Laporkan Masalah

Hubungan persepsi, sikap, status merokok pejabat pemerintah daerah dan anggota DPRD di Kabupaten Banjar dengan intensi terhadap area bebas rokok di tempat kerja

SUPRANTIO, Agus, Dra. Yayi Suryo Prabandari, M.Si., Ph.D

2010 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang : Rokok adalah benda beracun yang memberikan efek santai dan sugesti merasa lebih jantan dan mengandung zat berbahaya bagi perokok maupun orang di sekitarnya yang berisiko terkena berbagai macam penyakit. Di negara maju maupun negara berkembang, terutama di Indonesia, perokok didominasi oleh laki-laki. Persentase yang merokok setiap harinya cenderung meningkat dengan bertambahnya usia. Lingkungan kerja pemerintah Kabupaten Banjar dan anggota DPRD belum optimal melakukan pembatasan area bebas rokok. Hal ini terlihat dari masih banyaknya pegawai merokok di sembarang tempat Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi, sikap, status merokok dari pejabat pemda dan anggota DPRD di Kabupaten Banjar dengan intensi terhadap area bebas rokok di tempat kerja Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan cross sectional. Subjek penelitian ini adalah pejabat pemda dan anggota DPRD di Kabupaten Banjar. Sampel penelitian sebanyak 280 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner terstruktur. Analisis data menggunakan uji statistik chi-square dan regresi logistik Hasil Penelitian: Persepsi responden sangat setuju tentang area bebas rokok di tempat kerja, dan sikap responden ada yang setuju dan tidak untuk area bebas rokok, sementara status merokok responden tidak menghendaki area bebas rokok. Ada hubungan yang bermakna antara persepsi pejabat pemda dan anggota DPRD di Kabupaten Banjar dengan intensi terhadap area bebas rokok dengan nilai p = 0,039; OR = 2,5; 95% CI = 1,05 - 6,13. Tidak ada hubungan yang bermakna antara sikap pejabat pemda dan anggota DPRD di Kabupaten Banjar dengan intensi terhadap area bebas rokok p = 0,054; OR = 2,2; 95% CI = 0,98 - 18,7. Tidak ada hubungan yang bermakna antara status merokok pejabat dan anggota DPRD di Kabupaten Banjar dengan intensi terhadap area bebas rokok p = 0,518; OR = 0,75; 95% CI = 0,16 – 3,36 Kesimpulan. Semua pejabat pemda dan anggota DPRD di Kabupaten Banjar secara umum menginginkan adanya area bebas rokok di tempat kerja dan peraturan tentang area bebas rokok harus dipertegas oleh pemerintah daerah. Ada hubungan antara persepsi pejabat pemda dan anggota DPRD di Kabupaten Banjar dengan intensi terhadap area bebas rokok. Tidak ada hubungan antara sikap dan status merokok pejabat pemda dan anggota DPRD di Kabupaten Banjar dengan intensi terhadap area bebas rokok.

Background: Cigarettes are toxic materials that bring relaxing effect but contain dangerous substances both for the smokers and people nearby because they have risk for various types of diseases. In developed as well as developing countries, particularly in Indonesia, the majority of smokers are males. The percentage of smokers has increased in line with increasing age, Banjar District government and members of local parliament have not established restriction for cigarette free areas as indicated from the high quantity of staff smoking everywhere. Objective: The study aimed to identify association between perception, attitude, smoking status of officials, staff and members of local parliament in District of Banjar and the intention toward tobacco free areas in the office. Method: The study was observational with cross sectional design. Subjects were officials, staff and members of local parliament in District of Banjar. Samples consisted of 280 people. Data were obtained from structured questionnaires and analyzed using chi square and logistic regression. Result: There was significant association between perception of the officials, and intention toward smoking free areas (p = 0.039; OR = 2.5; 95% CI = 1.05 - 6.13). There was no significant association between attitude of officials, staff and members of local parliament and intention toward tobacco free areas (p = 0.518; OR = 0.75; 95% CI = 0.16 - 3.36). Conclusion: There was association between perception of officials, staff and members of parliament at District of Banjar and intention for cigarette free areas. There was no association between attitude and smoking status of officials, staff and members of local parliament at District of Banjar and intention toward free areas.

Kata Kunci : Persepsi,Intensi,Rokok,Area bebas rokok


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.