Laporkan Masalah

Hubungan tempat persalianan dengan inisiasi menyusu dini di Kabupaten Aceh Timur Propinsi Aceh

ELFIDA, Prof. dr. M. Hakimi, SpOG(K), PhD

2010 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang: Sekitar 4 juta bayi meninggal pada minggu pertama kehidupan. Di Indonesia inisiasi menyusu dini (IMD) diberikan 8,3% pada bayi baru lahir 30 menit setelah kelahirannya. Angka kematian bayi (AKB) sebesar 31/1000 kelahiran hidup. Angka pemberian ASI eksklusif hanya sekitar 5,57%. Inisiasi menyusu dini sangat membantu dalam keberlangsungan pemberian ASI eksklusif (ASI saja) dan lama menyusu. Tempat persalinan yang jauh menyulitkan ibu saat persalinan tiba. Tempat persalinan puskesmas maupun klinik swasta seharusnya dapat memberikan informasi yang benar mengenai IMD bagi ibu maupun calon ibu. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan tempat persalinan dengan inisiasi menyusu dini pada bayi di Kabupaten Aceh Timur Provinsi Aceh. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan rancangan cross sectional. Penelitian dilakukan di Kabupaten Aceh Timur Provinsi Nanggroe Aceh Darusalam (NAD) pada bulan Januari sampai Maret 2010. Populasi pada penelitian ini adalah ibu yang melahirkan di puskesmas dan klinik bersalin swasta selama tahun 2009 (bulan Desember 2009 sampai Maret 2010). Pengambilan sampel dengan systematic random sampling. Besar sampel sebanyak 194 sampel. Analisis data dengan uji chi-square dan regresi logistik ganda, risk prevalence dengan confidence interval (CI) 95% dengan tingkat kemaknaan p <0,05. Hasil: Sebagian besar subjek penelitian melakukan inisiasi menyusu dini 50.52%, tempat persalinan klinik swasta 56.19%, pendidikan ≤ SLTP 59.28%, pengetahuan tinggi 53,61%, pendapatan > UMR 58.76%, dan tempat tinggal di pedesaan 56.19%. Terdapat hubungan yang signifikan antara tempat persalinan, pendidikan ibu, pengetahuan, pendapatan keluarga dan tempat tinggal dengan kejadian inisiasi menyusu dini p = < 0.05. Subjek bersalin di puskesmas memiliki kesempatan inisiasi menyusu dini 2.02 kali, subjek yang berpendidikan ≥ SLTA memiliki kesempatan inisiasi menyusu dini sebesar 1.71 kali, Subjek yang mempunyai pengetahuan tinggi memiliki kesempatan inisiasi menyusu dini 1.42 kali Subjek yang mempunyai pendapatan > UMR memiliki kesepatan inisiasi menyusu dini sebesar 1.94 kali dan kesempatan untuk melakukan inisiasi menyusu dini pada subjek yang tinggal di kota 1.70 kali dibanding dengan subjek yang tinggal di desa. Anlisis multivariabel menunjukkan bahwa tempat persalinan dapat memprediksi inisiasi menyusu dini sebesar 3,6% dan variabel pendidikan sebesar 2,8%. Kesimpulan: Tempat persalinan di puskesmas meningkatkan kesempatan untuk melakukan inisiasi menyusu dini pada ibu bersalin, terdapat hubungan yang signifikan antara tempat persalinan, pendidikan, pengetahuan, pendapatan dan tempat tinggal dengan inisiasi menyusu dini, dan faktor yang paling dominan memprediksi inisiasi menyusu dini pada ibu bersalin adalah tempat persalinan.

Background: About 4 million infants die annually within the first week of life. In Indonesia early breastfeeding initiation (EBI) is given 8.3% to neonates 30 minutes after birth. Infant mortality rate is 31/1000 births alive. Exclusive breastfeeding rate presently is only as much as 5.57%. Early breastfeeding initiation greatly enables sustainability of exclusive breastfeeding and duration of breastfeeding. Distant place of childbirth brings difficulties to mothers when child labor is nearing. Health centers and private clinics as place of childbirth should be able to provide the right information both for mothers and mothers to be. Objective: To identify association between place of childbirth and EBI in infants at District of Aceh Timur, Province of NAD. Method: The study with cross sectional design carried out at District of Aceh Timur NAD from January to March 2010. Population of the study were mothers who gave birth at health centers and private maternity clinics in December 2009 to March 2010, taken with systematic random sampling technique as many as 194 samples. Data analysis used chi square and double logistic regression, risk prevalence with confidence internal (CI) 95% at significance p<0.05. Result: The majority of subject had early breastfeeding initiation (50.52%); went to private maternity clinics (56.19%); had junior high school education or below (59.28%); were of good knowledge (53.61%); had income above Regional Minimum Wage (RMW) (58.76%); and lived in rural areas (56.19%). There was significant association between place of childbirth, education of mothers, knowledge, family income and residence and the prevalence of EBI(p<0.05). Subject who gave birth at health centers had the probability for having EBI 2.02 times; subject with senior high school education or above had the probability for EBI 1.71 times; subject with good knowledge 1.42 times; subject with income above RMW 1.94 times; and subject living in urban areas 1.70 times higher than those living in rural areas. The result of multivariate analysis showed place of childbirth could predict EBI as much as 3.6% and education as much as 2.8%. Conclusion: Place of childbirth at health centers increased the the opportunity for EBI in postpartum mothers. There was significant association between place of childbirth, education, knowledge, income and residence and EBI. Factor most dominantly predicted EBI in postpartum mothers was place of childbirth.

Kata Kunci : Inisiasi menyusus dini,TEmpat persalinan,Aceh Timur


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.