Laporkan Masalah

Kedudukan jaminan hak tanggungan dalam perjanjian kredit setelah adanya novasi di BNI cabang Padang

RISTANIL, Ninik Darmini, S.H., M.Hum

2010 | Tesis | S2 Magister Kenotariatan

Penelitian mengenai kedudukan jaminan hak tanggungan dalam perjanjian kredit setelah adanya novasi (studi kasus pada PT.Bank Negara Indonesia Cabang Padang) bertujuan untuk mengetahui alasan Bank Negara Indonesia Cabang Padang mengakhiri perikatan dengan debiturnya melalui jalan novasi, mengetahui kedudukan jaminan hak tanggungan dalam perjanjian lama pada perjanjian baru setelah adanya novasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis empiris (sosio-legal research) atau nondoctrinal. Penelitian ini merupakan kegiatan pencarian data empiris, dengan menggunakan metode ilmiah, yang menggabungkan secara sistematis antara cara berfikir deduktif dan induktif. Tekhnik pengumpulan data primer dilakukan melalui penelitian lapangan dengan menggunakan pedoman wawancara. Wawancara yang digunakan adalah wawancara tidak terstruktur (unstructur interview) dengan jenis wawancara berfokus (focus interview). Untuk melengkapi data juga dilakukan studi kepustakaan, tekhnik yang digunakan dalam pengumpulan data sekunder adalah tekhnik studi documenter, dengan alat berupa bahan-bahan tertulis, sedangkan untuk subyek penelitian yang terdiri dari responden yang biasanya berjumlah 5 orang. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan, bahwa alasan Bank Negara Indonesia mengakhiri perikatan dengan debiturnya adalah karena alasan bisnis dan alasan untuk meminimalisasi resiko terjadinya kredit macet. Kedua alasan ini menjadi dasar bagi BNI untuk melakukan novasi pada perjanjian kredit lama. Novasi memang terjadi di BNI, novasi menimbulkan akibat yang berbeda terhadap jaminan hak tanggungan kedudukan jaminan hak tanggungan pada perjanjian lama setelah adanya novasi dapat diketahui bahwa dengan hapusnya perjanjian pokok maka secara otomatis semua hak-hak yang melekat terhadap perjanjian tersebut yang mengenai benda jaminan menjadi hapus, artinya perjanjian accesoir menjadi hapus jika perikatan yang dibuat diawal telah dihapuskan kecuali jaminan yang lama tersebut dipertahankan oleh kreditur untuk dapat dipakai dalam perjanjian yang baru, BNI menafsirkan bahwa kata dipertahankan tersebut harus ditafsirkan sama oleh kreditur dan debitur hal ini dimaksudkan agar dalam perjanjian baru sebagai pengganti perjanjian yang lama kreditur dalam hal ini BNI tidak kehilangan hak preferennya dalam hal jika suatu saat nanti dilakukan eksekusi jaminan debitur. Novasi yang terjadi di BNI Cabang Padang hanya dua jenis novasi yakni subyektif pasif dan obyektif.

Research on the position of mortgage collateral in credit after the novation agreement (case study at PT. Bank Negara Indonesia, Padang Branch) aims to determine why BNI end the agreement with debtors through novation, knowing the position of mortgage collateral in the old covenant agreement on a new agreement after the novation. This research uses empirical juridical (socio-legal research) or non-doctrinal approach. This research is an empirical data search activity using the scientific method, which combines systematically between deductive and inductive way of thinking. Primary data collection technique is done through field research through direct communication techniques with tools such as interview guides. Interview was used unstructured interviews with the type of focused interviews. It’s also used the study the literature to complement the data, techniques used in collecting secondary data is the technique of documentary studies, by means of written materials, while for the study subjects consisted of respondents who usually consists of five people. Based on the results of the study, concluded that the reason of BNI for ending the ties with the debtor is for business reasons and to minimize the risk of bad loans. Those reasons became the basis for BNI to make a novation of the old credit agreement. Novation was really happening in BNI, a novation make different consequences of mortgage guarantee mortgage collateral position on long after the existence of a novation agreement can be seen that with the disappearance of the principal agreement shall automatically all the rights attached to the agreements that guarantee to remove objects , meaning that the agreement accesoir become clear if this commitment made at the beginning of the guarantees have been abolished a long time unless they are maintained by the creditor to be used in the new covenant, BNI interpret that maintained word should be interpreted by the creditor and debtor correctly, it is intended that the new agreement to replace the old agreement that BNI as a creditor is not lose the right which is preferred in this case if someday be guaranteed execution debtor. BNI novation which is occurred in Padang Branch only has two kinds, namely subjective and objective.

Kata Kunci : Mortgage collateral,Loan agrement,Novation

  1. S2-PAS-2010-RinstanilNazir-Abstract.pdf  
  2. S2-PAS-2010-RinstanilNazir-Bibliography.pdf  
  3. S2-PAS-2010-RinstanilNazir-Tableofcontent.pdf  
  4. S2-PAS-2010-RinstanilNazir-Title.pdf