedungombo Perum Pcrhutani (The State-owned Forest Management Company) Unit I Central Java. hie research was conducted in Wana Wisata Kedungombo, Central Java. The visitor’s willingness to pay for benefit of recreat4ional service was approached with a survey method conducted through direct interviews with the respondents. The method was used based on the fact that the characteristics of forest-based recreational service is the same as the environmental service as public goods considered as the source of market failure. To find out the influential individual factors and recreational resorts, Binary Logistic Regression Analysis was used. The rate of visitor’s willingness to pay is indicated by probability value 0.58. The rate, based on the division with two criteria: low for probability "symbol" 0.50, and high for probability "symbol" 0.51, is categorized into high. The factors contributing to the willingness to pay are income, attractions, and amenities. The most contributing factor ¡s attractions as Wana Wisata Kedungombo has mixed attractions with the combination of recreational forest and inundated water in Kedungombo Dam. The visitors arc in general domestic tourists, most of whom come from Grobogan District. Those visitors are dominated by lower middle social class, who mostly are male aged 21 to 26 years of age and receive monthly earning from 1 to 1.5 million rupiahs. The management of Wana Wisata Kedungombo can increase the revenue by raising the ticket price based on the fact that the respondents with the willingness to pay are indicated with the mean of probability 0.58 compared to the neutral value which is 0.50. It, therefore, suggests that the difference rate between those two groups ¡s 0.8. The hike in ticket price shall be followed with the improved competitive advantages of the products both tourist attractions and amenities. The revenue of the management can also be increased with well-planned management, price discrimination and effective promotion.

Kata Kunci : Wana wisata Kedungombo,Kesediaan membayar (Willingness to pay)


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.