Pemahaman masyarakat Bireuen terhadap program re-integrasi di bidang sosial dan kesejahteraan rakyat
RAHMI, Prof. Dr. Susetiawan S.U
2010 | Tesis | S2 SosiologiReintegrasi di bidang sosial dan kesejahteraan merupakan salah satu program yang bertujuan untuk memberikan keadilan, keamanan, dan kesejahteraan bagi masyarakat konflik, sehingga terciptanya suatu keadaan yang kondusif dalam bingkai Negara kesatuan Republik Indonesia. Program reintegrasi yang diberikan kepada masyarakat konflik dilaksanakan oleh Badan Reintegrasi Aceh dan telah berjalan meliputi beberapa sub bidang antara lain: 1. Pemberian jaminan sosial yang layak, 2. Pemberian harta publik dan personal yang rusak, 3. Pemberian bantuan pendidikan dan kesehatan, 4. Pemberian jaminan hidup, 5. pemberian jaminan hayat. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dimana berusaha untuk melihat sejauh mana masyarakat memahami program dan bagaimana implementasi program reintegasi telah berjalan dilapangan. Hal ini sangat penting dilakukan, guna mengetahui apakah tujuan yang ingin dicapai dari reintegrasi telah tercipta ataukah belum, dan apakah sistem pelaksanaan bantuan yang diterapkan oleh pihak BRA telah sesuai dengan konsep teori perdamaian yang sesungguhnya. Pada pelaksanaan program reintegrasi dibidang sosial dan kesejateraan rakyat di lapangan belum berjalan secara maksimal. Hal ini terlihat dari banyaknya persoalan-persoalan yang terjadi pada proses pelaksanaan, antara lain tidak adanya sosialisasi atau informasi yang jelas kepada pihak pelaksana program ditingkat kecamatan yang dilakukan oleh BRA, sehingga proses kerjasama tidak berjalan secara baik. Dalam proses penyaluran bantuan yang diberikan kepada pelaku konflik, pihak BRA tidak menetapkan syarat-syarat yang rumit, sehingga masyarakat pelaku konflik dengan kriteria ini dapat langsung menerima bantuan. Hal sebaliknya terjadi pada masyarakat imbas konflik, dimana mereka harus menunggu lama dalam proses penyaluran bantuan dan proses pendanaan dilakukan secara bertahap,akibatnya banyak masyarakat imbas konflik merasa cemas apakah mereka akan dibantu nantinya ataukah tidak. Kondisi pelaksanaan program yang dilakukan BRA dengan cara seperti ini, mengidentikasikan bahwa adanya diskriminasi yang dilakukan BRA yaitu antara masyarakat pelaku konflik dan masyarakat imbas konflik.
Reintegration of welfare and social aspects is a program to give fairness, safety and prosperity to conflicting people as to create a conductive condition in a framework of Unification State of Indonesian Republic. Reintegration program given to conflicting people is implemented by Aceh Reintegration Agency and working in some sub-aspects, such as: (1) provision of proper social assurance, (2) provision of damaged personal and public properties, (3) provision of health and educational support, (4) provision of life assurance, provision of subsistence assurance. The method used in this research was qualitative-descriptive, trying to understand on how people understood program and how reintegration program was implemented well in field. It was highly necessary to do to understand whether achievable goal of reintegration had come true or not yet, and whether support performance system applied by BRA had adapted to real peace theory concept. Reintegration program implementation, in relation to people’ prosperity and social aspects, had not worked maximally in field. It was seen from many problems occurring in implementation process, such as, absence of clear information or socialization to program implementers in sub-district levels conducted by BRA, so that cooperation process did not work well. BRA did not establish complex requirements so that conflicting people, in these criteria, could receive support directly. On the other hand, it occurred in people with conflict result, where they had to wait for support distribution process longer and funding process was made gradually, as result, many people with conflict result felt worry whether they would be supported latter or not. Condition of program implemented by BRA, in such way identified that there was discrimination of BRA, between conflicting people and people with conflict result.
Kata Kunci : Pemahaman masyarakat Bireuen,mplementasi program,Konflik,Bidang sosial,Kesejahteraan rakyat