Laporkan Masalah

Optiamsi komposisi kotoran kambing dan jerami padi sebagai bahan baku pada sistem pembuatan biogas

RESPULTA, Nova, Ir. Supranto, M.Sc.,Ph.D

2010 | Tesis | S2 Teknik Mesin

Kebutuhan energi semakin meningkat sejalan dengan pertumbuhan penduduk. Semakin menipisnya cadangan bahan bakar fosil menyebabkan terjadinya krisis energi. Limbah pertanian dan peternakan merupakan sumber bahan organik yang tersedia dalam jumlah banyak dan terus menerus diproduksi. Limbah ini merupakan jenis sampah organik yang dapat digunakan untuk memproduksi biogas sebagai salah satu sumber energi alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari beberapa komposisi campuran kotoran kambing dan jerami padi sebagai bahan pembentuk biogas sehingga dapat mengoptimalkan potensi biogas. Tata cara yang digunakan untuk memproduksi biogas dari kotoran kambing dan jerami padi adalah dengan menggunakan sampel untuk beberapa variasi komposisi yaitu 100% kotoran kambing : 0% jerami padi, 90% kotoran kambing : 10% jerami padi, 80% kotoran kambing : 20% jerami padi, 70% Kotoran kambing : 30% jerami padi dan 60% kotoran kambing : 40%jerami padi. Sejumlah sampel dimasukkan ke dalam minidigester dengan kapasitas 19.000 ml yang berisi 12.160 ml substrat dan 3.040 ml rumen sapi dari Rumah Pemotongan Hewan Giwangan. Minidigester diinkubasikan pada kisaran suhu 30°C selama 45 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan jerami padi pada substrat kotoran kambing berpengaruh terhadap meningkatnya produksi biogas. Variasi komposisi bahan yang menghasilkan produksi biogas tertinggi yaitu pada sampel 70% kotoran kambing : 30% jerami padi dengan akumulasi produksi sebanyak 84,36 liter. Sedangkan untuk sampel 100% kotoran kambing menghasilkan produksi biogas terendah yaitu 65,91 liter.

Increasing energy demand in line with population growth. Further depletion of fossil fuels reserves causes an energy crisis. Agricultural and livestock waste is a source of organic material available in large quantities and continuously produced. This waste is a kind of organic waste that can be used to produce biogas as an alternative energy source. This study goals is determining the effect of various goat dung and rice straw mixed composition as biogas forming material so that it can optimized biogas production. The procedure used to produce biogas from goat dung and rice straw is using samples for various compositions of 100% goat dung : 0% rice straw; 90% goat dung : 10% rice straw; 80% goat dung : 20% rice straw; 70% goat dung : 30% rice straw; 60% goat dung : 40% rice straw. A number of samples included in the minidigester with a capacity of 19.000 ml consits of 12.160 ml substrate and 3040 ml cow rumen from Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Giwangan. Minidigester incubated at 30o C temperature range for 45 days. Results showed that the addition of rice straw on goat dung substrate affect increasing of biogas production. Material composition variations that produce the highest biogas production at 70% goat dung : 30% rice straw with cumulative production of rice straw as much as 84,36 liters. While for sample 100% goat dung produce the lowest biogas production at 65,91 liters

Kata Kunci : kotoran kambing, jerami padi, biogas, metana, goat dung, rice straw, biogas, methane


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.