Pengaruh intangible assets terhadap proses bisnisinternal instalasi farmasi rumah sakit di Kabupaten Klaten
KUSUMAWATI, Aldhehita, Dr. Achmad Purnomo, Apt
2010 | Tesis | S2 Ilmu FarmasiBeberapa kendala pelayanan farmasi RS di Indonesia antara lain terbatasnya kemampuan tenaga farmasi, kemampuan manajemen rumah sakit akan fungsi farmasi rumah sakit, kebijakan manajemen rumah sakit, dan pengetahuan pihakpihak terkait tentang pelayanan farmasi rumah sakit. Kondisi semacam itu harus dilakukan upaya perubahan dengan pengembangan intangible assets (human capital, information capital dan organizational capital), karena dengan pengelolaan intangible assets yang efektif merupakan sumber keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh intangible assets terhadap proses bisnis internal di Instalasi Farmasi Rumah Sakit di Kabupaten Klaten. Penelitian merupakan penelitian non eksperimental bersifat assosiatif. Alat penelitian berupa kuisioner yang memuat indikator-indikator intangible assets dan indikator proses bisnis internal (PBI). Subyek penelitian adalah kepala IFRS di RS Kabupaten Klaten. Pengambilan data dilakukan dengan kuesioner, wawancara, dan observasi langsung. Data dianalisis dengan korelasi regresi linier untuk mengetahui hubungan intangible assets terhadap PBI. Hasil yang diperoleh adalah adanya hubungan yang sangat kuat dan positif antara human capital dengan information capital (angka korelasi 0,845), hubungan yang cukup kuat dan positif antara human capital dengan organizational capital (angka korelasi 0,392), hubungan yang sangat lemah dan negatif antara information capital dengan organizational capital (angka korelasi - 0,101). Human capital berpengaruh 61,10 % terhadap proses bisnis internal. Information capital berpengaruh 34,80 % terhadap proses bisnis internal. Organizational capital berpengaruh 21,90 % terhadap proses bisnis internal. Human capital, information capital, organizational capital berpengaruh 64,40 % terhadap proses bisnis internal. Secara keseluruhan, intangible assets tidak berpengaruh signifikan terhadap proses bisnis internal.
The pharmaceutical services are not optimal, because it has been threats, there are pharmacy employee capability, ability of hospital management pharmacy are limitedness, the policy, and knowlege limited of related side that hospital phrmaceutical services. This condition must be changed by developing intangible assets (human capital, organizational capital dan information capital), because with an effective management of intangible assets is the source of continuous competitive superiority. The aim of the research is to study about the influence of intangible assets toward the internal business process in hospital pharmaceutical installation at Klaten city. The type of the research is non experimental and its character is associative. The research instrument is questionnaire that contains intangible assets factors indicators and internal business process indicator (BPI). The research subject is the Head of HPI at Klaten city. Questionnaire, interview, and observation. The data was analyzed by linear regression correlation to study the relationship between intangible assets toward internal business process. The result showed that there was strong and positive influence between human capital toward information capital (correlation value of 0,845), strong and positive influence between human capital toward organizational capital (correlation value of 0,392), very weak and negative influence between information capital toward organizational capital (correlation value of -0,101). The influence of human capital toward internal business process is 61.10%. The influence of information capital toward internal business process is 34.80% and the influence of organizational capital toward internal business process is 21.90%. The influence of human capital, information capital, and organizational capital toward internal business process is 64.40%. From this research, it can be concluded that there is no significant influence between intangible assets toward internal business process.
Kata Kunci : Intangible assets,Proses bisnis internal (PBI),Instalasi farmasi rumah sakit (IFRS)