China sebagai elemen penting dalam kebijakan pengembangan nuklir damai Amerika-India
SALEH, Yenni Astriaty, Prof. Dr. Ichlasul Amal
2010 | Tesis | S2 Ilmu Hubungan InternasionalTerdapat beberapa faktor yang mendorong disepakatinya kerja sama nuklir sipil antara India-AS yang tertuang dalam 123 agreement, misalnya faktor kerjasama pemenuhan energi, kerjasama ekonomi dan keamanan dengan AS, serta trasfer teknologi. Namun bila dikaji lebih jauh, semua bentuk kerjasama yang tetuang dalam 123 agreement, dan kerja sama bidang ekonomi dan militer ini adalah upaya membendung membesrnya kekuatan China dengan menjadikan India sebagai pesaing utamanya di kawasan tersebut. Pertumbuhan ekonomi China yang pesat akibat tumbuhnya klaster-klaster industri besar dan menengah di China dihawatirkan menjadi ancaman besar yang dapat meruntuhkan hegemoni AS dan mengangu stabilitas keamanan kawasan. Hal ini disebabkan karena China saat telah menjadi raksasa Asia yang tidak hanya memiliki pendapatan negara yang tinggi tetapi juga memiliki kekuatan militer yang cukup besar baik dari segi jumlah personel maupun peralatan militernya. Selain itu sebagai salah satu anggota nuclear club, China mempunyai hak yang sama seperti AS sebagai nuclear state yaitu dapat membangun persenjataan nuklir. Hal ini merupakan aset masa depan bagi lahirnya negara yang berpengaruh besar di kawasan Asia. Oleh karena itu, kemajuan China beberapa dekade terahir ini menimbulkan kekhawatiran bagi AS dan negara sekutunya (India, Jepang, Korea Selatan dll) terutama yang mengalami masalah perbatasan, masalah politik akibat perang dunia ke II serta masalah penguasaan daerah-daerah tertentu yang mengalami perseteruan seperti Taiwan ataup un Tibet. Ambisi China untuk tampil sebagai kekuatan politik, militer dan ekonomi dikawasan Asia harus secepatnya diantisipasi. Kemandirian China dibidang ekonomi dan militer yang menyebabkan China. menjadi negara yang berpengaruh dan kuat harus segera di bendung karena dengan menguatnya pengaruh ekonomi dan militer, China dapat memainkan peranan penting dalam menentukan pola-pola realiansi di kawasan, dan memiliki insentif kuat dalam memainkan politik perimbangan kekuatan dikawasan. kehawatiran ini terlihat ketika Departemen Pertahanan AS, pada rabu 20 juli 2005, mengeluarkan laporan yang menyatakan bahwa pembangunan militer China telah menimbulkan ancaman bukan saja bagi kawasan tapi bagi Amerika .
As a mainstream in international relations theory, realist always assume that foreign policy cannot separated from national interest. Government as representatives of a nation makes a rational calculation before decide a political action, especially in relations with another country. This thesis, entitled “China as the Important Element on United States-India Peaceful Nuclear Development Policy†tries to analyze the cooperation between US and India using the realist perspectives. Since 2005, US-India signed nuclear agreement in Washington DC. US guarantee nuclear technology transfer and fulfill India reactor fuel supply. On the other hand, India agreed supervision from International Atomic Energy Agency, India also not allowed processing or reselling nuclear fuel. Why US agree to help India? As we know at the end of 1980, India tries to make nuclear development cooperation. So did in the middle of 1990’s. But US government refused. Using national interest concept, we will found the China factor. By the end of 1990’s China emerge as one of the world economic power. Become a new competitor for US. China economic improvement also pushes military development. China military expenditure in 2006 was around 56 billion US dollar, the third biggest military budget after US and Russia. On the other hand, US influences in Asia decrease. US economic development was stable or decreases. By those facts, we can assume that US use nuclear cooperation with India, to push India economic and military development to balance China’s power in the region (soft-containment policy). India chosen by US in the region because India’s economic development was increase rapidly and being fifth rank in the world. India and China also had a historical conflict root, especially in border of those neighbor countries. By helping India emerge as the new world power, US calculate it will slowdown China development. US rational choice to fulfill its national interest; protects its national economics and preserve it’s position in international relations as the world super power.
Kata Kunci : Pengembangan nuklir,China,Amerika,India,Kebijakan