Laporkan Masalah

Kajian simulasi pengembangan sumber daya air di DAS Serang

ALFIANTO, Ardian, Dr. Ir. Bambang Yulistyanto

2010 | Tesis | S2 Teknik Sipil

Daerah Aliran Sungai (DAS) Serang terletak di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pembagian Daerah Pelayanan (Water District) di DAS Serapg terdiri dari Tinaiah, Girimulyo, Sambiroto, Kalibawang, Kokap, Papah, Pekikjamal, Pengasih, Sendangsari, Sermo, dan Temon. Area studi telah dikembangkan untuk daerah irigasi, pemnkiman, dan industri. Adanya rencana pembangunan Waduk Tinaiah dan Bandara Internasional yang akan dibangun di Kabupaten Kulon Progo akan memberikan pengaruh terhadap imbangan ketersediaan dan kebutuhan air di DAS Serang. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengkaji imbangan air yang terjadi di DAS Serang pada kondisi sekarang (2008) dan prediksi imbangan air mendatang sampai tahun 2028 dengan adanya pengaruh perubahan Efisiensi Irigasi, Waduk Tinaiah, serta adanya Bandara. Penelitian ini meliputi hitungan ketersediaan air dan kebutuhan air pada tahun 2008, 2013, 2018, 2023, dan tahun 2028. Ketersediaan air diperkirakan dengan model aliran dari Mock. Dengan menggunakan bantuan software RIBASIM, dilakukan alokasi air imtuk melihat imbangan air yang terjadi sampai tahun 2028. Penelitian ini dilakukan dengan beberapa kajian diantaranya kondisi eksisting, kondisi mendatang, kondisi mendatang terpengaruh perubahan Efisiensi Irigasi, kondisi mendatang terpengaruh Waduk Tinaiah, kondisi mendatang terpengaruh perubahan Efisiensi Irigasi dan Waduk, kondisi mendatang terpengaruh Waduk dan Bandara, serta kondisi mendatang terpengaruh perubahan Efisiensi Irigasi ditambah adanya Waduk dan Bandara. Studi ini menunjukkan bahwa pemenuhan kebutuhan air di DAS Serang hampir di seluruh daerah mengalami defisit air. Hasil prediksi defisit imbangan air sampai tahun 2028 (skenario 1) rata-rata adalah sebesar 7,347 mVdetik. Untuk kondisi tahun mendatang sampai tahun 2028 terpengaruh Efisiensi Irigasi (skenario 2), defisit rata-rata adalah sebesar 7,2362 mVdetik. Untuk kondisi sampai tahun 2028 terpengaruh Waduk (skenario 3), defisit rata-rata adalah sebesar 7,0967 mVdetik. Untuk kondisi sampai tahun 2028 terpengaruh Efisiensi Irigasi dan Waduk (skenario 4), defisit rata-rata adalah sebesar 6,8324 mVdetik. Untuk kondisi tahun 2028 terpengaruh waduk dan. bandara (skenario 5), defisit rata-rata adalah sebesar 7,2885 mVdetik. Sedangkan untuk kondisi tahun 2028 terpengaruh efisiensi irigasi, waduk dan bandara (skenario 6) defisit rata-rata adalah sebesar 7,2513 mVdetik. Kata kunci: ketersediaan air, kebutuhan air, efisiensi irigasi, Waduk Tinaiah

Serang watershed is located in Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. It consist of eleven water districts, i.e. tinalah, Girimulyo, Sambiroto, Kalibawang, Kokap, Papah, Pekikjamal, Pengasih, Sendangsari, Sermo, and Temon. Study are has been developed into irrigation, residental and industrial area. Kulon Progo future development plan in construction of Tinalah dam and international airport will affect the balance of water availability and demand in Serang watershed. This study is aimed to analyze the existing water balance in 2008 and to predict future condition that possibly occurs due to change in irrigation efficiency, Tinalah dam, new airport in Serang watershed. This study water availibility and deman calculation in year 2008, 2013, 2018, 2023, and 2028. Water availibility is modeled using Mock method and water allocation is simulated to year 2028 using Ribasim model. The analysis is considering several conditions, i.e. based on existing condition, on irrigation efficiency change on Tinalah dam, on combination of irrigation efficiency change and dam, dam and airport, and also on combination of irrigation efficiency, dam and airport altogether. This study ends up in a conclusion that there is unfulfilled water demand in entire Serang watershed. In scenario 1 which analyzes water balance until 2028 there IS averagedly 7,347 m3/s deficiency. While in scenario 2, considering change in irrigation efficiency, the average deficiency is 7,2362 m3/s. This is bigger than scenario 3 which based on new dam with 7.0967 m3/s deficiency. Combination of irrigation efficiency and dam in scenario 4 yields in 6,8324 m3/ s average deficiency, while combination of dam and airport in scenario 5 results in averaply 7,2855 m3 /s deficiency and combination of irrigation efficiency dam and airport-in scenario 6 comes to 7,2513 m3/s in average deficiency. Keywords : water availability, water demand, irrigation efficiency, Tinalah dam.

Kata Kunci : Ketersediaan air,Kebutuhan air,Efisiensi irigasi,Waduk Tinalah

  1. S2-FTK-2010-Ardian_Alfianto-ABSTRACT.pdf  
  2. S2-FTK-2010-Ardian_Alfianto-BIBLIOGRAPHY.pdf  
  3. S2-FTK-2010-Ardian_Alfianto-TABLEOFCONTENT.pdf  
  4. S2-FTK-2010-Ardian_Alfianto-TITLE.pdf