Evaluasi pelaksanaan kegiatan dana penguatan modal lembaga usaha ekonomi pedesaan (LPM LUEP) di Kecamatan Tilongkabila Kabupaten Bone Bolango :: Studi kasus pelaksanaan kegiatan DPM LUEP di Kecamatan Tilongkabila Kabupaten Bone Bolango
MAMUKI, Emiliyan, Dr. Samsubar Saleh, M.Soc.Sc
2010 | Tesis | S2 Magister Ekonomika PembangunanBeras dan jagung merupakan komoditas strategis dalam kehidupan sosial ekonomi nasional. Karena itu pemerintah berkepentingan untuk menjaga stabilitas harga dan pasar kedua komoditas tersebut, sehingga tidak berdampak negatif terhadap insentif untuk berproduksi dan peningkatan pendapatan petani gabah/beras dan jagung serta sistem ketahanan pangan nasional. Salah satu upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas pasokan harga komoditas gabah/beras dan jagung adalah dengan mengalokasikan Dana Penguatan Modal Lembaga Usaha Ekonomi Pedesaan (DPM LUEP) agar membantu petani dalam menjaga stabilitas harga dan pasar produk tani. Penelitian dengan judul “Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Dana Penguatan Modal Lembaga Usaha Ekonomi Pedesaan (DPM LUEP): Studi Kasus Pelaksanaan Kegiatan DPM LUEP di Kecamatan Tilongkabila Kabupaten Bone Bolangoâ€, merupakan penelitian model evaluasi untuk melihat bagaimana pelaksanaan kegiatan DPM LUEP di Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango, yang dilaksanakan oleh LUEP UD Rahmat Indah dan LUEP UD Budi Karsa memenuhi 5 (lima) aspek kriteria evaluasi yaitu: aspek pemahaman, relevansi, efisiensi, efektifitas dan efek/manfaat. Penelitian ini berangkat dari pertanyaan umum “Bagaimana Pelaksanaan Kegiatan Dana Penguatan Modal Lembaga Usaha Ekonomi Pedesaan (DPM LUEP) di Kecamatan Tilongkabila Kabupaten Bone Bolango?â€. Selanjutnya diturunkan ke sub-sub pertanyaan: “Bagaimana pemahaman, relevansi, efisiensi, efektifitas dan efek/manfaat Pelaksanaan Kegiatan (DPM LUEP) di Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango?â€. Desain Evaluasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah konsep evaluasi yang dikembangkan oleh ELWa (Education and Learning Wales), dengan indikator yang dikembangkan sendiri oleh peneliti. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif model evaluatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, studi dokumen, pengamatan, dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukan bahwa: Pertama, kegiatan DPM-LUEP di Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango, yang dilaksanakan oleh LUEP UD Rahmat Indah dan LUEP UD Budi Karsa diwujudkan dalam 3 (tiga) kegiatan, yaitu: pembelian, penjualan produk gabah/beras dan jagung, serta pengembalian dana kegiatan DPM LUEP kepada pemerintah. Kedua, pelaksanaan kegiatan DPM LUEP telah memenuhi 5 (lima) aspek kriteria evaluasi, baik pada aspek pemahaman, relevansi, efisiensi, efektifitas kegiatan, sehingga kegiatan DPM LUEP memberikan efek/manfaat kepada LUEP UD Rahmat Indah dan LUEP UD Budi Karsa, serta petani mitranya. Namun demikian, pada aspek relevansi masih ada kegiatan yang belum dilaksanakan secara optimal, yaitu keterlibatan stakeholders dari pihak petani mitra dalam perencanaan penggunaan anggaran kegiatan DPM-LUEP, sehingga kegiatan ini tidak mendapat nilai optimal
Rice and corn are both known as the social economic commodities of the nation. Therefore, it is reasonable that the government really concern to maintain the stability on prices and markets of both commodities. The aim is to avoid the negative effects on incentive of production; increasing the farmer (rice and corn) income, and the national food resilience system. One of the government efforts to maintain the stabilities of the supply and prices on those two commodities are through DPM LUEP Activity. The main idea is to help the farmer keep up the stability of prices as well as stability of the markets of the two productions (rice and corn). Research titled on “Evaluation of The Implementation of Reinforcement Fund Budget for Rural Economic Enterprises Agency (DPM LUEP) Activity: Case Study on The Implementation of DPM LUEP Activity in Kecamatan Tilongkabila Kabupaten Bone Bolango†is a form evaluation model to look over how the implementation of DPM-LUEP activity, done in Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango. This was a research done by the LUEP UD Rahmat Indah and LUEP UD Budi Karsa, which concerned on five criteria evaluation aspect: understanding, relevance, efficiency, effectiveness, and effect. The research start on with a grand question, “how the implementation of the activities on the DPM-LUEP in Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolangoâ€. Futher, broke into certain sub-question related to the subject on the research, for instance understanding, relevance, efficiency, effectiveness, and effect. All of these questions are due to the activities of the DPM LUEP in Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango. The evaluation design which is used in this research called the evaluation concept, develop by ELWa (Education and Learning Wales), known as self develop indicator, whish is done by the researcher itself. The research was using the .method of qualificationevaluative mode, with the technique of: in-depth interview, documents, observation and questioner. The result shows; first, DPM LUEP activities is implemented by the LUEP UD Rahmat Indah and LUEP UD Budi Karsa on 3 (three) main activities which is buying and selling the commodities and refund the budget to the government. Second, DPM LUEP activities had filled 5 (five) evaluation aspect, there are understanding, relevance, efficiency, effectiveness, and effect. There for the activities had given a positive impact to both of the LUEP and the farmer. Thus, the relevance aspect were not fully filled with finest score since the absent of the farmers on the budgeting planning
Kata Kunci : Komoditas,Stabilitas,Desain evaluasi,Relevansi,Efisiensi,Efektivitas