Laporkan Masalah

Denegaranisasi dinamika perubahan kelurahan menjadi Gampong di Kota Banda Aceh Provinsi Aceh

FAUZAN, Said, AAGN. Ari Dwipayana, S.I.P.,M.Si

2010 | Tesis | S2 Ilmu Politik

Penelitian bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengapa perubahan kelurahan menjadi gampong terjadi di Aceh khususnya di Banda Aceh sekarang. Adapun latar belakang penelitian ini bahwa selama ini terjadi perubahan dari desa (gampong) menjadi kelurahan di daerah perkotaan akan tetapi ada fenomena baru di Aceh semua kelurahan di daerah perkotaan dirubah menjadi gampong dan ini merupakan fenomena pertama di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informasi diperoleh melalui wawancara mendalam yang di dukung oleh observasi dan dokumentasi untuk mengetahui bagaimana proses dan mengapa perubahan kelurahan menjadi gampong itu dapat terjadi. Dalam rangka menjawab mengapa terjadi perubahan menjadi gampong, maka ada tiga konteks yang dillihat yakni; Kebangkitan Identitas Lokal yang terjadi pasca berakhirnya era otoritarian, lahirnya Undang-Undang Pemerintahan Aceh Nomor 11 Tahun 2006 dan program BKPG (Bantuan Keuangan Peumakmoe Gampong) yang dilakukan oleh Pemerintah Aceh. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan kelurahan menjadi gampong merupakan fenomena pertama di Indonesia. Perubahan kelurahan menjadi gampong karena denegaranisasi yang digerakkan oleh kebangkitan politik identitas lokal sebagai bentuk resistensi lokal terhadap negaranisasi pada masa lalu. Respon masyarakat terhadap perubahan ini pada persoalan kekuasaan berupa pengembalian kepemimpinan dari negara kepada masyarakat melalui pemilihan geuchik dari komunitasnya. Pada tataran gagasan kembali ke gampong semua elemen masyarakat Aceh sepakat bahkan pemerintah pusat juga sependapat akan hal ini. Namun pada tataran proses perubahannya ada dinamika antara Pemerintah Aceh dengan Pemerintah Kota Banda Aceh. Pemerintah Aceh mendorong percepatan perubahan ini melalui progam bantuan keuangan ke gampong dan Pemerintah Kota Banda Aceh tidak mau kehilangan momentum program ini sehinga inisiatif perubahan ini melalui sebuah peraturan walikota tanpa menunggu perumusan qanun selesai dilakukan

The research aimed to get an idea why the change occurred village to village in Aceh, particularly in Banda Aceh now. The background of this research is that so far there is a change from the village (gampong) to be a village in the urban areas (kelurahan). But there is a new phenomenon in every village in Aceh's urban areas (kelurahan) are converted into village (gampong). This is the first phenomenon in Indonesia. This study uses qualitative descriptive approach. Information was collected through in-depth interview which is supported by the observation and documentation to find out why a village administrative changes that can occur. In order to answer why there is a change to village, there are t hree contexts namely; awakening Local Identity happened end of the authoritarian era, the birth of Aceh Government Law No. 11 Year 2006 and the program BKPG (Financial Assistance Peumakmoe Village) conducted by Government Aceh. Results from this study show that changes in the village because the village denegaranisasi driven by the resurgence of local identity politics as a form of local resistance against negaranisasi in the past. Community responses to these changes on issues such as power returns to the community leadership of the country through elections geuchik of his community. All elements of Acehnese society and even the central government a gree on the idea of returning to the village. But there are have dynamics process at the process between the Government of Aceh and the City Government of Banda Aceh when change it. The Aceh government encouraged the acceleration of these changes through a program of financial assistance to the village and the City Government of Banda Aceh did not want to lose momentum this program so that these change initiatives through a mayor without waiting for the formulation of regulation qanun completed

Kata Kunci : Kelurahan,Perubahan,Gampong


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.