Laporkan Masalah

Konsep lingkungan dalam naskah La Galigo ditinjau dari perspektif etika lingkungan

SUNGKILANG, Sitti Aaisyah, Dr. Mukhtasar Syamsuddin

2010 | Tesis | S2 Ilmu Filsafat

Penelitian ini mengungkapkan sebuah episode dalam serat masyarakat Bugis, La Galigo, yakni Ritumpanna Welenrengge (penebangan pohon Welenreng). Episode ini diulas dari perspektif etika lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan relasi manusia dan alam yang terkandung dalam naskah La Galigo, menemukan nilai etis yang berkaitan dengan lingkungan untuk kemudian dikaitkan dengan gagasan pembangunan di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan metode deskripsi, verstehen, hermeunetika, dan heuristik. Adapun proses penelitian dimulai dengan penyediaan sumber data, dilanjutkan dengan pengumpulan data, sistematisasi data penelitian, analisis hasil dan kemudian melakukan refleksi kritis. Naskah La Galigo mengandung penjelasan kosmologi manusia Bugis. Sebagaimana corak kebudayaan di Timur, cerita La Galigo juga memperlihatkan keterkaitan erat antara manusia dan alam. Hal ini tergambar dari proses ritual serta upaya diplomasi yang dilakukan Sawerigading sewaktu akan menebang pohon Welenreng. Meskipun bercorak antroposentrisme, penghormatan kepada alam merupakan keharusan bagi manusia, karena alam telah banyak berjasa menyuplai kebutuhan manusia. Selain itu, Tuhan pun memerintahkan kepada manusia untuk mengurus bumi dengan baik. Sebagaimana paham etika lingkungan yang berkembang dewasa ini, bahwa setiap makhluk memiliki hak moral untuk diperlakukan dengan santun. Alam telah sangat rusak di tangan manusia yang selalu mengeksploitasi alam. Atas nama pembangunan, alam lalu dikorbankan. Oleh sebab itu, perlu menggali nilai-nilai utama dalam sebuah kebudayaan, seperti naskah La Galigo, untuk memberikan landasan kebudayaan bagi proses pembangunan di Indonesia.

This research attempt to unveil a episode in a Bugis' old scripture, La Galigo, that is Ritumpanna Welenrengge about cut off Welenreng tree. This episode is analyzed from environmental ethics point of view. This research attempt to explain how this old scripture see is human and nature relationship normatively and to find ethical issue that related to ideas of development in Indonesian context. This research use unobtrusive technique to find something relevant to the study. Description, vertehen, hermeneutics, and heuristics are used as analytical methods. The research process begins with providing a source of data, followed by data collection, systematization of research data, analyze results and then perform a critical reflection. La Galigo also containing a cosmological point of view of (ancient) Bugis culture. The Cultural core of the La Galigo including human-environment relationship perspective of the Bugis people. This perspective can be found in description of how Sawerigading conduct a set of ritual and dialog process when he tries to cut off Welenreng tree. Despite anthropocentrism is lied in the perspective, the text also have normative guideline that man have to give respect to their environment because they live in and by them. Furthermore, man is obliged by the God to cultivate the earth ethically. In the modern environmental ethics perspective, every being things have a moral right to be touched with respect. Not because of economic development, environment or physical nature is sacrificed. Related to this ethical view, that is something important to rise up again the core values in a cultural text such as La Galigo to build cultural foundations for developmental process in Indonesia.

Kata Kunci : La Galigo,Etika lingkungan,Antroposentrisme,Pembangunan, La Galigo, environmental ethics, anthropocentrism, development


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.