Laporkan Masalah

Hubungan urutan lahir dengan kematian neonatal dini pada kelahiran kembar di Rumah Sakit Umum 45 Kuningan Jawa Barat

ELFI, Prof. dr. Djauhar I, SpA(K), MPH, PhD

2010 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Diperkirakan 4 juta bayi meninggal setiap tahun terjadi pada masa neonatal, tiga perempat terjadi pada masa neonatal dini. Salah satu meningkatnya risiko kematian neonatal dini berhubungan dengan kelahiran kembar. Kejadian kelahiran kembar sekitar 8,6 per 1.000 kelahiran. Kelahiran kembar memberi kontribusi terhadap kematian neonatal, salah satu yang masih menjadi kontroversi kematian neonatal dini yaitu urutan kelahiran. Beberapa hasil penelitian mengatakan bahwa kematian neonatal pada kelahiran kembar kedua terjadi 5 kali dibanding kelahiran kembar pertama, namun dari hasil penelitian lain mengatakan tidak terdapat hubungan antara urutan kelahiran dengan kematian neonatal (OR=1,0; CI 95%=0,9-1,1). Pemanfaatan perawatan prenatal pada kehamilan kembar dan persalinan oleh tenaga ahli dapat menurunkan angka kematian bayi. Tujuan: Menurunkan angka kematian neonatal pada kelahiran kembar melalui upaya peningkatan pelayanan kebidanan. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional dengan metode Kohort Retrospektif. Subjek dalam penelitian ini adalah semua wanita yang melahirkan anak kembar hidup di RSU 45 Kuningan Jawa Barat. Pemilihan sampel dilakukan secara consecutive sampling. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 133. Analisis data yang digunakan melalui tiga tahapan, yaitu analisis univariabel berupa tabel distribusi frekuensi, bivariabel menggunakan Chi-Square dan multibivariabel menggunakan generalized linear latent and mixed models dengan link logit. Hasil: kematian neonatal pada kelahiran kembar adalah 10,2 persen. Kematian neonatal pada pasangan kelahiran kembar kedua ditemukan 3,7 kali lebih besar dari kelahiran kembar pertama dengan (OR=3,7; CI 95%=1,07-12,68; p=0,039). Pengaruh urutan kelahiran terhadap kematian neonatal ditemukan pada tingkat variabilitas bayi dan variabilitas ibu; asfiksia (OR=4,2; CI 95%=1,15-15,48; p=0,030), dan usia kehamilan prematur (OR=7,7; CI 95%=1,42-41,77; p=0,018). Kesimpulan: Kematian neonatal ada hubungannya dengan urutan kelahiran pada kelahiran kembar.

Background: It is estimated that annually 4 million infants die during neonatal period three fourths happen during early neonatal period. One risk for neonatal mortality is associated with twin childbirth. The incidence of twin childbirth is about 8.6 per 1,000 births alive. Twin births contributes to neonatal mortality. One issue that still becomes a controversy in early neonatal mortality is birth sequence. The result of some studies shows that neonatal mortality in the second twin birth happens 5 times greater than the first twin birth. However, the result of other studies shows that there is no association between birth sequence and neonatal mortality (OR=1.0; CI 95%=0.9-1.1). Objective: To minimize neonatal mortality rate in twin birth through efforts in optimizing midwifery service. Method: The study was observational with retrospective cohort method. Subject of the study were all women that gave birth to twin alive at RSU 45 Kuningan. Samples were taken with consecutive sampling technique (as many as 133 samples). Data analysis used univariate with frequency distribution table, bivariate with chi square and multivariate with generalized linear latent and mixed models using link logit. Result: Neonatal mortality in twin birth was 12.4%. Neonatal mortality in the couple of second twin birth was 3.7 times greater than in the first twin birth (OR=3.7; CI95%=1.07-12.68; p=0.039). Effect of birth sequence to neonatal mortality was found in infant's variability and mother's variability, i.e. Asphyxia (OR=4.2; CI 95%=1.15-15.48; p=0.030) and premature gestation period (OR=7.7; CI 95%=1.42-41.77; p=0.018). Conclusion: Neonatal mortality was associated with birth sequence in twin childbirth.

Kata Kunci : Urutan lahir, Kelahiran kembar, Kematian neonatal


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.