Faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian diare akut pada anak usia 0-5 tahun di Kota Pematangsiantar 2009
SAGALA, Ida Friska Br, dr. M. Jufrie, SpAK, PhD
2010 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Belakang : Penyakit diare sampai saat ini masih merupakan masalah kesehatan anak, terutama di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Di Kota Pematangsiantar, diare masih menjadi masalah, karena jumlahnya cukup tinggi, 43-54% terjadi pada anak usia 0-5 tahun di tingkat puskesmas dan 49-52% yang ditemukan di tingkat rumah sakit. Tujuan : Untuk mengetahui faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan terjadinya diare akut pada anak usia 0-5 tahun di Kota Pematangsiantar. Metode : Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan case control, disetarakan pada variabel umur. Jumlah sampel 176 kasus diare baru dan 176 kontrol datang berobat ke puskesmas lokasi penelitian. Pengumpulan data melalui wawancara di lapangan pada bulan Desember 2009-bulan Februari 2010. Hasil : Pada kasus diketahui tingkat pengetahuan baik tentang diare 86,9%, pemberian susu formula 79%, cuci tangan dengan sabun setelah BAB 28,4%, cuci tangan sebelum menyuapi anak 22,7%, cuci tangan sebelum menyiapkan makanan 14,8%, menyimpan makanan dengan baik 53,4%, penggunaan jamban septic tank 67,6%, ibu bekerja 71,0% dan sumber air terlindungi 91,5%. Analisis multivariat hubungan cuci tangan setelah BAB dengan kejadian diare OR = 3,158 (p = 0,000), cuci tangan sebelum menyuapi anak OR = 2,879 (p = 0,000), cuci tangan sebelum menyiapkan makanan OR = 3,061 (p = 0,000) dan pengetahuan ibu tentang diare OR = 0,109 (p = 0,000). Kesimpulan : terdapat hubungan yang bermakna antara kebiasaan ibu mencuci tangan dengan tidak dengan sabun setelah BAB, kebiasaan ibu mencuci tangan tidak dengan sabun sebelum menyuapi anak dan kebiasaan ibu mencuci tangan tidak dengan sabun sebelum menyiapkan makanan dengan kejadian penyakit diare akut pada anak usia 0-5 tahun di Kota Pematangsiantar.
Background: Diarrhea is a child health problem, especially in developing countries including Indonesia. At Pematangsiantar Municipality diarrhea is a major problem that commonly happens in children of 0-5 years (43%-54% at health centers and 49%-52% at hospitals). Objective: To identify risk factors associated with the incidence of acute diarrhea in children of 0-5 years at Pematangsiantar Municipality . Method: The study was analytical using case control design equaled in variable of age. Samples consisted of 176 new diarrhea cases and 176 control seeking for medication at health center location of the study. Data were obtained from interview in the field from December 2009 to February 2010. Result: In the case group knowledge about diarrhea belonged to good (86,9%); 79% got formula milk; 28.4% washed hands using soap after toileting; 22.7% washed hands before-feeding food to the child; 14.8% washed hands before preparing food; 53.4% stored food properly; 67.6% used septic tank toilet; 71,0% of mothers had an occupation and 91.5% used safe water resources. The result of multivariate analysis showed association between the incidence of diarrhea and washing hands after toileting was OR=3,158 (p=0.000), washing hands before feeding the child was OR=2.879 (p=0.000), washing hands before preparing food was OR=3,061 (p=0.000), knowledge about diarrhea of mothers was OR=0,109 (p=0.000). Conclusion: There was significant association between mothers habit washing hands without soap after toileting, mothers washing hands without soap before feeding the child and mothers habit washing hands without soap before preparing food and the incidence of acute diarrhea in children of 0-5 years at Pematangsiantar Municipality.
Kata Kunci : Diare akut,Faktor risiko