Variasi keruangan tingkat pemanfaatan fasilitas pelayan kesehatan di daerah kepulauan :: Kasus daerah kepulauan di Kecamatan Towea Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara
FARSAN, Arddin, Prof. Dr. Suratman, M.Sc
2010 | Tesis | S2 GeografiSecara umum permasalahan pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan pada daerah kepulauan adalah berhubungan dengan seberapa mudah masyarakat dalam menjangkau fasilitas pelayanan kesehatan tersebut baik dalam dimensi spasial maupun dalam dimensi sosial. Penelitian ini dilakukan di daerah kepulauan Kecamatan Towea Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara. Tujuannya adalah (1) menganalisis hubungan keterjangkauan masyarakat di daerah kepulauan terhadap tingkat pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan dilihat dalam dimensi spasial (tingkat aksesibilitas) dan dimensi sosial (tingkat pendidikan dan tingkat pendapatan); (2) mengkaji pengaruh suku/etnis terhadap tingkat pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan di daerah kepulauan; (3) membandingkan tingkat pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan antar desa di daerah kepulauan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey dengan menggunakan pendekatan keruangan dengan tema Spatial Comparation analysis. Unit analisis yang digunakan adalah desa. Teknik pengambilan sampel adalah Simple Random Sampling (sampel acak sederhana) dengan jumlah sampel sebesar 250 yang diambil dari 5 desa yang ada di daerah kepulauan tersebut. Metode analisis menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Tingkat pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan di daerah kepulauan di pengaruhi oleh tingkat aksesibilitas (dalam dimensi spasial) serta tingkat pendidikan dan tingkat pendapatan (dalam dimensi sosial). Semakin tinggi tingkat aksesibilitas, tingkat pendidikan, dan tingkat pendapatan masyarakat di daerah kepulauan, semakin tinggi pula tingkat pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan; (2) Faktor Etnis/suku berpengaruh terhadap tingkat pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan di daerah kepulauan. Hasil penelitian menunjukan bahwa etnis/suku yang terdapat di daerah kepulauan mempunyai kecenderungan memilih memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan tradisional (dukun) dibandingkan dengan fasilitas pelayanan kesehatan modern. (3) Terdapat perbedaan tingkat pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan di setiap desa di daerah kepulauan yang disebabkan oleh: (a) faktor ketersediaan fasilitas pelayanan dan tenaga kesehatan di setiap desa di daerah kepulauan. (b) faktor tingkat aksesibilitas masyarakat di setiap desa terhadap fasilitas pelayanan khususnya fasilitas pelayanan kesehatan yang lebih baik. Desa Bahari yang memiliki tingkat aksesibilitas yang baik terhadap fasilitas pelayanan kesehatan memiliki tingkat pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan yang baik pula dan Desa Renda yang memiliki tingkat pemanfaatan fasilitas pelayanan kesehatan yang rendah memiliki tingkat pemanfaatan pelayanan kesehatan rendah pula.
Generally, the health care facility utilization problem in archipelago region is related to the how easy the people find the health care facility both in spatial dimension and social dimension. This research was implemented is archipelago region, Towea Sub- District, Muna District, South- East Sulawesi. This research objectives to (1) to analyze the relationship of people accessibility in archipelago region to the health care facility utilization level in from appearance spatial dimension (accessibility level) and social dimension (education and outcome levels); (2) To learn the ethnic effect of health care facility utilization in archipelago region; (3) To compare the health care facility utilization between the villages in archipelago region. The research method used is survey method by applying spatial approach with the theme Spatial Comparation Analysis. The analysis unit functioned is village with the sample interpretation technique is Simple Random Sampling (sampel acak sederhana). The total samples are 250 taken from 5 villages in that archipelago region. The analysis methods applied are qualitative and quantitative methods. The research result shows that: (1) the health care facility utilization level in archipelago region influenced by the accessibility level (in spatial dimension) and education and outcome levels (in social dimension). The higher accessibility, educational level, and the outcome level in society, so, the health care facility utilization level will be higher; (2) the ethnic factor have effect on the health care facility utilization level in archipelago region. The research results show that the ethnics in archipelago region have the preference in using the health care facility utilization traditionally (dukun) than the modern one; (3) there are the differences of health care facility utilization level each villages which caused by: (a) the availability factors of health care and health assistant facility every villages in archipelago region. (b) The people accessibility level factor of every villages of attendance facility, especially the better health care facility. Bahari village which has a good accessibility level of the health care, it also has the high health care facility utilization level, and Renda village which has the worse accessibility level of the health care, it also has the low health care facility utilization level.
Kata Kunci : Variasi keruangan,Tingkat pemanfaatan,Daerah kepulauan