Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja anggaran dalam perspektif NIE (New Institutional Economics) :: Studi empiris pada pemerintah Provinsi Aceh
PUTRA Az, M. Syah, Prof. Wihana Kirana Jaya, Ph.D
2010 | Tesis | S2 Magister Ekonomika PembangunanAnggaran merupakan salah satu komponen penting dalam perencanaan yang berisikan rencana kegiatan di masa mendatang dan mengidentifikasikan kegiatan untuk mencapai tujuan, sehingga faktor-faktor yang menentukan kinerjanya perlu diukur. Penelitian ini bertujuan 1) untuk mengetahui penilaian unsur Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA), DPRA dan masyarakat pada faktor-faktor kinerja anggaran di Pemerintahan Aceh, 2) untuk menguji ada tidaknya perbedaan dalam faktor biaya transaksi, good governance dan perubahan institusi di Pemerintahan Aceh diantara unsur Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA), DPRA dan masyarakat, dan 3) untuk menguji pengaruh biaya transaksi, good governance dan perubahan institusi terhadap kinerja anggaran di Pemerintahan Aceh. Pengumpulan data primer dilakukan dengan cara memberikan daftar pertanyaan kepada 3 (tiga) kelompok responden yaitu unsur Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA), Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), dan masyarakat umum. Metode yang digunakan dalam penentuan sampel adalah metode purposive sampling. Metode analisis yang digunakan adalah model regresi dengan dependen variabel yang bersifat kualitatif, yaitu model logit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor kinerja anggaran di Pemerintahan Aceh berdasarkan persepsi unsur Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA), DPRA dan masyarakat menunjukkan adanya penilaian positif dalam hal biaya transaksi, Good Governance dan perubahan institusi. Hal ini ditunjukkan dari hasil frekuensi pilihan jawaban tertinggi dari responden adalah pilihan jawaban empat (4) atau setuju sebesar 4264 (45,13 persen), kemudian diikuti pilihan jawaban lima (5) atau sangat setuju sebesar 2680 (28,37 persen). Persepsi responden mengenai faktor-faktor kinerja anggaran di Pemerintahan Aceh.tidak berbeda secara signifikan antara Tim Anggaran Pemerintah Aceh, anggota DPRA Aceh, dan masyarakat umum berbeda terhadap biaya transaksi, Good Governance dan perubahan institusi Pemerintah Aceh. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji Kruskal Walis yang menunjukkan tidak adanya perbedaan signifikan pada ketiga variable tersebut. Biaya transaksi yang minimum berpengaruh positif terhadap kinerja anggaran. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji regresi logit yang didukung uji z (Wald test) yang menunjukkan Biaya transaksi mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja anggaran. Demikian juga dengan variabel perubahan kelembagaan mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja anggaran. Namun demikian, hasil analisis regresi menunjukkan bahwa Good Governance tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja anggaran.
Budget is one of important component in the planning containing the plan of activities in the future and identifying the activities to attain the objectives, so the factors that determines its performance need to measure. This study aimed 1) to determine the valuation of Aceh Government Budget Team, legislative members, and people in the factors of budget performance in Aceh government, 2) to test whether there was a difference in the factor of transaction cost, good governance, and institutional change in Aceh Government among the Aceh Government Budget Team, legislative members and people, and 3) to test the effect of transaction cost, good governance and institutional change on the budget performance of Aceh Government. Primary data collecting was carried out by giving questionnaire to the three groups of respondents, that was the element of Aceh Government Budget Team, members of legislative (DPRA), and people. Method used in the sample determination was purposive sampling method. Analysis method used was regression model with variable dependent was qualitative in nature as logit model. The result of research showed that factors of budget performance in Aceh Government based on the perception of Aceh Government Budget Team, members of legislative (DPRA), and people showed a positive valuation in trascation cost, good governance and institutional change. It could be determined by the highest result of answer choice frequencies from the respondents was answer choice four (4) or agree as 4264 (45.13 percent), and then followed by answer five (5) or very agree as 2680 (28.37 percent). The respondent perception on the factors of budget performance in Aceh Government was not different significantly among Aceh Government Budget Team, members of legislative (DPRA), and people on trascation cost, good governance and Aceh Government institutional change. It could be determined from the result of Kruskal Walis test that showed there was no significant difference in the three variables. A minimum transaction cost had positive effect on budget performance. It could be seen in the result of logit regression test that was supported by z test (Wald test) that showed transaction cost had a positive and significant effect on budget performance. The institutional change was too. Institutional change had significant effect on budget performance. But, the result of regression showed that good governance had no significant effect on budget performance.
Kata Kunci : Kinerja anggaran,Biaya transaksi,Good governance,Perubahan institusi