Laporkan Masalah

Pemanfaatan limbah padat ampas serat sagu dengan campuran perekat termoplastik dan urea formaldehyda untuk pembuatan papan partikel (partikel board)

MOBILALA, Simon H, Dr. Ir. Viktor Malau, DEA

2010 | Tesis | S2 Teknik Mesin

Semakin sulitnya kondisi hutan untuk memenuhi peningkatan kebutuhan kayu, secara tidak langsung berdampak pada kelangkaan kayu. Beberapa alternatif telah dikembangkan untuk mengatasi kelangkaan bahan bangunan tersebut. Salah satunya yaitu dengan mencari bahan pengganti produk yang menggunakan bahan kayu. Limbah padat serat sagu merupakan limbah hasil pengolahan sagu di Kabupaten Sorong yang belum dimanfaatkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengatasi masalah limbah padat ampas sagu dan mempelajari potensi limbah padat ampas sagu dan termoplastik sebagai bahan alternatif pembuatan papan partikel dengan bantuan perekat urea formaldehida. Bahan baku yang digunakan pada penelitian ini adalah limbah padat ampas sagu yang diperoleh dari Kabupaten Sorong Provinsi Papua Barat. Proses pembuatan papan partikel ini yaitu bahan baku limbah padat ampas sagu ditambahkan variasi jumlah termoplastik yaitu t masing-masing 15%, 35% dan 50% dengan kerapatan 0,4 gr/cm2, 0,6 gr/cm2 dan 0,9 gr/cm2 dan termoplastik dan dilakukan pengempaan panas. limbah padat ampas sagu dikeringkan dibawah 10% kemudian di ayak dan ditimbang selanjutnya dilakukan pencampuran dengan perekat dan hardener selanjutnya dicetak dalam mat lalu dilakukan pengepresan dingin dan pengepresan panas dan dilakukan pengkondisian selama tujuh hari . Paramater yang diamati meliputi kerapatan, penyerapan air, keteguhan tarik tegak lurus permukaan (internal bonding) keteguhan lentur dan modulus elastisitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerapatan dan jumlah termoplastik berpengaruh terhadap kerapatan, penyerapan air, keteguhan tarik tegak lurus permukaan, keteguhan lentur (MOR) dan modulus elastisitas (MOE). Sifat-sifat terbaik secara umum dimiliki oleh papan partikel dengan jumlah termoplastik 50% dengan kerapatan 0,9 gr/cm2 (K3P3). Kerapatan antara 0,395-0,961 gr/cm3. Penyerapan air terendah sebesar 19,36% dari jumlah termoplastik 50 % dan kerapatan 0,9 gr/cm2. Keteguhan tarik tegak lurus permukaan sebesar 3,13 kg/cm2 dari jumlah termoplastik 50 % dan kerapatan 0,9 gr/cm2. Nilai MOR terbesar adalah 128,94 kg/cm2 dari jumlah termoplastik 50 % dan kerapatan 0,9 gr/cm2 Nilai MOE terbaik sebesar 15.200,98 kg/cm2 dari jumlah termoplastik 50 % dan kerapatan 0,9 gr/cm2

The more difficult conditions to meet the increasing demand of forest wood, an indirect impact on the scarcity of wood. Some alternatives have been developed to overcome the scarcity of building materials. One of them is to find replacement materials that use natural wood products. Solid waste is a waste fibers sago sago processing results in an untapped Sorong District. The purpose of this research is to overcome the problem of solid waste and to study the potential of sago pulp solid waste and thermoplastic sago pulp as an alternative material with the aid of particle board manufacture urea formaldehyde adhesive. Raw materials used in this study were solid waste sago pulp obtained from Sorong in West Papua Province. Particle board manufacturing process is the raw material of pulp solids thermoplastic sago added various amounts of t respectively 15%, 35% and 50% with a density of 0.4 gr/cm2, gr/cm2 0.6 and 0.9 g / cm2 and thermoplastic and conducted heat compression. sago pulp solids are dried below 10% later in the sieve and weighed subsequently carried out mixing with the adhesive and hardener then printed out in the cold pressing of the mat and then carried out and pressing the heat and conditioning done for seven days. The observed parameters include density, water absorption, internal bonding, flexural strength, and modulus of elasticity. The results show that the density and the amount of thermoplastic effect on density, water absorption, tensile strength perpendicular to the surface, bending strength (MOR) and modulus of elasticity (MOE). The best properties are generally owned by a board with a number of thermoplastic particles with a density of 0.9 50% gr/cm2 (K3P3). Density between 0.395 to 0.961 gr/cm3. The lowest water absorption of 19.36% of the total 50% and density thermoplastic gr/cm2 0.9. Perpendicular tensile surface firmness of 3.13 kg/cm2 of the total density of thermoplastic 50% and 0.9 gr/cm2. MOR is the largest value of the total thermoplastic 128.94 kg/cm2 50% and density of 0.9 gr/cm2 best MOE value of 15200.98 kg/cm2 50% of the total thermoplastic and density of 0.9 gr/cm2

Kata Kunci : sagu, papan partikel, termoplstik, perekat, sago, particle board, thermoplstic, adhesive


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.