Analisis pragmatik terhadap tuturan anak usia dua tahun :: Studi kasus pada Shihab Fatin Alvan
SUDARTINAH, Titik, Prof. Stephanus Djawanai, M.A., PhD
2010 | Tesis | S2 LinguistikPenelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan pelaksanaan tuturan anak usia dua tahun berdasarkan jenis dan modusnya, (2) mendeskripsikan kesederhanaan bentuk tuturan anak usia dua tahun dan hubungannya dengan maksud yang terkandung di dalamnya, dan (3) mendeskripsikan peran tindak tutur anak usia dua tahun dalam membangun dan mengembangkan percakapan dengan rnitra tuturnya. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang menggunakan satuan lingual sebagai datanya. Data dalam penelitian ini adalah tuturan anak usia dua tahun ketika berinteraksi dengan rnitra tuturnya. Sumber data adalah seorang anak berusia dua tahun bemama Shihab Fatin Alvan dan orang-orang di sekelilingnya, yaitu keluarga dan ternan sepermainan. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri yang bertugas mengambil, mengumpulkan, melakukan ketegorisasi dan reduksi, serta menganalisis data. Beberapa instrumen sekunder yang dipakai dalam penelitian ini, antara lain adalah alat perekam digital, handphone, serta rekaman data berikut transkri psinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis tindak tutur yang paling ban yak dijumpai pada tuturan anak usia dua tahun adalah tindak representatif dan direktif. Tindak ekspresif dan komisif sudah terdapat pada tuturan anak meskipun frekuensinya masih relatif kecil dibandingkan tindak representatif dan direktif. Tindak tutur deklaratif, sama sekali belum dijumpai pada tuturan anak usia dua tahun. Bentuk tuturan langsung lebih sering digunakan oleh anak usia dua tahun ketika bertutur dibandingkan bentuk tuturan tidak langsung. Di balik kompleksitas muatan ilokusioner yang terkandung dalam tuturan anak usia dua tahun, terdapat beberapa kesederhanaan yaitu antara lain dalam hal struktur, pemakaian kata, dan penggunaan gestur dan intonasi. Anak usia dua tahun juga telah memiliki pemahaman awal tentang konsep kesopanan dalam berbahasa. Peran yang diberikan oleh anak dalam membangun sebuah percakapan adalah dengan cara menginisiasi topik dalam percakapan itu. Dalam mengembangkan sebuah percakapan yang topiknya telah diinisiasi oleh mitra tuturnya, tuturan anak berkontribusi dalam upaya pencapaian struktur lengkap percakapan. Kata kunci: anak usia dua tahun, tuturan, tindak tutur, kesederhanaan, peran dalam percakapan
This research aims at (1) describing the speech acts of a two-year-old child based on the kinds and modes, (2) describing the simplicity of the utterances of a two-year-old child and its relationship with the intended meanings of the utterances, and (3) describing the roles of the utterances of a two-year-old child in establishing and developing conversations with others. This research used a qualitative design with lingual units as the data. The data were the utterances of a two-year-old child when conversing with others. The sources of the data were a two-year-old child named Shihab Fatin Alvan and some people around him, i.e. his family and friends. The main instrument in this research was the researcher herself who took, collected, classified, and analyzed the data. Other instruments used were digital recorders, handphone, and the audio files and the transcript of the conversations between the subject and his interlocutors. The results of the analysis show that the most often used speech acts in the utterances of a two-year-old child are representatives and directives. Expressive and commisive speech acts are found but rare compared to either representatives of directives. Declarative speech act is not present in the utterances of a two-yearold child. Direct speech act is preferable then indirect one. Besides the complexity of the illocutionary force of the utterances of a two-year-old child, there is also simplicity in terms of their structure, use of words, and use of hand gestures and intonation. He also has early understanding of politeness in using a language. The utterances of a two-year-old child have a significant role in establishing and developing conversations with others by initiating the topic of the conversations as well as showing the efforts to achieve structurally complete conversations. Keywords: a two-year-old child, utterance, speech acts, simplicity, role m conversations
Kata Kunci : Anak usia dua tahun,Tuturan,Tindak tutur,Kesederhanaan,Peran dalam percakapan