Peran Daliken Si Telu dalam menyelesaikan sengketa waris pada masyarakatBatak Karo di Kecamatan Kabanjahe
SIBERO, Anselma Mildani, Pudjiastuti, S.H.,S.U
2010 | Tesis | S2 Magister KenotariatanPenelitian ini bertujuan Untuk mengetahui peran Daliken Si Telu (Rakut Si Telu) dalam menyelesaikan sengketa warisan dan untuk mengetahui kendalakendala apa sajakah yang ditemui oleh Daliken Si Telu (Rakut Si Telu) dalam menyelesaikan sengketa warisan di Kecamatan Kabanjahe. Penelitian ini dilakukan melalui pendekatan Yuridis Sosiologis. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer dilakukan melalui wawancara dengan responden yang tehnik pengambilan sampelnya adalah Purposive Sampling, serta wawancara terhadap para narasumber. Data sekunder diperoleh melalui studi kepustakaan untuk memperoleh bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Selanjutnya, keseluruhan data yang diperoleh kemudian di analisi secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa Peran Daliken Si Telu (Rakut Si Telu) dalam menyelesaikan sengketa warisan di Kecamatan Kabanjahe adalah sangat penting karena Daliken Si Telu disini diibaratkan sebagai Tuhan yang nampak (kelihatan) yang sangat dihormati dan dihargai kedudukannnya. Pada prinsifnya masalah yang dimusyawarahkan oleh pihak Daliken Si Telu dapat terselesaikan dengan bijaksana, tetapi ada pengecualian karena para pihak yang bersengketa tidak memaknai Daliken Si Telu sebagai Tuhan yang nampak (kelihatan). Sedangkan hambatan-hambatan dalam menyelesaikan sengketa warisan di Kecamatan Kabanjahe biasanya terletak pada pihak-pihak yang bersengketa, dikarenakan pihak ini beranggapan bahwa peran dan kedudukan dari Daliken Si Telu pada Masyarakat Batak Karo sudah tidak relevan lagi sekarang, karena ada Pengadilan yang menurut mereka lebih dapat memberikan rasa keadilan yang tanpa memandang apapun. Kendala yang lain terletak pada sifat ketamakan pribadi yang bersengketa khususnya masalah warisan, dimana para pihak menganggap bahwa bagian yang diterimanya tidak dirasakan adil pembagiannya. sedangkan kendala lainnya terletak pada para Daliken Si Telu, adanya sikap yang tidak netral karena kedekatan suatu hubungan emosional yang menyebabkan memihak salah satunya. Kurangnya pemahaman mengenai pengetahuan adat yang sangat mendalam mempengaruhi dan mengahasilkan suatu keputusan dan nasehat menjadi tidak bijak.
This research intended to find out the role of Daliken Si Telu (Rakut Si Telu) in settling the heir dispute and to find out the barriers faced by Daliken Si Telu (Rakut Si Telu) in settling the heir dispute in Kabanjahe Subdistrict. This research was conducted through juridical sociologic approach. The data used in this research were primary and secondary data. The primary data was conducted through interview to the respondent by sample collection technique was purposive sampling, as well as interview to the source person. The secondary data was gained through literary study to gain primary, secondary and tertiary legal source. Furthermore, the entire data gained was then descriptively qualitatively analyzed. The result of this research shows that the role of Daliken Si Telu (Rakut Si Telu) in settling heir dispute in Kabanjahe Subdistrict is very important by reason Daliken Si Telu herein is symbolized as a visible (seen) God which highly esteemed and appreciated on his position. In principally the problem deliberated by the part of Daliken Si Telu can be wisely settled; however there is exceptionality on the ground the disputing parties do not consider Daliken Si Telu as an visible (seen) God. Meanwhile the barriers in the settlement of heir dispute in Kabanjahe Subdistrict is usually lied on the disputing parties, by reason these parties are considered have role and position from Daliken Si Telu in Batak Karo Community is not relevant to present day, because there is a court which according to them can give more nonalignment fairness sense. The other barriers lie in the gredy character of related persons in particularly the case of heir where the parties consider that the part they accepted is not felt as fair concerning on the distribution. Meanwhile the other barriers lies in Daliken Si Telu, the existence of neutral trait on the ground of familiarity of emotional relationship caused one parties help other party. The lack of deep comprehension concerns on custom influenced and results unwise decision and suggestion.
Kata Kunci : Peran Daliken Si Telu,Waris,Masyarakat Batak Karo