Pengaruh asam hyaluronat pada derajat parut pasca seksio sesarea
ADIPUTRI, Beta Meidarifni, dr. Rukmono Siswishanto, M.Kes, SpOG(K)
2010 | Tesis |Latar belakang: Pembentukan parut merupakan respon yang tidak dapat dihindari dari luka pasca operasi. Dengan kecenderungan timbulnya parut pada wanita hamil, maka perlu dilakukan suatu tindakan pencegahan untuk meminimalisasi pembentukan parut pada wanita yang menjalani seksio sesarea. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah pemberian asam hyaluronat pada luka operasi setelah penjahitan kulit, dimana asam hyaluronat telah diketahui memiliki peranan penting dalam proses penyembuhan luka. Tujuan: Mengetahui pengaruh asam hyaluronat pada pembentukan parut pasca seksio sesarea dan faktor-faktor luar yang mempengaruhi pembentukan parut Rancangan Penelitian: Randomized controlled trial Metode Penelitian: Penelitian dilakukan di RSUP dr. Sardjito pada bulan Agustus 2009-February 2010. Pasien yang memenuhi kriteria penelitian dibagi menjadi 2 kelompok secara random yaitu kelompok perlakuan (asam hyaluronat) dan kelompok kontrol (plasebo). Kelompok perlakuan mendapatkan krim asam hyaluronat pasca seksio sesarea, kelompok kontrol mendapatkan krim plasebo. Hasil yang dinilai adalah pembentukan parut yang diukur dengan Patient and Observer Scar Assesment Scale (POSAS). Penilaian parut dilakukan pada bulan ke-3 pasca seksio sesarea. Hasil: Sebanyak 60 pasien memenuhi kriteria subyek penelitian, terdiri dari 30 kelompok perlakuan dan 30 kelompok kontrol. Karakteristik subyek penelitian pada kedua kelompok komparabel. Tidak ada perbedaan bermakna pada Skor PSAS dan skor OSAS pada kelompok asam hyaluronat dan kelompok plasebo (rerata PSAS kelompok perlakuan 23,9±8,6, kelompok plasebo 24±7,7, p=0,963; rerata OSAS kelompok perlakuan 22,5±6,6, kelompok plasebo 24,3±7,1, p=0,305). Tidak ada hubungan yang bermakna antara variabel luar (usia, indeks massa tubuh, kadar albumin, kadar glukosa dan jarak tepi kulit) dengan pembentukan parut. Kesimpulan: Pemberian asam hyaluronat tidak menurunkan derajat parut pasca seksio sesarea. Setelah mengendalikan faktor usia, indeks massa tubuh, kadar albumin, kadar glukosa dan jarak tepi kulit, maka didapatkan bahwa faktor-faktor luar tersebut tidak berhubungan dengan pembentukan parut.
Background: Scar formation is an inevitable response from the wound postoperatively. With the tendency of scar development in pregnant women, there should be a precaution to minimize scar formation on women who underwent cesarean section. One of the procedures that can be done is the provision of hyaluronic acid, which has beenrecognized to have important role in wound healing process. Objective: To determine the effect of hyaluronic acid on the formation of post caesarean section wound scar and external factors that influence the scar formation. Study Design: Randomized controlled trial Method: The study was conducted in the Sardjito general hospital in August 2009-February 2010. Eligible patients were randomly divided into two groups: group treatment (hyaluronic acid) and control group (placebo). Treatment groups obtained hyaluronic acid cream as the skin sutured post cesarean section, the control group obtained placebo cream. Scar formation was measured with Patient and Observer Scar Assessment Scale (POSAS). Scar was measured on the 3rd month post cesarean section. Results: A total of 60 patients fulfilling the criteria of study subjects, consisting of 30 treatment group and 30 in control group. Characteristics of study subjects in both groups are comparable. There was no significant difference in PSAS score and score in the group of OSAS between hyaluronic acid and placebo groups (PSAS mean of treatment group 23.9 ± 8.6, control group 24±7,7, p = 0.963; OSAS mean of treatment 22.5 ± 6.6, control group 24,3±7,1, p = 0.305). There is no significant difference between externals factors (age, body mass index, albumin concentration, glucose concentration and the distance of wound edge) with scar formation. Conclusion: Hyaluronic acid does not reduce the degree of scar after cesarean section. After controlling the age, body mass index, albumin concentration, glucose concentration and the distance of wound edge, it was found that external factors are not associated with scar formation.
Kata Kunci : Asam hyaluronat,Parut pasca seksio sesarea,Patient and observer scar assesment scale (POSAS)