Rekrutmen pegawai negeri sipil :: Studi di Pemerintah Kota Yogyakarta
ZEBUA, Elman Sama'aro, Dr. Erwan Agus Purwanto
2010 | Tesis | S2 Magister Administrasi PublikSumber Daya Manusia yang berkualitas merupakan salah satu syarat dalam mewujudkan pelayanan yang berkualitas oleh pemerintah kepada masyarakat. Pengadaan pegawai negeri sipil merupakan rangkaian kegiatan perencanaan, pengumuman, pelamaran, penyaringan, pengangkatan calon pegawai negeri sipil sampai dengan pengangkatan Pegawai Negeri Sipil. Salah satu tahapan yang krusial dalam pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil adalah rekrutmen dengan kegiatan perencanaan, pengumuman dan pelamaran. Tahapan ini penting karena merupakan awal dari upaya mendapatkan pegawai yang berkualitas, juga merupakan “jendela†bagi publik untuk mengetahui keadaan organisasi pemerintah sekaligus komitmen pemerintah dalam melaksanakan pelayanan. Rekrutmen diawali dengan perencanaan berupa analisis jabatan untuk mengetahui deskripsi pekerjaan (job description), spesifikasi pekerjaan (job specification ), dan standar kinerja (job performance standard). Pada Pemerintah Kota Yogyakarta analisis jabatan menghasilkan peta jabatan, kualifikasi jabatan dan analisis beban kerja. Hasil analisis jabatan ini digunakan dalam penyusunan formasi sebagai dasar pengadaan calon pegawai negeri sipil. Tahapan ini dilanjutkan dengan strategi yang mengkaji dimana, bagaimana dan kapan rekrutmen dilaksanakan dan posisi entry dari pelamar. Strategi ini menjadi masukan untuk menemukan sumber rekrutmen. Tahapan selanjutnya merupakan kegiatan pengumuman yang diikuti pelamaran (penyerahan berkas lamaran) untuk menjadi bahan dalam pelaksanaan penyaringan (seleksi administrasi). Hasil seleksi administrasi akan ditindaklanjuti dengan tahapan pengumuman pelamar yang berhak untuk mengikuti tahapan selanjutnya (seleksi). Untuk mengetahui fenomena pelaksanaan rekrutmen calon pegawai negeri sipil Kota Yogyakarta, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh termasuk kebijakan yang diterapkan sehingga dapat digambarkan dengan baik untuk mendapatkan masukan guna menciptakan rekrutmen yang baik dan berkualitas, maka metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif-deskriptif. Penelitian ini menemukan secara substansial pelaksanaan rekrutmen di Pemerintah Kota Yogyakarta belum mencapai tujuan yang diharapkan dan hanya bersifat prosedural. Meskipun demikian adanya kebijakan tentang standar nilai pelamar dan kerjasama dengan pihak perguruan tinggi dalam hal ini Universitas Negeri Yogyakarta serta pemanfaatan internet menunjukkan keinginan untuk peningkatan kualitas pelamar. Peran pemimpin organisasi merupakan hal yang penting dalam menciptakan tranparansi, akuntabilitas serta koordinasi yang efektif. Kegagalan secara substansial diakibatkan oleh kelemahan dibeberapa tahapan. Analisis jabatan masih belum menghasilkan deskripsi jabatan yang jelas, sehingga berpengaruh terhadap kualitas pengumuman. Juga diperlukan konsistensi pemanfaatan analisis jabatan dalam penempatan pegawai. Pemanfaatan website dalam rekrutmen merupakan inovasi namun masih ada kelemahan dalam hal format registrasi, sehingga memungkinkan peluang terjadinya kesalahan dalam rekrutmen, hal ini juga didorong kurangnya antisipasi terhadap kemampuan karyawan dengan jumlah pelamar. Perencanaan anggaran belum berjalan dengan baik karena masih adanya tumpang tindih pos anggaran. Secara prinsipil didorong oleh regulasi kepegawaian yang masih meletakkan pembinaan kepegawaian dalam wewenang pejabat politik. Untuk mencapai keadaan ideal dalam pelaksanaan rekrutmen di Pemerintah Kota Yogyakarta, maka perlu dilakukan pembenahan di berbagai faktor yang mempengaruhi, (peran pemimpin organisasi, koordinasi, kemampuan karyawan dan anggaran). Pada akhirnya political will dari pemimpin organisasi dalam hal ini Walikota Yogyakarta dan pimpinan unit kerja dibawahnya akan menentukan bagaimana hal ini terwujud.
The qualified human resources is one of requirements in realizing government’s quality service for society. Civil servant procurements are series of planning, announcement, application, filtering, placement of civil servant candidate and placement of civil servant. A crucial step in procuring civil servant candidate is recruitment with planning, announcement and application activities. This step is important because it is beginning of effort to get quality employee and window for public to know government organization situation and government commitment in providing service. Recruitment is begun with planning of positon analysis to identify job description, job specification and job performance standard. In Yogyakarta municipality, position analysis are used in structuring formation as base for civil servant candidate procurement. This step is followed with strategy that evaluate where, how and when recruitment is done and entry position of applicant. The strategy is input to find out recruitment source. The next step is announcement followed with application step (delivery application files) as material in filtering step (administrative selection). Result of administrative selection will be followed with announcement of applicant that is accepted to follow next step (selection). To identify phenomena of civil servant candidate recruitment in Yogyakarta City, and to identify affecting factors including policy applied to get good description as input for good and quality recruitment process, this research used qualitative descriptive method. This research found out recruitment implementation in Yogyakarta municipality has not reached the expected objectives and was only procedural. However, policy of applicant standard score and cooperation with higher education such as Yogyakarta State University and use of internet indicated desire to improve applicant quality. Role of organization leader is important in creating in creating tranparance, accountability and effective coordination. Substansial failure was resulted from weakness in some steps. Position analysis has not resulted in clear position description that affected announcement quality. Consistency in position analysis usage in employee placement was required. Use of website in recruitment process is an innovation but there is still weakness in registration form that leads to possibility of recruitment error. The condition was also caused by less anticipation on employee capability and applicant amount. Budget planning has not run well because there is overlap of budget post. It was principally affected by employee regulation that place employee management in authority of political official. To achieve ideal condition in implementation of recruitment in Yogyakarta municipality, improvement should be done on various influencing sectors (organization leader role, coordination, employee capability and budget). Finally, political will of organization leader, in this case is Yogyakarta Major and head of working units will determine realization of the program.
Kata Kunci : Sumber daya manusia,Pegawai negeri sipil,Rekrutmen