Pengawasan terhadap notaris yang berkedudukan sebagai anggota Majelis Pengawas Daerah di Kabupaten Sleman
MANULANG, Tiur Mai Rini Br, Sigid Riyanto, S.H.,M.Si
2010 | Tesis | S2 Magister KenotariatanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengawasan yang dilakukan terhadap notaris yang berkedudukan sebagai anggota MPD dan kendalakendala apa sajakah yang dihadapi dalam melakukan pengawasan di Kabupaten Sleman. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian pendekatan yuridis empiris. Pengumpulan data dan informasi diperoleh dari penelitian kepustakaan dan penelitian lapangan yang dilakukan dengan wawancara dengan responden dan narasumber yang merupakan anggota MPD yang terdiri dari unsur notaris, unsur pemerintah dan unsur akademisi. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Teknik pengampilan sample menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan yang dilakukan terhadap notaris yang berkedudukan sebagai anggota Majelis Pengawas Daerah Notaris kabupaten Sleman tidak memiliki perbedaan dengan pengawasan yang dilakukan terhadap notaris lainnya yang tidak berkedudukan sebagai anggota Majelis Pengawas Daerah Notaris. Pengawasan dilakukan oleh anggota MPD itu sendiri. Pengawasan yang dilakukan yaitu dengan pengawasan sistem saling silang, dimana notaris yang sebagai anggota MPD akan diperiksa oleh notaris lain yang berasal dari Tim Pemeriksa yang berbeda karena notaris tidak dapat melaksanakan pengawasan terhadap dirinya sendiri. Adapun aspek-aspek yang diawasi meliputi aspek administrasi, aspek aktanya dan aspek kelengkapan kantornya sedangkan Kendala yang dihadapi dalam melakukan pengawasan diantaranya yaitu berkaitan dengan kesibukan masing-masing anggota MPD kabupaten Sleman menjadi hambatan dalam melakukan pengawasan. Mengingat, bahwa anggota MPD terdiri dari 9 (Sembilan) orang yang masing- masing berasal dari unsur yang berbeda. Selain itu juga kurang nya anggaran dalam melakukan pengawasan juga merupakan kendala yang sangat terasa dikarenakan kegiatan sebagai MPD yang sangat banyak.
This research aim to know how observation have done to notary is wellestablished as NRSC and what’s many constraints that faced in doing observation to Sleman Regency. This research was conducted using empirical research methods juridical approach. The collection of data and information obtained from library research and field research conducted by interviews with respondents and informants who are members of MPD, which consist of a notary public, with government and academia. The data obtained were analyzed by descriptive qualitative. Technique to take the sample using purposive sampling method. The result indicates that observation is done to notary which well-established as Notary Region Supervisor Councilor of Sleman Regency doesn’t have difference with observation is done to the other notary which not domiciles as the member Notary Region Supervisor Councilor. Observation done by NRSC itself. Observation done that is with observation intercross system, where notary who as member of NRSC will investigated by other notary that coming from different investigator team because notary cannot execute observation to their/his self. As for aspects observed include administration aspect, it’s act aspect and it’s completeness of office aspect, while constraints that faced in doing observation between it i.e. relating each bustle of NRSC Sleman Regency the member of Notary Region Supervisor Councilor become obstacle in doing observation. Remember, that NRSC member consisted of 9 (nine) people who each comes from different element. Beside also lack of budget in doing observation also constitute a real constraint felt because of activity as NRSC a real many.
Kata Kunci : Pengawasan,Notaris,Majelis Pengawas Daerah