Organisasi sosial Dala'il khairat :: Studi pengamal Dala'il Khairat .H. Ahmad Basyir Kudus
JALIL, Abdul, Dr. Aris Arif Mundayat, MA
2010 | Tesis | S2 AntropologiKajian ini membahas tentang realitas antara praktek keagamaan dengan etos kerja para santri sebagai pengamal dala’il khairat di pesantren Darul Falah K.H Ahmad Basyir Kudus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh spirit Dala’il Khairat terhadap etos kerja dan peningkatan ekonomi santri. Selain itu, kajian ini juga berupaya melihat Dala’il Khairat sebagai sebuah organisasi sosial.. Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian dilakukan di Pesantren Darul Falah Jekulo Kudus pimpinan K.H Ahmad Basyir sekaligus sebagai mujiz amalan dala’il khairat bagi para santri yang masih eksis mengamalkan amalan dala’il. Selain itu juga para pengamal diluar pesantren yang umumnya sudah berumah tangga dan mengembangkan usaha bisnisnya, baik di Jawa Tengah, Yogyakarta, maupun Kuningan Jawa Barat. Pengambilan wilayah ini, sebagai sampel bagaimana para pengamal di daerah tertentu dalam mengembangkan bisnisnya dan mengamalkan dalail khairat. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Sumber data dikumpulkan dari informan yang meliputi mujiz dala’il khairat, para pengurus pesantren, para santri, tokoh masyarakat, dan para alumni pengamal dala’il khairat. Kajian mengenai aktivitas ekonomi para pengamal dala’il khairat menunjukkan bahwa adanya pengaruh spirit atau keyakinan terhadap pengamalan dalail terhadap peningkatan usaha yang dijalaninya. Spirit dalail telah membawa para pengamal menjadi lebih semangat dan memiliki etos kerja yang tinggi. Kajian ini juga memperlihatkan pemahaman bahwa ada hubugan antara amalan dalail khairat yang barangkali bisa diasumsikan sebagai agama bagi pengamal dalail dengan semangat meningkatkan usaha yang dijalani. Dala’il khairat mendorong terjadinya dinamisasi kehidupan ekonomi para pengamalnya. Keterlibatan para pengamal dalam berbagai kegiatan keagamaan, khususnya ketika khaul muallif syaikh Sulaiman al-Jazuli di pesantren Darul Falah Kudus menunjukkan bahwa tampaknya para pengamal yang sukses dibidang ekonomi ini cenderung menafsirkan ideologi-ideologi keagamaan terutama dalam kaitannya dengan paraktek-praktek ekonomi. Usaha-usaha dalam mencapai kesuksesan ekonomi melalui pengambangan potensi masing-masing pengamal, baik melalui pendidikan maupun bakat; adanya keseimbangan waktu dalam pengembangan usaha; dan yang terpenting legitimasi dari peran pemerintah setempat dapat mendorong terjadinya akumulasi kekayaan dan telah melahirkan semangat kerja keras, tekun, dan hemat. Meskipun bukan satu-satunya, agama dalam konteks ini adalah amalan Dala’il Kahirat telah menjadi faktor penyebab berkembangya komersialisasi di kalangan para pengamal yang memiliki usaha dan telah membantu proses pencapaian keberhasilan dibidang ekonomi. Selain itu, pengalaman spiritual ketika menjalani amalan dala’il khairat, dimilikinya sifat-sifat dalam berdagang, seperti: kejujuran, baik dalam diri sendiri, teman kerja, dengan relasi bisnis maupun karyawan; keterbukaan dalam berbagai masalah dengan stafnya, termasuk sifat kebersamaan sebagai upaya memikul dan membagi beban sesuai dengan kemampuan masing-masing partnernya telah membawa para pengamal pada suatu proses usaha bisnis yang memberi keuntungan secara ekonomis.
This study analyzes the relation between the religious practice dala’il khairat and work ethos of the students in Pesantren Darul Falah K.H Ahmad Basyir Kudus. The study aims to identify the effect of the Dala’il Khairat spirit on work ethos and economic improvement of the students. In addition, this study also seeks the Dala’il Khairat as a social organization. Qualitative method was used in the study. The study was conducted in Pesantren Darul Falah Jekulo Kudus led by K.H. Ahmad Basyir, who is also the mujiz of the dala’il khairat practiced by the students as well as the alumni of the pesantren who generally are married and develop their business in Central Java, Yogyakarta, and Kuningan West Java. These areas were taken as the sample because they represent how the practice of dalail khairat has effect on business development. Data was collected by participatory observation, in-depth interview, and documentation from informants that include mujiz of dala’il khairat, administrators of pesantren, students, public figures, and alumni who practice dala’il khairat. Economic analysis has shown the effect of spirit or belief in dala’il khairat practice on business development. By practicing dala’il khairat, they are more spirited and have higher work ethos. This study has also shown that there is a relation between the practice of dalail khairat being a kind of a religious service and the spirit of business development. The practice of dala’il khairat has resulted in the dynamic economic life of the people who practice it. The involvement of the people who practice it in religious activities, especially khaul muallif syaikh Sulaiman al-Jazuli in Pesantren Darul Falah Kudus shows that those who are successful in economic sector are likely to interpret religious ideologies in the relation with business development; and most importantly, the legitimacy from the local government has encouraged them to accumulate wealth and makes them more spirited, perseverant, and efficient. Although it is not the only factor, religion in this context is the practice of Dala’il Kahirat that has contributed to business development among the business people who practice it. In addition, spiritual experience of dala’il khairat, selfhonesty and fair business with partners and employees; transparency and collectiveness in sharing the problems, have given much economic advantages to them.
Kata Kunci : Spirit,Dala'il khairat,Aktivitas ekonomi,Organisasi sosial, Spirit; Dala’il Khairat, economic activities, and practice