Laporkan Masalah

Dampak inflasi terhadap ketimpangan pendapatan dan kemiskinan di Indonesia, 1976-2008

RAHMAH, Yuyun Prihatining, Dr. Samsubar Saleh, M.Soc.Sc

2010 | Tesis | S2 Magister Ekonomika Pembangunan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak laju inflasi terhadap ketimpangan pendapatan dan kemiskinan di Indonesia selama periode waktu 1976-2008. Data sekunder dalam penelitian ini meliputi data koefisien Gini kota, koefisien Gini desa, koefisien Gini Indonesia, distribusi pendapatan dalam kelompok 40 persen penduduk berpendapatan terendah (Q12), kelompok 40 persen penduduk berpendapatan menengah (Q34), dan kelompok 20 persen penduduk berpendapatan tertinggi (Q5), persentase kemiskinan kota, persentase kemiskinan desa, persentase kemiskinan Indonesia, laju inflasi, tingkat pengangguran terbuka, dan Upah Minimum Regional (UMR). Alat analisis yang digunakan adalah analisis regresi tunggal dan berganda. Dari hasil analisis diketahui bahwa kenaikan laju inflasi berpengaruh pada peningkatan pengeluaran 40 persen penduduk berpendapatan terendah (Q12) dan penurunan pengeluaran 20 persen penduduk berpendapatan tertinggi (Q5). Kenaikan laju inflasi waktu lalu berpengaruh terhadap peningkatan pengeluaran 40 persen penduduk berpendapatan menengah (Q34) dan penurunan angka koefisien Gini di Indonesia terutama di daerah perdesaan. Kenaikan laju inflasi akan memperparah tingkat kemiskinan baik di kota maupun di desa. Kenaikan laju inflasi masa lalu akan meningkatkan persentase kemiskinan di desa. Kenaikan tingkat pengangguran waktu lalu berpengaruh pada peningkatan angka koefisien Gini Indonesia dan peningkatan pengeluaran 20 persen penduduk berpendapatan tertinggi (Q5). Pertumbuhan UMR berpengaruh menurunkan pengeluaran 40 persen penduduk berpendapatan menengah.

This study aims to examine the impact of inflation on income inequality and poverty in Indonesia during 1976-2008. The secondary data in this study include the data of urban Gini coefficient, village Gini coefficient, Gini coefficient of Indonesia, the distribution of income within the group of 40 percent lowest-income (Q12), the group of 40 percent middle-income (Q34), and the group of 20 percent highest-income (Q5) of the population, the percentage of urban poverty, the percentage of rural poverty, the percentage of Indonesian poverty, the inflation rate, the unemployment rate, and the Minimum Wage. Analysis tool used in this study are single and multiple regression analysis. The results show that the rate of inflation effected to increase the spending of 40 percent lowest-income population (Q12) and decrease the spending of 20 percent highest-income population (Q5). The lag of inflation rate effected increase the spending of 40 percent middle-income population (Q34), and can decrease the Gini coefficient in Indonesia, especially in rural areas. The inflation rate increase the percentage of urban and rural poverty. The lag of inflation rate increase percentage of rural poverty. The increasing on the lag of unemployment rate effect on the increasing number of Indonesian Gini coefficient and increasing the spending of 20 percent highest-income population (Q5). The growth of regional minimum wage affected to decrease the spending of 40 percent middle-income population.

Kata Kunci : Ketimpangan pendapatan,Kemiskinan,Laju inflasi,Pengangguran,Upah minimum regional


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.