Analisis yuridis putusan hakim terhadap akta pemberian hak tanggungan yang cacat hukum :: Studi kasus Putusan Hakim Nomor 09/Pdt G/2004/PN.Yk di Pengadilan Negeri Yogyakarta
KRIPTIANI, Anita, Ninik Darmini, S.H.,M.Hum
2010 | Tesis | S2 Magister KenotariatanPenelitian ini adalah untuk mengetahui tentang Pertimbangan hukum apakah yang digunakan oleh hakim dalam memutuskan Akta Pembebanan Hak Tanggungan dengan nomor perkara 09/PdtG/2004/PN.Yk adalah cacat hukum. Sebagaimana diketahui bahwa notaris selaku pejabat umum adalah pejabat yang khusus diberikan kewenangan untuk membuat akta dan menandatangani akta dari perjanjian para pihak yang sekaligus dapat memberikan perlindungan hukum dan kepastian hukum atas aktanya kepada masyarakat. Namun, terkadang justru timbul suatu permasalahan terhadap akta yang dibuat oleh notaris dikarenakan adanya pelanggaran atau penyalahgunaan kewenangan. Sehingga akta tersebut menjadi akta yang batal dan tidak mempunyai kekuatan hukum. Apabila hal tersebut terjadi, maka bagaimana akibat hukum atas akta notaris yang diputuskan batal demi hukum bagi para pihak?. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif-empiris. Dalam penelitian ini yang dimaksud dengan penelitian normatif adalah penelitian yang dilakukan dengan cara penelitian kepustakaan untuk memperoleh data sekunder . Sedangkan penelitian empiris adalah penelitian yang mengutamakan penelitian lapangan sehingga guna memperoleh data primer/data dasar dilakukan secara langsung terhadap obyek yang diteliti, yaitu dengan cara wawancara. Pertimbangan hukum yang digunakan oleh hakim dalam memutuskan sengketa mengenai Akta Pemberian Hak Tanggungan tersebut adalah karena dalam pembuatan Akta Pemberian Hak Tanggungan tersebut terdapat unsur penyalahgunaan keadaan (misbruik van de omstandigheiden). Akibat hukum terhadap akta yang di putus batal bagi para pihak dalam kasus ini adalah Akta Pemberian Hak Tanggungan tersebut menjadi batal demi hukum sehingga menyebabkan hak tanggungan yang ada di dalamnya menjadi hapus dan harus diroya agar terbebas dari hak tanggungan yang tadinya melekat terhadap tanah tersebut.
This research aims to know what kind of the legal judgment used by judges when they decided the insurance right conferral certificate with case Number 09/Pdt G/2004/PN.Yk namely fault of law. As we know, Notary is public official who is given special competence to make certificate and sign certificate and testament among the parties. Besides that, Notary can give protection of law and certainty of law of his certificate against society. Sometime, a case appears in certificate made by notary because of law infringement and abuse of competence. So, the certificate default of law and does not have certainty of law. When it occurs, what kind of law result and certificate of notary decided default of law to the parties. This research is normative and empirical judiciary research. In this research normative research means a research carried out by means of library research to obtain secondary data. Whereas, empirical judiciary research is a research giving priority to field research. So that, to find the primary data or basic data, the writer used direct research to the object researched, namely by means of interview. Legal judgment which is used by judges when they decided dispute or lawsuit about the insurance right conferral certificate is because within making process of the insurance right conferral certificate there was element of abuse condition (misbruik van de omstandigheiden). The result of law of certificate which was decided by judge is fault to the parties, in this case the insurance right conferral certificate is fault of law, therefore. The adjudication caused each insurance right inside of that fault and the land becoming the object of insurance right is fault and must be scratched in order to free from insurance right which just was adhered to the land
Kata Kunci : Analisis,Putusan hakim,Akta yang cacat hukum