Laporkan Masalah

Implementasi manajemen aset pada tanah dan bangunan pemerintah Kabupaten Buru Provinsi Maluku Tahun 2010

HELUTH, Marlin Mariany, Dra. Wahyu Hidayati, M.Si

2010 | Tesis | S2 Magister Ekonomika Pembangunan

Pengelolaan aset daerah merupakan salah satu dari kunci keberhasilan pengelolaan ekonomi daerah. Dengan penerapan manajemen yang baik pada aset khususnya tanah dan bangunan maka akan terwujud ketertiban administrasi, terciptanya efisiensi dan efektivitas penggunaan aset daerah, pengamanan aset daerah serta tersedianya data/informasi yang akurat mengenai jumlah aset. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan manajemen aset pada tanah dan bangunan milik Pemerintah Kabupaten Buru dan menganalisis perbedaan persepsi antarlevel manajemen dengan cara mengukur tingkat kepentingan (importance) dan kualitas kinerja (performance) pada level manajemen atas, manajemen menengah dan manajemen bawah berdasarkan faktor-faktor penting kunci keberhasilan manajemen aset tanah dan bangunan yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Buru. Metode pengambilan sampel yang menggunakan yaitu purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 52 responden yang berasal dari 3 level manajemen berbeda yakni manajemen atas, manajemen menengah dan manajemen bawah. Alat analisis yang digunakan adalah importance-performance analysis (IPA) dan uji Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukan variabel dari faktor-faktor penting penerapan manajemen aset tanah dan bangunan, yaitu variabel pendaftaran (sertifikasi) terhadap aset tanah, dengan nilai modus 5 (sangat penting) yang dipilih oleh 31 responden dan variabel yang dianggap kurang penting bagi responden adalah variabel pemanfaatan aset tanah dan bangunan sudah sesuai dengan peruntukan. Untuk analisis tingkat kinerja (performance) variabel inventarisasi meliputi pendataan, pencatatan dan penyimpanan informasi berkaitan dengan aset tanah dan bangunan telah dilaksanakan secara baik sesuai yang diharapkan, dengan angka modus 4 (baik) dan sebaliknya variabel pemanfaatan aset tanah dan bangunan sudah sesuai dengan peruntukan merupakan variabel yang kualitas masih rendah. Hasil uji Kruskal-Wallis menunjukan bahwa tidak ada perbedaan persepsi antarlevel manajemen dalam menilai tingkat kepentingan (importance) atas penerapan faktor-faktor penting manajemen aset pada tanah dan bangunan. Sementara untuk kualitas kinerja (performance) atas penerapan faktor-faktor penting manajemen aset pada tanah dan bangunan terdapat perbedaan persepsi antarlevel manajemen.

Local asset management is one of the keys for success in local economic management. By applying a good asset management, mainly in land and building assets, administration order will be realized, efficiency and effectiveness in using local assets will be achieved, and accurate data or information on number of assets will be available. Purposes of this study are to analyze the application of land and building asset management by Government of Buru Regency and to analyze difference in the perception of interlevel management and the ways of measuring both the level of importance and performance quality at upper, middle, and lower management levels based on important factors influencing success in land and building assets management done by Government of Buru Regency. Sampling method used is a purposive sampling with 52 respondents from three different management levels, i.e. upper, middle, and lower managements. Analysis instruments are importanceperformance analysis (IPA) and the Kruskal-Wallis test. Result of the study indicates that important factors in application of land and building assets management were land asset certification with modus score of 5 (greatly important) selected by 31 respondents, and variables considered as less important for the respondents was land and building assets utilization, which was in accordance with original purpose. Analysis on performance level of inventory including data listing, recording, and information keeping in relation to land and building assets was done well as expected with modus score of 4, while land and building assets utilization was in accordance with original purpose, indicating its lower quality. Result of the Kruskal-Wallis test indicates that there was no difference in perception of interlevel management in assessing the level of importance and the application of important factors in land and building assets management. There was difference in perception of interlevel management on performance quality of important factors application in land and building assets management.

Kata Kunci : Manajemen aset, Tanah dan bangunan, Importance, performance analysis, Kruskal, wallis


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.