Laporkan Masalah

Infeksi malaria ibu hamil sebagai faktor risiko kejadian BBLR di daerah endemis malaria Kabupaten Bangka Belitung Provinsi Kepulauan Bangka Belitung

TAFWID, Prof. dr. M.Hakimi, SpOG(K), PhD

2010 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang: Malaria masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di beberapa negara tropis dan subtropis di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Kabupaten Bangka adalah salah satu dari 338 kabupaten/ kota wilayah endemis malaria di Indonesia, dimana pada tahun 2008, dilaporkan angka malaria klinis (AMI) 51,87‰ dan malaria positif (API) 9,46‰. Di daerah endemis malaria ibu hamil adalah kelompok utama yang berisiko terinfeksi. Infeksi malaria selama kehamilan memberikan kontribusi untuk kesakitan ibu dan bayi berat lahir rendah/ BBLR (bayi berat lahir < 2500 gram, yang disebabkan baik oleh kelahiran prematur maupun oleh pertumbuhan janin terhambat/ PJT), yang merupakan faktor risiko terbesar untuk kesakitan dan kematian bayi. Persentase BBLR tahun 2007 di provinsi Bangka Belitung sebesar 13,5%, masih diatas persentase nasional (11,5%). Kabupaten Bangka merupakan salah satu kontributor kejadian tersebut. Pada tahun 2008 dari semua kasus neonatus dilaporkan 25 (0,41%) kasus BBLR dan 6 (24%) diantaranya meninggal. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan infeksi malaria pada ibu hamil dengan kejadian BBLR di Kabupaten Bangka. Metode Penelitian: Jenis penelitian case-control study, dengan populasi nya adalah Bayi, yaitu BBLR (<2500 gr) sebagai kasus dan bayi berat lahir normal (2500-4000 gram) sebagai kontrol, pada periode tahun 2008-2009. Total subjek 174 yaitu 58 sebagai kasus dan 116 sebagai kontrol. kasus diambil berdasarkan total kasus yang ada, dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Analisis data menggunakan analisis univariabel, bivariabel (chisquare) dan multivaribel (logistic regression). Hasil: Ada hubungan yang bermakna antara infeksi malaria pada ibu hamil dengan kejadian BBLR (OR= 2,90; 95% CI= 1,38-6,10), dan setelah disesuaikan/ dikontrol dengan variabel luar secara bersamaan, pengaruh infeksi malaria tetap stabil (OR= 2,97; 95% CI= 1,37-6,39). Ibu hamil yang terinfeksi berisiko 2,9 kali lebih banyak melahirkan BBLR dibanding melahirkan bayi berat lahir normal. Semua variabel luar yang dikontrol tidak mempengaruhi atau bukan merupakan pengganggu hubungan antara infeksi malaria ibu hamil dengan Kejadian BBLR. Setelah disesuaikan, variabel luar usia ibu (<20 th dan ≥35 th, dengan masing-masing OR= 4,06 dan 3,61), primigravida (OR=3,3) dan status gizi kurang (OR= 3,0), lebih berisiko melahirkan BBLR. Kesimpulan: Ibu hamil yang melahirkan bayi dengan BBLR lebih banyak terinfeksi malaria dibanding ibu hamil yang melahirkan bayi dengan berat lahir normal.

Background: Malaria is a major health problem in some tropical and subtropical countries in the world, including Indonesia. District of Bangka is one of 338 malaria endemic districts/municipalities in Indonesia with clinical malaria rate 51.87% and positive malaria rate 9.46% in 2008. In malaria endemic areas pregnant mothers are the major group at risk for malaria infection. Malaria infection during pregnancy contributes to maternal morbidity and low birth weight (LBW) infants (<2500gr) caused either by preterm birth or intrauterine growth restriction (IUGR) that become the greatest risk factors for infant morbidity and mortality. Percentage of LBW infants in 2007 at the Province of Bangka Belitung was 13.5%, which was above the national percentage (11.5%). District of Bangka is a contributor to this incidence. In 2008 from all cases of neonates it was reported that there were 25 cases (0.41%) of LBW infants and 6 of them (24%) died. Objective: To identify association between malaria infection in pregnant mothers and the incidence of LBW infants at District of Bangka. Methods: This was a case-control study with the population are infants, namely LBW infants (<2500 gr) as a cases and normal birth weight infants (2500-4000 gr) as control within the period of 2008-2009. There were 174 total subject, comprising 58 as cases and 116 as control. Cases had taken by a total number of existing cases, with inclusion and exclusion criteria. Data analysis used univariable, bivariable (chi square) and multivariabel (logistic regression). Results: There was significant association between malaria infection in pregnant mothers and the incidence of LBW infants (crude OR =2,90; 95% CI=1,38-6,10), and after adjusted or controlled simultaneously for external variables, influence of malaria infection has remained stable (adjusted OR = 2,97; 95% CI= 1,37-6,39). Pregnant mothers with malaria infection had a risk 2,9 times greater for delivering LBW infants than normal birth weight infants . All external variables which controlled have no influence or not is confounder between malaria infection in pregnant mothers with the incidence of LBW infants. After adjusted, external variables maternal age (<20 and ≥35 years with respectively OR= 3.82 and 3.62), primigravida (OR= 3.31) and malnutrition status (OR= 3.0) had higher risk to delivering LBW infants. Conclusion: pregnant mothers who delivered infants with LBW the malaria infected more than pregnant mothers who delivered infants with normal birth weight.

Kata Kunci : Malaria, Ibu hamil, BBLR


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.