Laporkan Masalah

Implementasi kebijakan program revitalisasi perkebunan kelapa sawit :: Studi implementasi kebijakan program revitalisasi perkebunan kelapa sawit di Desa Tamiang kecamatan Bulik Kabupaten Lamandau

PERDIE, Drs. Haryanto, M.A

2010 | Tesis | S2 Ilmu Politik

Implementasi perkebunan sawit di Indonesia merupakan salah satu topik yang sangat menarik untuk dikaji, terutama dari perspektif sosial politik dan otonomi daerah. Salah satu daerah yang sedang giat memberdayakan perekonomian masyarakat melalui perkebunan kelapa sawit adalah Kabupaten Lamandau, khususnya di desa Tamiang Kecamatan Bulik. Desa Tamiang merupakan salah satu sasaran lokasi implementasi kebijakan program revitalisasi perkebunan kelapa sawit dengan sisitem pola kemitraan yang terbangun antara masyarakat Desa Tamiang melelui lembaga koperasi Batu Sagulak Ramay Malaju dengan Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit Swasta yaitu PT. Pilar Wanapersada. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang Implementasi kebijakan Program Perkebunan Kelapa Sawit di Desa Tamiang, Penulis mengadakan penelitian tentang Program Revitalisasi di Kabupaten Lamandau dengan judul “IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PROGRAM REVITALISASI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT” (Studi Implementasi Kebijakan Program Revitalisasi Perkebunan Kelapa sawit Di Desa Tamiang Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau). Penelitian ini terutama difokuskan pada suatu masalah, yaitu : “Mengapa Masyarakat di Desa Tamiang Kecamatan Bulik Kabupaten Lamandau “patuh/tunduk” atas Implementasi Kebijakan Program Revitalisasi Pekebunan Kelapa Sawit yang sebelumnya ditolak? “. Tujuan penelitian ini adalah untuk 1) Menelusuri mengapa masyarakat pada akhirnya patuh kepada Implementasi Kebijakan Program Revitalisasi Perkebunan Kelapa Sawit di Desa Tamiang Kecamatan Bulik Kabupaten Lamandau, 2) Mengetahui sejauh mana dampak implementasi Kebijakan Program Revitalisasi Perkebunan Kelapa Sawit terhadap masyarakat terutama dalam kondisi sosiso-kultural dan tingkat perekonomian di Desa Tamiang Kecamatan Bulik Kabupaten Lamandau, 3) menemukan berbagai dampak yang dihasilkan oleh implementasi Kebijakan Program Revitalisasi Perkebunan Kelapa Sawit terhadap lingkungan hidup yang di Desa Tamiang Kecamatan Bulik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif analitis, yaitu penelitian yang menekankan pada prosedur pemecahan masalah yang diselidiki dengan menggambarkan atau melukiskan suatu objek penelitian berdasarkan fakta-fakta yang ada. Data diperoleh melalui penelitian pustaka (library research) dan penelitian lapangan (field research) dengan cara teknik wawancara dan observasi terhadap para responden yang berasal dari masyarakat petani kebun, tokoh masyarakat, aparat desa dan pengurus koperasi, pejabat daerah dan pihak perusahaan serta berbagai sumber lain. Data yang diperoleh melalui penelitian selanjutnya dianalisis secara induktif kualitatif untuk mendapatkan kesimpulan. Dari hasil penelitian, penulis berkesimpulan bahwa pada tahap awal masyarakat di Desa Tamiang menolak pelaksanaan Program Reviatalisasi Perkebunan Kelapa Sawit dengan alasan program ini akan merusak tatanan hidup mereka yang selama ini tergantung dengan alam sekitar serta keraguan program tersebut tidak mampu meningkatkan pendapatan masyarakat lokal dan hanya menguntungkan pihak perusahaan. Melalui pendekatan musyawarah, pemberian bantuan serta rekruitmen menjadi karyawan, masyarakat akhirnya “patuh/tunduk” atas program tersebut dan ikut terlibat secara aktif dalam mengelola dan melaksanakan program tersebut. Melalui analisis ini, penulis menyimpulkan bahwa sebuah kebijakan yang lebih menekankan pada pendekatan top-down selalu berujung pada penolakan masyarakat atau menimbulkan resistensi dari masyarakat yang menjadi target sasaran kebijakan tersebut. Penulis menyarankan bahwa dimasa yang akan datang sebuah kebijakan harus lebih banyak bertumpu pada pendekatan bottom-up.

The implementation of oil palm plantations in Indonesia is one of very interesting topics to be studied, especially from the perspective of socio-political and regional autonomy. One area which is being actively to empower the community's economy through the oil palm plantations is Lamandau District, particularly in the village of Tamiang District Bulik. Tamiang Village is one of location targets from the oil palm plantation policy implementation, a revitalization program with system of partnership pattern that is built between the Tamiang villages through cooperative institutions Sagulak Ramay Malaju Stone with Oil Palm Plantation Private Company, PT. Pillar Wanapersada. To find out more about the implementation of policy programs at the Village Oil Palm Plantations Tamiang, the author conducted research about Lamandau District Revitalization Program, titled "IMPLEMENTATION OF OIL PALM PLANTATION REVITALIZATION PROGRAM POLICY" (Implementation Study on the Revitalization Program Policy of lage Tamiang District, Bulik District, Lamandau). This research is primarily focused on a problem, namely: "Why in the Village Community District Tamiang District Bulik Lamandau" submissive / subject "of the Revitalization Program Policy Implementation Pekebunan Palm previously rejected?" The purpose of this study was to 1) Explore why people ultimately obedient to the Revitalization Program Policy Implementation in Oil Palm Plantation of District Tamiang Village, Bulik Lamandau District, 2) know the extent of implementation of the Revitalization Program Policy of Oil Palm Plantation from the society, especially in a state socio-cultural and the level of the economy in the District Tamiang Village, Bulik Lamandau District, 3) find a variety of impacts generated by the implementation of the Revitalization Program Policy of the Oil Palm Plantation on the environment which in the District Tamiang Village, Bulik. The method used in this research is analytical descriptive research method, i.e. researches focusing on troubleshooting procedures were investigated by depicting or describing an object of research based on existing facts. The data were obtained through library research and field research by the techniques of interview and observation from the respondents who came from peasant community gardens, community leaders, village officials, and cooperative management, local officials and the company as well as a variety of the other sources. Data obtained through further would be researched qualitativeinductively to obtain the conclusions. From the research, the author concludes that in the early stage, the society of Tamiang village rejected the implementation of Oil Palm Plantation Revitalization Program on the grounds that it would damage the structure of their lives that had been hanging with the nature around and thought the program only benefits the company. Through the deliberation approach facilitated by the Government, the assistance giving and the being staff acceptance, the community eventually "comply / submit" and being actively involved in managing and implementing the program. Through this analysis, the author concludes that a policy that put more emphasis on top-down approach always struggled on the refusal of or cause resistance from the people who become the policy target. The author suggests that future a policy should rely more on bottom-up approach.

Kata Kunci : Implementasi program,Program revitalisasi,Perkebunan kelapa sawit


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.