Laporkan Masalah

Evaluasi program inseminasi buatan Kabupaten Bone Bolango, 2009

SURYAWATI, Ida, Dr. Soeratno, M.Ec

2010 | Tesis | S2 Magister Ekonomika Pembangunan

Penelitian tentang evaluasi program inseminasi buatan Kabupaten Bone Bolango tahun 2009 ini bertujuan untuk mengevaluasi program inseminasi buatan di Kabupaten Bone Bolango, Memperbandingkan biaya antara perkawinan sapi betina dengan mengunakan pejantan dan teknologi inseminasi buatan dan untuk mengetahui tingkat keberhasilan program inseminasi buatan di Kabupaten Bone Bolango. Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan petani peternak sapi potong sebanyak 50 orang dengan menggunakan daftar pertanyaan yang telah disediakan. Data Sekunder dikumpulkan dari beberapa sumber yaitu dinas/instansi terkait. Mengevaluasi program inseminasi buatan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bone Bolango digunakan metode diskriptif analisis dengan menggambarkan keadaan yang nyata terjadi pada sampel yang diamati dengan bertitik tolak pada pemahaman konsepsi serta pandangan terhadap teori yang relevan. Program inseminasi buatan tersebut akan dievaluasi dengan mengacu terhadap anggaran program inseminasi buatan, pelaksanaanya sampai dengan hasil dari kegiatan inseminasi buatan dari tahun 2007 sampai dengan 2009. Dan untuk mengukur keberhasilan program inseminasi buatan digunakan dengan memperbandingkan antara biaya kawin suntik dengan pejantan sampai terjadi kebuntingan. Dari hasil analisis diperoleh gambaran bahwa terbatasnya jumlah petugas inseminator menyebabkan layanan inseminasi buatan tidak cepat, minimnya jumlah pos – pos layanan inseminasi buatan sehingga sulit untuk dijangkau, kurangnya intensitas sosialisasi inseminasi buatan mengakibatkan peternak kurang paham dalam pendeteksian birahi ditunjang dengan sistem pemeliharaan yang total dilepas tanpa dilakukan pengawasan serta minimnya pengalokasian anggaran inseminasi buatan menyebabkan keterbatasan sarana prasarana penunjang serta tidak adanya operasional layanan inseminasi buatan. Frekuensi dalam pemberian layanan inseminasi buatan yang lebih dari satu kali sampai terjadi kebuntingan menyebabkan besarnya biaya kawin inseminasi buatan dibanding menggunakan pejantan.

The research on artificial insemination program evaluation of Bone Bolango year 2009 was aimed at evaluating the artificial insemination program in the District of Bone Bolango, compare the cost between the mating male cows using artificial inseminationand technology and to know the success rate ofartificial insemination program in the District of Bone Bolango. Necessary data in this study are primary and secondary. The primary data obtained through interviews with farmers in beef cattle rancher with 50 people using a list of questions that have been provided. Secondary data were collected from several sources ie offices / agencies. Evaluating the program of artificial insemination and Animal Health Animal Husbandry Department of Bone Bolango used descriptive method of analysis by describing thecircumstances that were significant in the samples observed with a starting point in understanding conceptions and views of the relevant theory. Artificial insemination program will be evaluated by reference to the artificial insemination program budget, implementation is up to the result of artificial insemination activities from 2007 until 2009. And to measure the success of artificial insemination programs used by comparing between the costs of mating with a male injection until pregnancy occurred. From the analysis of factors - factors that affect the implementation of artificial insemination artificial insemination service is not quickly given by the officer / inseminator, difficult to reach ULIB and the amount is still limited, semiintensive maintenance system and the intensity of extension activities are still lacking. The lack of budgetary allocation of artificial insemination on Animal Husbandry and Animal Health Bone District Bolango. The cost of artificial insemination mating than males make use of artificial insemination activities in Bone regency Bolango less successful.

Kata Kunci : Evaluasi,Program,Inseminasi buatan

  1. S2-FEB-2010-Ida_Suryawati-Abstract_pdf.pdf  
  2. S2-FEB-2010-Ida_Suryawati-Bibliography_pdf.pdf  
  3. S2-FEB-2010-Ida_Suryawati-Tableofcontent_pdf.pdf  
  4. S2-FEB-2010-Ida_Suryawati-Title_pdf.pdf