Laporkan Masalah

Persepsi remaja putri di Kota Ambon tentang risiko terpapar kosmetik berbahaya dan perilakunya dalam memilih dan menggunakan kosmetik

DAMANIK, Bidan Tringani, dr. Kristina Etnawati, MPH, SpKK(K)

2010 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Kosmetik adalah komoditi yang sering dipakai oleh remaja putri untuk memperoleh dan menjaga kecantikan secara instant, sehingga banyak ditemukan kosmetik tidak terdaftar beredar di pasaran dan mengandung bahan berbahaya. Banyaknya peredaran kosmetik yang tidak terdaftar menjadi faktor risiko bagi remaja putri bisa terpapar kosmetik berbahaya, sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui persepsi remaja putri tentang risiko terpapar kosmetik berbahaya dan perilakunya dalam memilih dan menggunakan kosmetik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi remaja putri tentang kosmetik berbahaya dan perilakunya dalam memilih dan menggunakan kosmetik. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan kombinasi penelitian survei dan penelitian kualitatif dengan rancangan studi kasus (case study) melalui pendekatan deskriptif eksploratif. Survei dilakukan pada 12 sekolah yang terdiri dari 6 SMA swasta dan 6 SMA negeri. Pengambilan sampel untuk survei dilakukan dengan cara multistage cluster sampling dan diperoleh total responden sebanyak 394 siswi. Pengumpulan data dilakukan dengan membagikan kuesioner penyaringan. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif. Informan dalam FGD diambil dari hasil survei. Pemilihan informan dilakukan secara purposive sampling.Tiap-tiap sekolah diambil sampel sebanyak 3-4 orang dan diperoleh total informan sebanyak 44 orang yang terbagi dalam 6 kelompok diskusi. Analisis data yang digunakan adalah analisis tematis. Hasil: Terjadinya masalah kulit pada remaja putri setelah menggunakan kosmetik memiliki prevalensi yang sangat tinggi terlihat dari hasil survei 57,87% dari 394 siswi pernah mengalami masalah kulit yaitu 27,4% jerawat berlebihan, 23,9% flek noda hitam, 20,6% gatal-gatal, 16,8% kulit mengelupas, dan 11% kulit kemerahan/rasa terbakar. Iritasi kulit seperti kulit terkelupas, kulit kemerahan dan rasa terbakar dipersepsikan merupakan cara kerja kosmetik untuk membuat kulit jadi putih, namun adanya flek noda hitam dan jerawat setelah menggunakan kosmetik dipersepsikan kosmetik tersebut berbahaya. Kesimpulan: Persepsi yang salah terhadap cara kerja kosmetik untuk membuat kulit menjadi putih menyebabkan remaja putri berperilaku berisiko dalam memilih dan menggunakan kosmetik. Sebagai tindakan prevensi untuk menurunkan risiko terpapar kosmetik berbahaya Badan POM khususnya Balai POM di Ambon perlu membuat program promosi kesehatan tentang kosmetik dan masalah-masalahnya bagi remaja putri dan bagi ibu-ibu rumah tangga di Kota Ambon.

Background: Cosmetics were products frequently used by female teenagers to attain and maintain beauty istantly, as consequence, there were many cosmetics in markets unregistered and contained hazardous substances. The wide distribution of cosmetics unregistered was a risk factor for hazardous cosmetics exposure so a research must be conducted to know perception of female teenager about hazardous cosmetics exposure risk and their behavior of choosing and using them. Objective: The research aimed to describe perception of female teenagers about hazardous cosmetics, perception of female teenagers in Ambon about hazardous cosmetics exposure risk and their behavior of choosing and using cosmetics Method: The research was a survey combined with qualitative method using descriptive explorative approach. Survey was conducted in 12 schools: 6 private and 6 public. With a total respondents of 394 female students using multistage cluster sampling method. Descriptive was then used for data analysis. FGD was also used for data. Recruitment participant of FGD using purposive sampling method. From each schools, 3-4 female students were recruited as participants of FGD yielding a total of 44 respondents who were split in 6 group discussion. Thematic was then used for data analysis. Results: The problem of skin in female teenager had the a very high prevalence as shown in the survey result. More than half of 394 students (57,87%) experienced skin problem after using cosmetics.The problem of skin that is skin was peeled off, reddish skin and feeling were burnt was perceptioned a procedure to make skin become white, but the black spot and acnes after using cosmetics perceptioned the cosmetics had dangerous. Conclusion: Perception that wrong about cosmetics of procedure to make skin white maked they behaved was risky of choosing and using them. As the action prevention to reduce the flattest risk of hazardous cosmetics The National Agency of Food and Drug Control especially the Institute of Food and Drug Control in Ambon must be make the health promotion about cosmetics and problems for female teenager and household in Ambon.

Kata Kunci : Kosmetik,Kosmetik berbahaya,Perilaku memilih dan menggunakan kosmetik


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.