Status ibu dalam keluarga dan status gizi batita di Kota Mataram Propinsi Nusa Tenggara Barat
MIGANG, Yena Wineini, Prof. dr. M. Hakimi, SpOG(K), PhD
2010 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan MasyarakatLatar Balakang Masalah: Status gizi batita adalah salah satu indikator status kesehatan bangsa. Faktor dari ibu merupakan hal yang mempengaruhi status gizi balita. Kasus gizi balita di Nusa Tenggara Barat (NTB). Menurut Riskesdas 2007, untuk prevalensi gizi buruk dan gizi kurang NTB (15.5%) masih berada di atas nasional (13,8%). Keadaan perempuan di NTB mengalami diskriminasi, terutama karena budaya patriarkal. Beberapa teori telah menyebutkan bahwa ada hubungan antara status ibu dengan status gizi batitanya. Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan status ibu dalam keluarga dengan status gizi pada batita Metode Penelitian: Penelitian analisis kuantitatif, dengan desain penelitian case control study. Subyek penelitian terdiri dari kelompok kasus 93 orang dan kontrol 93 orang. Wawancara pada ibu, merupakan metode penunjang. Analisis data terdiri dari analisis univariabel, analisis bivariabel menggunakan chi-square (χ2), analisis multivariabel menggunakan analisis regresi logistik serta data kualitatif menggunakan analisa naratif. Hasil penelitian: Dengan mengendalikan usia menikah dan petugas kesehatan, status ibu rendah lebih banyak dijumpai pada status batita gizi kurus dibanding status batita gizi normal, OR 3.07 CI 95% (1.64-5.75). Kesimpulan: Status ibu rendah mempunyai hubungan bermakna dengan kejadian status batita gizi kurus. Usia menikah dan petugas kesehatan mempunyai kontribusi terhadap kejadian status gizi batita kurus.
Background: Nutrition status of children under three years is an indicator of a nation's health status. Factors of mothers affect nutrition status of children under three years. Data of basic health research 2007 indicated that the prevalence of malnutrition and undernourishment at Province of Nusa Tenggara Barat was still above the national figure (13.8%). Women in Nusa Tenggara Barat are discriminated due to patriach culture. Some previous studies indicate that there is association between status of mothers and nutrition status of children under three years. Objective: To identify association between status of mothers in the family and nutrition status of children under three years. Method: The study was quantitative with case control study design. Subject of the study were case and control groups, each consisting of 93 people. Interview with mothers was undertaken to get supporting data. Data analysis used univariate, bivariate with chi square (x2), multivariate with logistic regression and qualitative data analysis with narration. Result: With the control of age of getting married and health staff, low status of mothers were more commonly found in stunted status of children under three years than in children under three years with normal nutrition status, OR 3.07 CI 95% (1.64-5.75). Conclusion: Low status of mothers were associated with the prevalence of stunted status of children under three years. Age of getting married and health staff contributed to the prevalence of stunted status of children under three years.
Kata Kunci : status ibu, status gizi, batita, status of mothers, nutrition status, children under three years