Hubungan antara kadar malondialdehid (MDA) plasma dengan keberhasilan pematangan folikel pada pasien sindroma ovarium polikistik (SOPK) yang dilakukan induksi ovulasi dengan klomifen sitrat
WIBOWO, Dadang, Prof. dr. Djaswadi Dasuki, MPH.,Ph.D, SpOG(K)
2010 | Tesis |Latar Belakang: Stres oksidatif dengan produksi radikal bebas yang tinggi dianggap sebagai salah satu penyebab kerusakan molekular pada struktur jaringan dan sel termasuk pada ovarium. Pada pasien SOPK menunjukkan peningkatan ROS (Reactive Oxygen Species) dari golongan MNCs (Mononuclear Cells). Kadar MDA modifikasi protein pada penderita SOPK secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan wanita yang tidak mengalami SOPK. Tujuan: Mengetahui hubungan kadar MDA terhadap keberhasilan pematangan folikel pada pasien PCOS yang dilakukan induksi ovulasi dengan Klomifen Sitrat. Rancangan Penelitian: potong lintang. Metode : Subyek penelitian ini adalah pasien SOPK berusia 15 – 45 tahun yang ada di poliklinik IKR RSUP dr. Sardjito Yogyakarta selama bulan November 2009 hingga Maret 2010. Responden yang memenuhi kriteria dilakukan pemeriksaan kadar MDA pada hari ke-2 menstruasi kemudian diinduksi ovulasi dengan klomifen sitrat 50 mg mulai hari ke-2 selama 5 hari, kemudian dilakukan pemeriksaan USG transvaginal pada pertengahan siklus menstruasi untuk menilai pematangan folikel. Hasil: Pada penelitian ini didapatkan 40 pasien SOPK yang dilakukan induksi ovulasi dan deteksi ovulasi. Delapan belas (45%) pasien mengalami pematangan folikel,sementara 22 (55%) pasien tidak mengalami pematangan folikel. Rata-rata pasien yang mengalami pematangan folikel berusia 30 tahun dan yang tidak mengalami ovulasi rata-rata berusia 28 tahun. Setelah dilakukan uji Chi-square kadar MDA terhadap pematangan folikel didapatkan hasil tidak terdapat perbedaan bermakna dengan nilai p=0,482 dan dengan menggunakan analisis logistik regresi antara kadar MDA dan terjadinya ovulasi didapatkan nilai p=0,324. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara kadar MDA dengan keberhasilan pematangan folikel.
Background: Oxidative stress with a high production of free radicals is considered as one of the causes of molecular damage to cells and tissue structures including the ovaries. In PCOS patients showed an increase of ROS (Reactive Oxygen Species) from MNCs (Mononuclear Cells). Malondialdehyde (MDA) modification of proteins in patients with PCOS were significantly higher compared with healthy women. Objectives: To investigate the relationship of MDA to the success of follicle maturation in PCOS patients who were induced ovulation with Clomiphene Citrate. Study Design: cross sectional study. Methods: The subjects of this study is PCOS patients aged 15-45 years who are in the clinic of IKR, Sardjito Hospital Yogyakarta during the month of November 2009 until March 2010. Respondents who meet the criteria was examined for MDA on day 2 of menstruation and ovulation was induced with Clomiphene Citrate 50 mg from day-2 for five days, then a vaginal ultrasound examination was performed in mid-menstrual cycle to assess follicular maturation. Results: In this study, 40 patients with PCOS who were induced ovulation and ovulation detection. Eighteen (45%) patients had follicular maturation, while 22 (55%) patients did not experience the maturation. The average patient who experienced maturation was 30 years old and 28 years old was the average for unmaturation follicle. After the Chi-square test of MDA against follicular maturation obtained result there was no significant difference with p = 0.482 and by using logistic regression analysis between MDA and ovulation tha p value = 0.324. Conclusion: There is no relationship between the level of MDA with the success of follicle maturation.
Kata Kunci : SOPK,Malondialdehid,Induksi ovulasi,Klomifen sitrat,Stres oksidatif