Laporkan Masalah

Interferensi gramatikal bahasa Indonesia dan bahasa Jepang

SUHARTINI, Prof. Stephanus Djawanai, M.A., Ph.D

2010 | Tesis | S2 Linguistik

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan interferensi gramatikal bahasa Indonesia dan bahasa Jepang dalam pembelajaran bahasa kedua serta menemukan sebab-sebab yang melatarbelakangi terjadinya interferensai tersebut. Dalam proses pembelajaran bahasa kedua, interferensi terjadi jika materi-materi yang dipelajari (dikuasai) pada bahasa pertama mencampuri materi-materi pada bahasa kedua dengan cara sebuah item pada bahasa pertama dialihkan atau dikaitkan secara tidak tepat pada item bahasa kedua yang dipelajari. Data dalam penelitian ini terdiri dari dua macam, yaitu kalimat-kalimat bahasa Jepang yang mendapatkan interferensi gramatikal dari bahasa Indonesia dan kalimat-kalimat bahasa Indonesia yang mendapatkan interferensi dari bahasa Jepang. Pengumpulan data dilakukan dengan metode simak dan metode cakap. Metode simak dilakukan untuk mengumpulkan data berupa kalimat-kalimat bahasa Jepang dan kalimat-kalimat bahasa Indonesia dalam bentuk tertulis. Metode cakap juga dilakukan karena data yang didapat berupa kalimat-kalimat bahasa Jepang dirasa kurang mencukupi. Dari hasil analisis data dapat diketahui adanya interferensi bahasa Indonesia dan bahasa Jepang dalam pembelajaran bahasa kedua. Secara garis besar, interferensi gramatikal ini disebabkan karena perbedaan sistem gramatika bahasa Indonesia dengan bahasa Jepang, pola penerjemahan (transfer) yang salah, dan faktor kebiasaan dari bahasa pertama yang dibawa secara tidak sadar dalam pembelajaran bahasa kedua. Untuk menanggulangi interferensi gramatikal tersebut, maka dapat dilakukan upaya pendedahan secara terus-menerus, terutama pada kaidah gramatikal yang berpotensi menimbulkan interferensi di atas.

This research aims at describing the grammatical interference of Indonesian and Japanese language in second language learning revealing the causes of the interference. In a second language learning, interference occurs when the learned (or mastered) materials of the first language interfere with those of the second language by inappropriately switch or relate an item in the first language with an item in the second language. There were two main classifications of the data in the research, i.e. sentences in Japanese that are grammatically interfered by Indonesian language and sentences in Indonesian that are grammatically interfered by Japanese language. The data were collected through observation and interview. The observation was conducted to collect data in the form of written sentences in Indonesian and Japanese language. The interview was also conducted since there were insufficient data in the form of sentences in Japanese. The results of the analysis show that there is grammatical interference of Indonesian and Japanese language in second language learning. This grammatical interference in general is due to the difference in the grammar system of Indonesian and Japanese language, the wrong translation pattern (transfer), and the behavioral pattern brought into the learning of the second language. To overcome the problem of grammatical interference, Japanese/Indonesian teachers shall expose the language continuously to its learners, especially the grammatical rules that have the potential to cause the interference to occur.

Kata Kunci : Interferensi, Gramatikal, Pembelajaran, Bahasa Indonesia, Bahasa Jepang


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.