Laporkan Masalah

Analisis pengelolaan aset tetap (Tanah dan bangunan) milik Pemerintah Kabupaten Manggarai Propinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2010

BOSKO, Rubertus Cassidy, Dr. Wakhid Slamet Ciptono, M.B.A.,M.P.M

2010 | Tesis | S2 Magister Ekonomika Pembangunan

Laporan Keuangan Pemerintah Daerah adalah suatu bentuk pertanggungjawaban pemerintah daerah kepada stakeholder yang didalamnya mencakup berbagai macam pekerjaan yang membutuhkan keuangan, termasuk komponen aset yang tercermin dalam neraca daerah dimana setiap tahun dibuatkan laporannya setelah pelaksanaan anggaran. Salah satu unsurnya adalah pengelolaan aset. Penelitian ini menganalisis permasalahan yang terjadi pada penyajian nilai aset tetap pada neraca daerah yang tidak dapat duji silang dengan buku inventaris, yaitu adanya ketidaksesuaian antara nilai aset tetap (tanah dan bangunan) pada bidang akuntansi dan bidang pengelolaan aset. Tujuannya adalah pertama menganalisis faktor penyebab ketidaksesuaian antara nilai aset tetap (tanah dan bangunan) pada bidang akuntansi dan bidang pengelolaan aset kedua menganalisis perbedaan pandangan/persepsi responden berdasarkan level manajemen, yaitu manajemen atas, menengah dan bawah dalam pengelolaan aset/barang milik daerah. Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari responden yang dipilih dari pegawai yang terlibat langsung dalam pengelolaan barang daerah dan pegawai yang bertugas membuat laporan keuangan, dengan mengunakan teknik purposive sampling dengan sampel sebanyak 78 responden. Variabel yang digunakan adalah perencanaan, penatausahaan, peningkatan produktivitas dan pembinaan,pengawasan dan pengendalian yang dikur dengan menggunkana skala likert dengan 18 pertanyaan. Penelitian menemukan adanya ketidak sesua ian nilai aset tetap akibat belum menerapkan sepenuhnya ketentuan pengelolaan aset/barang milik daerah sebagaimana yang diatur dalam Permendagri No. 17 Tahun 2007 tentang pedoman teknis pengelolaan barang milik daerah.

Local Government Financial Report is a form of local government accountability to stakeholders in which cover a variety of jobs that require finance, including asset component that is reflected in the area where every year the balance sheet made its report after the implementation of the budget. One of the elements is asset management. This research analyzes the problems that occurred in preparing the balance sheet value of fixed assets in areas that can not be tested cross with the book inventory, namely the existence of a discrepancy between the value of fixed assets (land and buildings) in the field of accounting and asset management sector. The first objective is to analyze the factors causing a discrepancy between the value of fixed assets (land and buildings) in the field of accounting and asset management sector, Second analyze the different views / perceptions of respondents based on level of management, namely top management, middle and bottom in the management of assets / property of the region. This study uses primary data and secondary data. The primary data obtained from respondents who were selected from employees who were directly involved in the management of local goods and personnel in charge of making financial reports, using purposive sampling technique with a sample of 78 respondents. Variables used are the planning, administration, increased productivity and coaching, supervision and control with 18 Likert scale questions. The study found a lack of corresponding value of fixed assets due to not fully implement the provisions of the management of assets / property of the area as set out in Permendagri No. 17 Tahun 2007 concerning the technical guidelines for the management of the region's property.

Kata Kunci : Pengelolaan aset,Perencanaan,Penatausahaan,Peningkatan produktivitas,Pembinaan,Pengawasan dan pengendalian,Barang milik daerah


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.