Laporkan Masalah

Hubungan paparan asap dalam rumah, hewan peliharaan, lingkungan tempat tinggal dan sosial ekonomi dengan kejadian asma bronkial pada anak di Kabupaten Boyolali

ASTUTI, Erwin Hari, dr. A. Roni Naning, SpAK, M.Kes

2010 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang : World Health Organization (WHO) memperkirakan 100 – 150 juta penduduk dunia menderita asma, dan bertambah 180.000 orang setiap tahun. Prevalensi asma bronkial di kabupaten Boyolali meningkat setiap tahun. Tahun 2006 sebesar 1,1 % , tahun 2006 menjadi 1,5%, tahun 2007 meningkat menjadi 1,5 % dan 2,55 % pada tahun 2008. Tujuan : Mengetahui hubungan paparan asap dalam rumah, hewan peliharaan, lingkungan tempat tinggal dan sosial ekonomi dengan kejadian asma pada anak. Metode : Jenis penelitian adalah analitik observasional dengan rancangan penelitian case control study. Jumlah sampel sebanyak 234 anak (117 kasus dan 117 kontrol). Kasus diambil secara Consecutive sampling. Lokasi pengambilan sampel yaitu Puskesmas Mojosongo , Rumah Sakit Banyudono dan Puskesmas Cepogo. Kontrol diambil di lokasi yang sama yaitu pasien anak yang didiagnosa bukan asma. Analisis dilakukan dengan Chi Square dan multiple logistic regression. Hasil : Hasil analisis bivariat paparan asap dapur menunjukkan nilai OR 2,33 dan nilai p =0,00. Paparan asap rokok OR = 1,87 dan nilai p=0,03. Kontak dengan hewan peliharaan (kucing/anjing) menunjukkan OR = 2,33 dan nilai p=0,01. Sosial ekonomi menunjukkan OR=2,13 dan nilai p=0,01. Lingkungan tempat tinggal mempunyai OR=1,62 dan nilai p= 0,09. Analisis multivariat menunjukkan paparan asap dapur p=0,00 dengan nilai OR=2,36. Paparan asap rokok p=0,02 dengan nilai OR=1,98. Kontak dengan hewan peliharaan (kucing/anjing) p=0,02 dengan nilai OR=2,23. Sosial ekonomi p=0,01 dengan nilai OR=2,27. Kesimpulan : Faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian asma bronkial pada anak adalah paparan asap dapur, paparan asap rokok, kontak hewan peliharaan dan sosial ekonomi.

Background: World Health Organization (WHO) estimates that 100 of 150 million world population suffer from asthma and the number increases 180,000 people a year. The prevalence of bronchial asthma at District of Boyolali is increasing over years. The prevalence was 1.1% in 2005; 1.5% in 2006; 1.5% in 2007 and 2.55% in 2008. Objective: To identify association between exposure to smoke in the house, pets, living environment and social economic condition and the prevalence of asthma in children. Method: The study was analytic observational with a case control study design. Samples were as many as 234 children (117 cases and 117 control) taken with consecutive sampling technique. Location of samples were Mojosongo Health Center, Cepogo Health Center and Banyudono Hospital. Control were taken from the same location, i.e. children diagnosed not having asthma. Analysis used Chi Square and multiple logistic regression. Result: The result of bivariate analysis showed score of kitchen smoke exposure was OR=2.33 and p=0.00; cigarette smoke exposure was OR=1.87 and p=0.03. Contact with pets (cats/dogs) showed OR=2.33 and p=0.01. Social economic condition showed OR=2.13 and p=0.01. Living environment showed OR=1.62 and p=0.09. The result of multivariate analysis showed exposure to kitchen smoke was p=0.00 and OR=2.36; exposure to cigarette smoke was p=0.02 and OR=1.98; contact with pets (cats/dogs) p=0.02 and OR=2.23; social economic condition was p=0.01 and OR=2.27. Conclusion: Risk factors associated with the prevalence of bronchial asthma in children were exposure to kitchen smoke, cigarette smoke, contact with pets and social economic condition.

Kata Kunci : Asma bronkial,Anak,Faktot risiko,Case control


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.