Laporkan Masalah

Peran petugas Puskesmas dalam promosi kesehatan berhenti merokok pada pasien dan masyarakat di Kabupaten Sleman

DAROJI, Muhammad, Dra. Yayi Suryo Prabandari, M.Si., Ph.D

2010 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Permasalahan rokok menjadi masalah kompleks dan global. Dampaknya terhadap kesehatan, tak terbantahkan lagi. Akan tetapi, prevalensi merokok justru meningkat 2,1% per tahun di negara berkembang, sedangkan di negara maju prevalensinya menurun 1,1% per tahun. Jika tidak ada penanganan yang memadai, diperkirakan pada tahun 2030 akan ada 1,26 miliar perokok, dengan 10 juta kematian per tahun akibat tembakau. Di Kabupaten Sleman, prevalensi merokok penduduk usia 10 tahun ke atas mencapai 26,7%, prevalensi rumah tangga merokok sebesar 55,74%. Dari 8 penyakit terbesar penyebab kematian di RS di Kabupaten Sleman, ternyata 4 di antaranya adalah penyakit yang ada hubunganya dengan rokok. Petugas kesehatan mempunyai peran yang sangat strategis dalam upaya promosi berhenti merokok pada pasien dan masyarakat. Peran petugas kesehatan diyakini mencapai 10% dalam mendorong keberhasilan pasien untuk berhenti merokok, akan tetapi peran tersebut ternyata belum efektif. Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalam peran petugas puskesmas dalam upaya promosi kesehatan berhenti merokok pada pasien dan masyarakat, serta hal-hal yang berkaitan dengannya. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan rancangan fenomenologi. Subjek utama penelitian terdiri dari petugas PKM, koordinator klinis dan kepala puskesmas. Subjek pendukung terdiri dari pasien dan masyarakat, serta pejabat dinas kesehatan. Pemilihan puskesmas berdasarkan cakupan rumah tangga bebas asap rokok tertinggi dan terendah, masing-masing jenis responden 1 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi. Hasil Penelitian: Peran petugas puskesmas dalam promosi berhenti merokok, antara lain; edukasi pasien dan keluarga, edukasi masyarakat dan anak sekolah, memberi saran dan instruksi pengobatan, menyediakan media informasi, menjadi model perilaku tidak merokok, membuat model wilayah bebas asap rokok, dan kolaborasi pelayanan klinis dengan psikolog. Hal-hal yang berkaitan dengan peran tersebut antara lain; sikap petugas, pemahaman perlunya promosi berhenti merokok, tanggung jawab, kompetensi petugas, harapan masyarakat, kendala dan keyakinan keberhasilan. Kesimpulan Penelitian: Peran petugas puskesmas dalam promosi berhenti merokok belum berjalan maksimal, oleh karena kompetensi petugas masih kurang, adanya kendala internal dan eksternal, dan keyakinan keberhasilan yang lemah.

Background: Smoking is a complex and global problem. Its impact to health is undeniable. Nevertheless, the prevalence of smoking increases by 2.1% a year in developing countries, whereas in developed countries the prevalence decreases by 1.1% a year. Unless there is no appropriate action it is estimated that in 2030 there will be as many as 1.26 billion smokers with 10 million deaths a year due to tobacco. At District of Sleman the prevalence of smoking in the population of above 10 years old reaches 26.7%, the prevalence of smoking household is 55.74%. Data of 8 major diseases causing mortality in hospitals at District of Sleman shows that 4 of them are diseases related to cigarettes. Health staff have a very strategic role in effort to promote smoking cessation among patients and the community. Their role may reach 10% in supporting the success of patients to smoking cessation, however, the role is not yet effective. Objective: The study aimed to identify indepth the role of health center staff in effort to promote health on smoking cessation in patients and the community and aspects related to it. Method: The study used qualitative approach and phenomenological design. The main subject of the study were staff of public health promotion, clinical coordinator and heads of health center. The supporting subject were patients and the community and officials of the health office. Selection of health centers was based on coverage of the highest and the lowest smoke free household, each representing one respondent. Data were obtained through indepth interview and observation. Result: Role of health center staff in the promotion of smoking cessation included: patient and family education, community and school children education, giving advice and medication instruction, providing information, becoming non smoking role model, creating a model of smoke free area, collaborating clinical service with psychologists. Aspects related to these comprised: attitude of staff, understanding of the need to smoking cessation, responsibility, competence of staff, community's expectation, constraints and belief in success. Conclusion: Role of health center staff in the promotion of smoking cessation was not yet optimum due to limited competence, internal and external constraints, poor belief in success.

Kata Kunci : Peran petugas,Promosi berhenti merokok


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.