Laporkan Masalah

Hubungan antara pengembangan kawasan perumahan di perkotaan dengan penurunan kinerja beberapa ruas jalan di sekitarnya di Kota Sukabumi

SYARIEF, Suhendar, Prof. Ir. Bambang Hari Wibisono, MUP.,M.Sc.,Ph.D

2010 | Tesis | S2 MPKD

Pola perkembangan perumahan di Kota Sukabumi mengikuti jaringan jalan dengan kecenderungan perluasan fisik kota ke arah pinggiran. Ketersediaan lahan yang cukup besar di sebelah timur dan adanya jalur transportasi utama mengakibatkan perkembangan kawasan perumahan terkonsentrasi ke arah timur Kota Sukabumi, mengikuti perembetan memanjang disepanjang arteri sekunder Jalan RA.Kosasih. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan adanya perubahan tingkat pelayanan ruas jalan arteri dan ruas-ruas jalan akses ke perumahan sebagai akibat dari pengembangan kawasan perumahan di sekitar ruas-ruas jalan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui : (1) Pengisian kuesioner oleh 230 keluarga di kawasan perumahan menengah, hasil kuesioner ditabulasikan menjadi variabel bebas dan terikat, kemudian di analisis untuk memodelkan bangkitan pergerakan kawasan perumahan dalam bentuk persamaan regresi berganda; (2) Pencacahan volume lalulintas di Jalan RA.Kosasih dan jalan akses perumahan dilakukan secara manual dengan menghitung setiap kendaraan yang melewati segmen tertentu berdasarkan komposisi kendaraan per 15 menit. Penelitian ini menunjukkan bahwa bangkitan pergerakan kawasan perumahan mengikuti model persamaan regresi linear berganda Y = 0.067 + 0.179 X1 + 0.181 X4, model tersebut menggambarkan pengaruh dua variabel bebas jumlah kepemilikan mobil (X1) dan jumlah anggota keluarga yang sekolah (X4). Ruas Jalan RA.Kosasih yang berfungsi sebagai jalan arteri sekunder harus melayani lalulintas lokal dan terganggu oleh kegiatan lokal di sepanjang sisi jalan. Hal ini menyebabkan penurunan tingkat pelayanan jalan tersebut, dimana derajat kejenuhan Q/C maksimum jam sibuk pagi telah mencapai 0.99 di barat jalan saat arus lalulintas aktual 4370.12 smp/jam, dan 0.69 di timur jalan saat arus lalulintas aktual 3158.20 smp/jam. Pertumbuhan lalulintas menerus dan lalulintas lokal yang berasal dari perumahan di sepanjang Jalan RA.Kosasih pada 5 (lima) tahun mendatang menyebabkan di bagian barat jalan derajat kejenuhan Q/C mencapai 1.35 artinya kondisi pelayanan buruk, kendaraan berjalan sangat lamban dan cenderung macet, banyak kendaraan akan berjalan pada bahu jalan, sedangkan di bagian timur jalan mencapai 0.91 artinya kondisi pelayanan kurang baik, kendaraan berjalan dengan banyak hambatan, pada kondisi tersebut diprediksikan jumlah unit perumahan mencapai 2297 unit. Adapun derajat kejenuhan Q/C maksimum jalan akses perumahan pada 5 (lima) tahun mendatang mencapai 0.24, dari semula 0.19, derajat kejenuhan tersebut < 0.70 artinya telah terjadi penurunan tingkat pelayanan, tetapi tingkat pelayanan masih dalam kondisi baik, dimana kendaraan dapat berjalan dengan lancar.

The pattern of housing areas in the city of Sukabumi following the trend of the road network by the physical expansion of the city toward the suburbs. Availability of land large enough to the east and the main transportation routes lead to the development of residential areas are concentrated to the east of the town of Sukabumi follow ribbon development RA.Kosasih along secondary arterial roads. The study aims to document changes in the level of service of arterial roads and road sections in the city of Sukabumi access to housing as a result of housing areas development around these road sections. The research was using quantitative approaches. Data collection is done through: 1st Questionnaires of 230 families in the middle of housing areas. The results of questionnaires tabulated become independent and dependent variables, then the trip generation analysis to model the area of housing in the form of multiple regression equations; 2nd Traffic Counting on RA.Kosasih Road and housing access roads done manually by counting every vehicle that passes a particular segment based on composition vehicles per 15 minutes. The study indicate that the trip generation housing areas following the multiple linear regression model equation Y = 0.067 + 0.179 X1 + 0.181 X4, the model describes the influence of two independent variables, the number of car ownership (X1) and number of family members of school (X4). RA.Kosasih Road that serves as a secondary arterial road to serve local traffic and disrupted by local events along the side of the road. This causes the decrease in the level of service, where the degree of saturation of Q/C maximum in the morning peak hour has reached 0.99 west of the road when the actual traffic flow 4370.12 pcu/hour, and 0.69 east of the road when the actual traffic flow 3158.20 pcu/hour. Continuous traffic and local traffic of growth originating from the housing along the road RA.Kosasih on 5 (five) years in the western part of the road causing the degree of saturation of Q/C reaches 1.35 means poor service conditions, the vehicle is running very slow and tends to get stuck, many vehicles will run on the shoulder of the road, while in the eastern part of the road to reach 0.91 means poor service condition, the vehicle runs with a lot of obstacles, in such conditions, predicted the number of housing units reached 2297 units. The degree of saturation of Q/C maximum housing access road at the 5 (five) years to reach 0.24, from the original 0.19, the degree of saturation <0.70 means a decrease in the level of service, but the level of service is still in good condition, where the vehicle can running smoothly.

Kata Kunci : Kawasan Perumahan, Bangkitan Pergerakan, Tingkat Pelayanan, Derajat Kejenuhan, Housing Areas, Trip Generation, Level of Services, Degree of Saturation


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.