Evaluasi kinerja balai besar pengawas obat dan makanan di Yogyakarta dalam menangani kasus makanan bermelamin
DIANA, Khusnul, Dr. Sampurno, MBA., Apt
2010 | Tesis | S2 Ilmu FarmasiMelamin merupakan zat kimia yang dilarang dicampur dalam produk makanan. Sekitar tahun 2008, ditemukan kandungan melamin dalam susu bayi buatan China untuk membuat kadar protein terlihat tinggi. Untuk melihat bagaimana kinerja BBPOM Yogyakarta dalam menangani kasus makanan bermelamin, maka perlu di evaluasi dengan melihat kepuasan masyarakat dan pengaruh faktor-faktor pengawasan makanan bermelamin serta mengetahui gap yang terjadi antara harapan dengan yang dirasakan masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif eksploratif. Penelitian dilakukan dengan memberikan kuesioner kinerja dan faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja pada karyawan Bidang Pemeriksaan dan Penyidikan Balai Besar POM di Yogyakarta. Dalam hal ini, sebagian masyarakat Yogyakarta dilibatkan untuk melihat kepuasan dan gap (kesenjangan) yang terjadi. Analisis deskriptif diperlukan untuk melihat distribusi responden dan dilakukan uji Chi Square untuk melihat hubungan karakteristik responden terhadap kepuasan. Analisis kuantitatif dilakukan dengan uji simple regression dan analisis gap. Analisis kualitatif dengan wawancara. Hasil penelitian diketahui bahwa faktor personal/SDM, sistem pengawasan dan sarana prasarana tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja BBPOM Yogyakarta dalam menangani kasus makanan bermelamin, disebabkan karena pengawasan yang dilakukan terbatas pada penarikan produk dan pemusnahan. Hasil wawancara diketahui ada pengaruh antara faktor personal/SDM, sistem pengawasan dan sarana prasarana karena unsur teoritis dan subyektivitas narasumber yang diwawancara. Hasil analisis kepuasan masyarakat menunjukan terjadi gap (kesenjangan) di semua dimensi, gap tertinggi yaitu pada dimensi reliability. Secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa masyarakat belum puas terhadap kinerja BBPOM Yogyakarta dalam menangani kasus makanan bermelamin.
Melamine is not prohibited chemical to mix into food product. Around 2008, Melamine had found in baby milk which was made by China to make high protein level. To see BBPOM Yogyakarta’s performance handling of food which has contaminated of melamine, it is needed evaluation from customer’s satisfaction and affection of monitoring food contaminated melamine’s factors. In addition, it is necessary to know the gap between expectation and society’s perception. The study is descriptive explorative research. The study has done by giving performance questionnaire and the factor that affect to performance of employee at Investigation and Inspection sector in BBPOM Yogyakarta. In this case, partly of Yogyakarta’s society has involved to see the satisfaction and gap among them. In this research, descriptive analysis is required to see the distributed of respondents and Chi-Square test to see correlation between characteristic and satisfaction. Furthermore, the quantitative analysis has done by simple regression test and gap analysis and the quantitative analysis has done by interview. Based on the analysis result, personal/human resources, monitored system and infrastructure factors has not significance effect to BBPOM Yogyakarta performance handling contaminated food, because the monitoring has limited for withdrawing and scrapping product. From the interview result is known that there is an effect between personal/human resources, monitored system and infrastructures factors, because it is influenced by theoretical and subjectivity of respondent. Moreover, from the satisfaction analysis result shown there are gap in all dimension. The highest gap occurred in reliability dimension. As conclusion shown that the Yogyakarta’s society has not satisfied to BBPOM performance handling contaminated melamine product.
Kata Kunci : Melamin,Kinerja,Kepuasan,Dimensi ServQual,Balai Besar POM